Pengertian Akuntansi Dari Buku Teori Akuntansi oleh Sofyan Syafri Harahap

Upaya untuk mengatur kebutuhan manusia yang sangat banyak dan tidak terbatas itu dapat dipenuhi dengan barang dan jasa yang terbatas, maka muncullah sistem ekonomi. Sistem ekonomi ini mengatur cara membagi kebutuhan yang terbatas itu kepada manusia yang membutuhkannya idealnya secara damai.

Sistem kapitalisme menawarkan cara di mana barang yang terbatas itu diproduksikan oleh pemilik modal dan nanti hanya bisa dinikmati oleh yang memerlukannya berdasarkan kemampuan "demand". Mekanisme perolehannya dilakukan melalui mekanisme persetujuan atau pertemuan antara demand dan supply yang akan melahirkan harga yang disebut pasar.  Pasar di sini bukan tempat, tetapi gambaran dari persetujuan antara kekuatan “demand” yang memerlukan dan yang memiliki barang kebutuhan itu. 

Menurut konsep kapitalisme jika pemilik modal diberikan keleluasaan untuk melakukan kegiatan ekonomi, memproduksi barang dan jasa kebutuhan manusia maka barang di pasar akan tersedia, akan terbuang kesempatan kerja yang akan memberikan kenaikan penghasilan bagi pekerja yang akhirnya menambah tabungan dan akan terus bergulir dan menjadi pendorong untuk melakukan kegiatan ekonomi yang semakin  kencang. Perputaran ekonomi ini akan mengakselerasikan kenaikan Oincome” masyarakat yang akan melahirkan kue pendapatan yang diasumsikan akan menetes (tricke down) ke bawah. Kegiatan ekonomi ini didorong oleh adanya pendapatan sehingga diasumsikan secara "economic ratîonal" semua orang akan bekerja habis-habisan, berkompetisi untuk mendapatkan kue itu baik melalui jalur pekerja atau investor. Semua manusia dianggap memiliki kekuatan yang sama dan tidak diperhatikan mereka yang lemah, disable atau yang menyandang cacat lainnya. Manusia yang dibutuhkan adalah manusia produktif, manusia yang tidak produktif harus dikurangi dengan berbagai kebijakan kependudukan. Yang dimaksud dengan Okue" di sini sebenarnya adalah harta, kekayaan yang bernilaî uang. Oleh karena itu, sistem kapitalis itu berupaya memperbanyak harta. 

Kegiatan ekonomi yang cepat berkembang dan lembaga ekonomi yang melakukan aktîvitas ekonomi semakin besar, tentu diperlukan berbagai alat untuk mencapainya. Salah satu alat itu adalah ilmu manajemen. Ilmu manajemen ini merupakan ilmu yang memberikan bagaimana cara mengatur manusia agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan yang dalam hal ini adalah untuk mendapatkan, mengumpul dan memelihara kekayaan atau harta.

Akuntansi Iahir dari lingkungan ekonomi kapitalis. Ilmu akuntansi ini memberikan informasi tentang kekayaan itu dari mana sumbernya.  Utang atau Modal (Neraca), berapa kenaikannya secara periodik (Laporan Laba Rugi). Akuntansi ini adalah alat mengukur alat pertanggungjawaban sekaligus sistem informasi. Yang diukur adalah aktivitas ekonomi yang  memiliki sifat-sifat yang sudah maju bukan aktivitas ekonomi yang masih kuno misalnya masih menggunakan sistem barter. Cara pengukurannya juga menggunakan unit moneter yang dianggap stabil dan menggunakan historical cost

Dari sini jelas diketahui bahwa akuntansi adalah ”tool of management,” alat kapitalis untuk mengumpulkan harta dan memeliharanya agar proses akumulasi kekayaan berjalan lancar dan penguasaannya tetap di tangan kapitalis.

Akuntansi tepatnya Akuntansi Keuangan atau ada juga yang menyebut akunting adalah bahasa atau alat komunikasi bisnis yang dapat  memberikan informasi tentang kondisi keuangan (ekonomi) berupa  posisi keuangan yang tertuang dalam jumlah kekayaan, utang dan modal  Suatu bisnis dan hasil usahanya pada suatu waktu atau periode tertentu.  Dengan informasi ini pembaca laporan tidak perlu lagi mengunjungi suatu perusahaan atau melakukan interview untuk mengetahui keadaan keuangannya, hasil usahanya maupun memprediksi masa depan perusahaan ini.  

Beberapa pengertian akuntansi dapat kita analisis dari akronłm Akuntansi berikut mini:

Dari akronim ini dapat digambarkan bahwa akuntansi itu adalah menyangkut angka-angka yang akan dijadikan dasar dalam proses pengambilan keputusan, angka itu menyangkut uang atau nilai moneter yang menggambarkan catatan dari transaksi perusahaan. Angka itu dapat dianalisis lebih lanjut untuk menggali lebih banyak informasi yang dikandungnya dan memprediksi masa yang akan datang, ia bersifat netral kepada semua pemakai laporan ada unsur seninya karena berbagai alternatif yang bisa dipilih melalui pertimbangan subjektif serta ia merupakan informasi yang sangat diperlukan para pemakai untuk pengambilan keputusan.

Definisi lain dapat juga dipakai untuk memahami lebih dalam  pengertian akuntansi ini. Dalam buku A Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT), akuntansi diartikan Sebagai berikut. 

Proses mengidentifikasikan, mengukur, dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai bahan informasi dalam hal mempertimbangkan berbagai alternatif dalam mengambil kesimpulan oleh para pemakainya.

Komite istilah American Institute of Certified Public Accounting (AICPA) mendefinisikan akuntansi sebagai berikut. 

Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dan dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan dan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.

Definisi ini bisa dipermasalahkan seandainya kita berhadapan dengan keadaan sistem pencatatan yang sudah menggunakan komputerisasi, apalagi proses pengolahan datanya tidak lagi melalui pencatatan, tetapi melalui opticscanningdialing atau keyboard sehingga sama sekali tidak melibatkan proses pencatatan konvensional. Definisi ini sudah out of date.

Accounting Principle Board (APB) Statemen No. 4 mendefinisikan akuntansi sebagai berikut,  

Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah memberikan informasi kuantitatif, umumnya dalam ukuran uang,  mengenai suatu badan ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi sebagai dasar memilih di antara beberapa alternatif. 

Untuk menggambarkan berbagai Sisi akuntansi, Belkaoui (1986) dan penulis Iain disebutkan beberapa image yang menggambarkan sifat-sifat akuntansi sebagai berikut,

1.      Akuntansi sebagai suatu ideologi
2.      Akuntansi sebagai suatu bahasa 
3.      Akuntansi sebagai suatu catatan historis
4.      Akuntansi sebagai suatu realitas ekonomi saat ini
5.      Akuntansi sebagai suatu sistem informasi
6.      Akuntansi sebagai suatu komoditi
7.      Akuntansi dianggap sebagai pertanggungjawaban (accountibility) 
8.      Akuntansî sebagai teknologi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel