Mengatur Tempat Usaha (Lay Out) Dalam Berbisnis

Tempat usaha yang menarik dengan mengaturnya sebaik mungkin adalah hal yang penting sekali karena ketertarikan sebuah tempat usaha secara tidak langsung akan mendatangkan sebuah keuntungan yang berarti, seperti kalau di perusahaan, karyawan akan betah dan mampu berpikir inovatif atau di sebuah usaha perdagangan pelanggan akan sangat terkesan dan dapat berlama-lama untuk menikmati kenyamanan tempat usahanya. Dengan adanya lay out ruangan tempat usaha baik dalam maupun di luar dapat menimbulkan suasana yang menyenangkan, baik untuk para pegawai atau karyawan maupun bagi para konsumen atau pelanggan.


Ruangan atau tempat usaha yang baik, jika terpenuhi syarat-syarat, di
antaranya:
a.    mempunyai ventilasi atau saluran udara yang baik;
b.    antara ruang informasi dan keamanan harus berdampingan sehingga jika terjadi sesuatu dapat segara tanggap untuk menginformasikan;
c.    jika di perusahaan, sebaiknya ruang tunggu tamu atau konsumen ditempatkan di depan;
d.   pengaturan ruang untuk arsip-arsip harus diatur dengan rapi dan cukup penerangannya;
e.    ruangan operasional tidak berjauhan dengan ruangan pimpinan karena jika berjauhan akan menyita waktu pekerjaan, tetapi kalau berdekatan akan mempermudah dalam aktivitas perusahaan;
f.     mempunyai ruangan terpisah, khususnya untuk mesin-mesin karena jika berdekatan akan menggangu aktivitas pekerjaan yang lain;
g.   pengaturan ruang administrasi harus sebaik mungkin dan harmonis;
h.   hal-hal yang menyangkut pembukuan akuntansi, personalia, dan pemeriksaan, letaknya harus berdekatan untuk memudahkan gerak kerja.

Sebagai contoh, untuk menentukan bentuk (lay out) Mini Market, sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut.
a.    Posisi lampu penerangan
b.    Posisi pendinginan (AC/kipas angin)
c.    Posisi meja kasir
d.   Jarak antara gondola
e.    Warna ruangan dan dekorasi
f.     Hal-hal yang disesuaikan dengan lingkungan

Adapun contoh untuk display (tata letak) barang harus memperhatikan UnSUr-unsur pengelompokan jenis dan kegunaan barang, kerapian, dan keindahan agar terkesan menarik dan mengarahkan konsumen atau pelanggan untuk melihat dan memutuskan membeli. Tujuan display sendiri, antara lain:  
a.    menciptakan citra niaga (store image);
b.    memudahkan konsumen mencari barang;  
c.    menonjolkan jenis dan merek barang;
d.   meningkatkan volume penjualan;
e.    memperkenalkan barang baru.

Sumber: Buku Kewirausahaan - Atty Srie Sulastri

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel