Skip to main content

Cara Membuat Akuaponik untuk Budidaya Ikan

Mempunyai berbagai tanaman sayur nan menghijau di atas kolam ikan, mau?. Seqera aplikasikan sistem akuaponik agar mewujudkannya!

Akuaponik merupakan gabungan dari akuttural (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah). Dalam akuaponik, air yang berisi nutrisi dari budidaya ikan adalah sumber pupuk alami bagi tanaman. Tanaman sendiri mengkonsumsi nutrisi, dan membantu supaya menyaring air untuk kehidupan ikan. Terjadilah simbiosis mutualisme yang menjadikan ikan dan tanaman tetap sehat.

İkan menghasilkan kotoran berupa limbah dalam bentuk amonia. Dua jenis bakteri yang berbeda akan mengubah amonia menjadi nitrat. Tanaman butuh nitrat dan menyerapnya sebagai makanan supaya tumbuh kembang. Pada saat itü pula terjadi proses menghilangkan bahan kimia yang beracun bagi ikan yang dilakukan oleh tanaman. Air kolam yang dialirkan kembali ke ikan telah bersih dari limbah. Kita bisa panen buah-buahan organik, sayuran, rempah-rempah, bunga dan satu lagi yaitu protein yang berasal dari ikan dalam kolam.

Yang jelas, dalam sistem hidroponik, tanaman tumbuh dalam larutan air dan nutrisi, tanpa tanah. Solusinya bisa dibuat dengan menambahkan unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman dalam air yang akan diserap langsung ke akar tanaman. Akar berada dalam media tumbuh yang membuat mereka tetap lembab, aerasi dan jumlah oksigen juga menolong agar mendukung tanaman.

CARA MEMBUAT AKUAPONIK

Akuaponik diciptakan dengan cara, bentuk, metode yang beragam dari yang sederhana dan murah dengan desain seadanya sampai kepada yang sangat mahal. Supaya teknologi akuaponik secara sederhana, bisa kita lakukan di rumah. Ukuran kolam bisa dibuat bervariasi. Agar ukuran kecil, sebuah akuarium pun cukup sebagai tempat ikan. Bila ingin digarap secara komersial, sedikit diperlukan Iahan yang luas, agar hasil dari akuaponik lebih maksimal. Jadi kita dapat membuat akuaponik di mana pun, bahkan di daerah perkotaan yang hanya mempunyai sedikit Iahan sekalipun.

Sebagai contoh praktis, berikut ini cara pembuatan akuaponik sederhana dari kolam yang berukuran 2x3 m.

BAHAN-BAHAN YANG DlGUNAKAN MELIPUTI:

a.    Bak beton, sebagai wadah budidaya, ukurannya disesuaikan dengan luas area yang mungkin dipakai, dalam sistem akuaponik ini dipakai bak berukuran 2 x 3 m.
b.    Pipa, sebagai jalur sirkulasi air, ukurannya disesuaikan dengan luas area yang mungkin dipakai. Dalam sistem akuaponik ini pipa yang dipakai 8 buah dengan panjang masing-masing 4 m.
c.    Selang, ukurannya disesuaikan dengan banyaknya pot yang dipakai. Dalam sistem akuaponik ini memakai selang sepanjang 4 m.
d.   Pipa L (knee), sebagai sambungan antar pipa, digunakan sebanyak 16 buah.
e.    Dop, sebagai menyambungkan pipa. Dalam sistem akuaponik ini memakai sebanyak 8 buah.
f.     Ember plastik atau pot, sebagai wadah tanaman konsumsi, banyaknya disesuaikan dengan ukuran bak dan keinginan. Dalam sistem akuaponik ini memakai 36 ember.
g.   Aerator, sebagai sumber oksigen ikan.
h.   Pompa, sebagai mensirkulasi air.
i.     Tirner, untuk mengatur sirkulasi air oleh pompa.
j.     Benih ikan yang kepadatannya disesuaikan dengan ukuran bak. Dalam sistem akuaponik ini dilakukan penebaran sebanyak 200 ekor ikan nila dan ikan mas.
k.    Bibit tanaman konsumsi, contohnya kangkung, selada, tomat dan lainnya. Boleh juga menanam tanaman bunga / buah sesuai keinginan.
l.     Arang, untuk media hidup tanaman dan filter air, banyaknya disesuaikan dengan jumlah tanaman yang ditanam. Dalam sistem akuaponik ini sebanyak 2 karung ukuran 25 kg.

LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN:

a.    Pembuatan bak beton dan tandon.
b.    Pemasangan pompa dan timer.
c.    Pemasangan ember yang sebelumnya diisi arang dan bibit tanaman. Pemasangan dikerjakan pada bagian atas tembok.
d.   Pemasangan pipa sirkulasi air, yang terdiri atas dua bagian:
1.   Pipa yang berada di atas tanaman, yang merupakan pipa yang berisi air hisapan dari kolam yang akan dialirkan ke tanaman.
2.   Pipa di bawah tanaman, adalah pipa berisi air dari tanaman yang akan dialirkan ke tandon sebelum mengalir kembali ke kolam.
e.    Pemasangan selang di antara tanaman dan pipa bawah.
f.     Resirkulasi awal air kurang lebih selama sepekan.
g.   Penebaran ikan.

PERAWATAN

Agar tanaman terawat di sistem akuaponik, kita hanya mengontrol lancarnya pasokan dan pengeluaran air di tempat pemeliharaan tanaman supaya tidak kekurangan air.

Agar ikan terawat di sistem akuaponik, kita tidak perlu terus-menerus menukar air untuk budidaya ikan, sebab terus-menerus disaring oleh tanaman. Pergantian air bisa dilakukan secara berkala pada saat air telah terlalu kotor dan tidak bisa di saring lagi oleh tanaman. Untuk pakan ikan, sebaiknya adalah pakan alami, karena pakan buatan bisa mencemari air dan sulit untuk dimurnikan kembali oleh tanaman.

Sumber: Majalah Sakinah Volume 14
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar