Cara Memperoleh Modal Usaha Dalam Bisnis

Pendirian suatu usaha sebaiknya disertai dengan perencanaan keuangan usaha atau yang lebih dikenal dengan modal usaha. Modal usaha dapat berasal dari modal sendiri dan atau modal asing. Modal sendiri merupakan modal yang berasal dari kemampuan individu dan atau kelompok untuk membiayai usahanya. Modal sendiri dapat berupa uang tunai atau aktiva (alat transportasi, gedung/tempat usaha). Adapun modal asing merupakan modal yang berasal dari orang atau lembaga Iain, seperti pinjaman dari bank atau pinjaman dari orang Iain.

Berikut prosedur untuk memperoleh kredit/pinjaman dari suatu bank, adalah:
1. mempunyai suatu usaha;
2. mempunyai jaminan sebagai tanggungan;
3. mempunyai bukti pembayaran pajak;
4. mempunyai akta pendirian usaha.

Keempat hal tersebut merupakan pertimbangan utama unttl memperoleh kredit bank. Selain itu, berdasarkan fakta di lapangal bahwa suatu usaha (pengusaha) dapat memperoleh kredit bank, denga pertimbangan atau syarat-syarat kredit, adalah sebagai berikut.

1.   Kapasitas usaha, adalah usaha yang dijalankan di masa depan memilik prospek yang baik dan jelas.
2.   Kapital, adalah berupa usaha yang dijalankan mempunyai jumlah moda Yang memadai, tetapi masih perlu tambahan bahan modal.
3.   Karakter usaha, adalah ada niat baik untuk menjalankan usahanya dar   sekaligus menjaga aset atau kekayaan sebagai aset jaminan kredit.   Aset jaminan, suatu usaha mempunyai aset yang dijaminkan pada bank sesuai dengan besar kredit yang diajukan.
4.   Aspek keamanan, suatu usaha mempunyai jaminan keamanan bahwa selama waktu kredit berjalan, usahanya tidak bubar atau tutup dari aktivitas dan ada jaminan keamanan dari risiko banjir atau risiko kebakaran.

Dengan pertimbangan tersebut, pengajuan kredit ada kemungkinan besar akan medapatkan pinjaman dari bank sesuai besaran yang diajukan
Di Indonesia sangat banyak bentuk-bentuk kredit, tetapi bentuk kredit yang diselenggarakan oleh bank khususnya untuk pengusaha, baik kecil menengah, dan besar, bank akan mengarahkan pada bentuk kredit investasi kecil atau kredit modal kerja permanen (KMKP).

Kredit investasi kecil merupakan kreditjangka menengah atau panjang Yang diberikan kepada pengusaha/perusahaan kecil pribumi dengan persyaratan dan prosedur khusus, guna pembiayaan barang-barang modal usaha serta jasa yang diperlukan untuk rehabilitasi, modernisasi, perluasan proyek, dan pendirian proyek baru. Adapun modal kerja permanen merupakan kredit Yang diberikan kepada pengusaha/perusahaan kecil pribumi dengan persyaratan dan prosedur khusus guna pembiayaan modal yang hanya dipergunakan secara terus menerus untuk memperlancar usahanya.  

Besaran kredit untuk KIK dan KMKP digabung sebesar Rp30.000.000,00untuk setiap nasabah yang dapat digunakan secara fleksibel penuh. Artinya, nasabah dapat menggunakan KIK atau KMKP dengan jumlah yang dikehendaki sesuai kebutuhan dengan syarat jumlah keduanya tidak  meiebihi Rp30.000.000,00 Nasabah KIK dan KMKP Yang mempunyai lebih dari satujenis usaha dimungkinkan untuk memperoleh KIK dan atau KMKP bagi tiap-tiap jenis usahanya dengan ketentuan jumlah seluruh kredit atas nama nasabah yang bersangkutan maksimum Rp30.000.000,00.

Jangka waktu kredit didasarkan atas kemampuan membayar kembali dari proyek atau usaha yang dibiayai KIK/KMKP dan tingkat suku bunga kredit 12% per tahun dengan ketentuan sebagai berikut.
1. KIK,jangka waktu maksimum 8 tahun, termasuk masa tenggang maksimum 4 tahun.
2. KMKP, jangka waktu maksimum 5 tahun, termasuk masa tenggang maksimum I tahun.
Namun, perusahaan perlu hati-hati dalam menentukan bank yang akan ditunjuk. Untuk mengetahui apakah suatu bank cukup kuat, sebaiknya perusahaan membaca neraca rugi/laba bank yang setiap tiga bulan dapat dibaca di surat-surat kabar termasuk diantaranya sebagai berikut.
1.   Likuiditas, adalah kemampuan suatu bank melunasi kewajibankewajiban yang segera dapat di-tank.
2.   Solvabilitas, adalah kemampuan bank untuk membayar semua utangnya baik jangka menengah maupun jangka panjang kepada pihak ke tiga.
3.   Rentabilitas, adalah kemampuan suatu bank untuk memperoleh keuntungan atau laba Yang merupakan pencerminan dan penilaian terhadap keterampilan dan kecakapan bank.

Salah satu modal utama bagi bank ialah kepercayaan masyarakat ter hadapnya. Bank Yang mempunyai nasabah Yang banyak menunjukkan bahwa  bank sangat dipercayai Oleh masyarakat. Sebaliknya, jika kepercayaan masyarakat terhadap bank itu kurang, akan mengakibatkan berkurang pula

Kualitas sistem pelayanan dari suatu bank juga pantas menjadi pertimbangan bagi perusahaan dalam pemilihan bank yang akan ditunjuknya. Prosedur pelayanan yang berbelit-belit, terlalu lama, dan kurang konsisten akan menyita waktu yang bagi dunia bisnis dianggap kurang menguntungkan sehingga perusahaan akan memilih suatu bank yang mempunyai sistem pelayanan yang praktis, cepat, tepat, serta konsisten.

Selain itu, faktor lokasi bank juga akan dapat dipeftimbangkan oleh peru-sahaan dalam memilih bank yang akan ditunjuknya. Lokasi yang terlalu jauh, terpencil, dan kurang aman akan dihindari oleh nasabah. Oleh karena itu, biasanya bank berlokasi di tempat yang strategis dan aman. Misalkan, mendekati pusat perdagangan, mendekati Bank Indonesia, atau mendekati pos aparat keamanan.

Adapun lampiran-lampiran, jika mengajukan permohonan kredit, adalah sebagai berikut.
1.   Akta pendirian perusahaan dan fotokopi KTP.
2.   Izin usaha (SIUP dan SITU).
3.   NPWP.
4.   Laporan keuangan berupa neraca dan perincian rugi/laba dan laporan aktivitas usaha.
5.   Proposal usaha yang akan dijalankan maupun sedang berjalan.
6.    Mengisi isian yang formulirnya telah disediakan oleh kantor cabang bank yang bersangkutan.
7.   Memberikan keterangan yang lengkap dan benar atau tidak mempunyai daftar hitam, daftar kredit rangkap, dan daftar kredit macet.

Sumber: Buku Kewirausahaan - Atty Srie Sulastri



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel