Pengobatan Kencing Manis dengan Cara Timur dan Barat

Pada penyakit ini air seninya si penderita mengandung glukosa (semacam gula) dan darahnya juga mengandung glukosa dalam jumlah yang lebih banyak daripada biasanya, terutama kira-kira 1 jam setelah makan. Penyakit ini tidak dapat menular, tetapi dapat turun temurun dan timbul pada umur 40 tahun ke atas. Pada usia muda, jarang timbul sakit kencing manis. Pada orang sehat, dari makanan yang bergula (kembang gula, sirup, madu,) dan lain-lain makanan yang mengandung bahan tepung (nasi, ubi, roti, ketela, kue-kue) beredar dalam darah sebagai glukosa, yang kemudian di dalam hati dirubah menjadi glukogen, semacam gula yang lebih padat daripada glukosa. Pembentukan glukosa ini hanya dapat berlangsung dengan lancar, jika di dalam tubuh terdapat zat insulin dalam jumlah yang cukup. Zat insulin ini berasal dari kelenjar pankreas.

Pada penderita penyakit kencing manis, jumlah insulin tidak mencakgpi kebutuhannya, sehingga pembentukan glukogen di dalam darah menjadi lebih tinggi daripada normal.
Pada kadar glukosa yang normal, glukosa dari darah tertahan di ginjal sehingga tidak dapat masuk dalam air seni.

Tetapi jika kadar dari glukosa dalam darah meningkat, kelebihan. nya glukosa ini dapat menembus ginjal dan masuk dalam air seni, maka air seninya mengandung glukosa.

Jelaslah sekarang dasar dari pengobatan penyakit kencing manis :

  1. Penderita harus membatasi semua makanan yang bergula dan semua makanan dari tepung, agar persediaan dari insulin sedapat mungkin mencukupi kebutuhannya.
  2. Penderita tidak perlu banyak istirahat, karena justru dalam pekerjaan jasmani, otot-otot menghabiskan banyak glukosa sehingga kadar glukosa dari darah dapat menurun.
  3. Jumlah insulin dalam tubuh dapat ditambah dengan suntikan insulin, yang dibuat dari kelenjar pankreas hewan. Dahulu suntikan insulin ini harus diberikan tiap kali pada waktunya makan. Obat insulin model baru cukup diberikan tiap kali pada waktunya (sehari). Terlalu banyak insulin menyebabkan menurunnya kadar glukosa dari darah sampai terlalu rendah, yang dapat membahayakan penderita.
Pada permulaan sakit kencing manis, penderita tidak merasakan apa•apa bahkan suka sekali makan dan minum, tetapi lama kelamaan badannya menjadi kurus dan lemah. Jika kadar glukosa dari darah agak tinggi, kulitnya merasa gatal, sering berbisul-bisul, dan jika terluka; sukar sekali sembuhnya. Luka kecil yang tak berarti dapat menjalar luas sekati, sehingga dapat menyebabkan kematian.

Kaki merasa lemah, sering pegal dan linu seperti sakit reumatik. Penyakit kencing manis dapat merusak mata, dan pembuluh darah terutama pembuluh darah dari iantung, dan dapat menyebabkan kemandulan; pada wanita dapat menyebabkan gugurnya kehamilan.
Penyakit TBC-paru-paru, tekanan darah tinggi, sakit jantung dan sakit kuning menjadi makin hebat jika bersamaan dengan aktifnya kencing manis.

PERAWATAN SEHARI - HARI.

Penderita sakit kencing manis tidak perlu banyak istirahat, malahan sebaiknya bekerja sebagaimana mestinya. Gerak jalan pada pagi hari dan olah raga ringan diperbolehkan juga.

Semua makanan yang mengandung gula dan atau mengandung bahan-bahan tepung harus dibatasi. Sebagaimana gantinya gula untuk pemanis dapat diberi sacharin, satu tablet kecil sacharin sudah cukup untuk memaniskan air teh satu gelas.  

Sayur-mayur tidak perlu dibatasi banyak-banyak, tempe, telur, tahu, daging juga dapat diberikan sekedarnya.

Bagi penderita sakit kencing manis yang berat, jumlah makanan mesti ditimbang sesuai dengan kadarnya glukosa dari darah, dan cara mengaturnya ini sebaiknya dilakukan di rumah sakit.

Untuk yang sakit ringan jumlah makanan dapat di kira-kira dengan memeriksa air seninya tiap 3 hari atau tiap minggu. Jika dalam air seni masih banyak glukosa, semua makanan dari tepung dan buah-buah yang terlalu manis harus dikurangi, sedang sayur-sayuran boleh tetap jumlahnya.

CARA MEMERIKSA AİR SENİ.

Alat dan obat yang diperjukan untuk pemeriksaan air seni dapat dibeli tiap apotik tanpa resep dokter.
    1 botol larutan Fehiing A.
    1 botol larutan Fehiing b.
Beberapa tabung dari kaca putih dan jernih, serupa tablet acetosal Yang berukuran agak besar.

Kira-kira 2 cc dari larutan Fehling A dicampur dengan 2 cc larut. an Fehling B di dalam satu tabung. Pada campuran ini yang berwarna biru tua dan jernih, lalu ditambahnya 2 cc air seni, dan dikocok sebentar. Campuran air seni ini lalu dipanaskan dengan api sampai mulai  mendidih. Jika kencingnya tidak mengandung larutan glukosa akan tetap biru dan jernih. Jika ada glukosanya larutan berubah menjadi 

1. Hijau dan keruh mengandung hanya sedikit glukosa.
2. Kuning dan keruh — cukup banyak glukosa.
3. Kuning kemerah-merahan dan keruh = mengandung banyak glukosa.

Bagi penderita dewasa dapat dipakai pedoman susunan makanan sebagai berikut 

STANDARD DIEET :
Makan Pagi:
Kentang rebus............................ 100 gr atau roti........................50 gr
Telur ayam................................. 1 butir
Tomat......................................... 25 gr
Pepaya....................................... 50 gr 
Sedikit mentega.........................

Makan Siang:
Nasi............................................ 100 gr, atau kentang rebus . . 200 gr
Sayur bayam.............................. 200 gr
Daging sapi rebus....................... 50 gr
Telur bebek................................ 1 butir
Tempe rebus............................... 50 gr
atau tempe goreng..................... 60 gr
Tahu rebus atau tahu goreng..... 100 gr/50 gr.
Sedikit mentega.........................  

Pepaya....................................... 150 gr.

Makan Malam:
Seperti makan siang tetapi dengan pisang 200 gr.

Di luar jam makan penderita tidak boleh makan kue-kue, kacang goreng, emping melinjo, manisan dan sebagainya.
Minuman tanpa gula diperbolehkan, kecuali, anggur atau bir. Berbagai macam bahan makanan dari standard diet ini dapat diganti dengan bahan-bahan lain menurut daftar sebagai berikut 


PENGOBATAN CARA BARAT TIAP HARI.

Jika dengan standard dieet ini, air seninya masih saja mengandung glukosa, pada si penderita harus diberi obat-obat anti kencing manis.
yakni 

  1. Insulin : Obat sakit kencing manis yang harus disuntikan menurut petunjuk dokter.
  2. Nadisan, Artosin, Rastinon Adiabil, Neodiaboral. Diabenese. Obat ini berupa tablet, yang harus diminum sedikit mungkin, dengan sering memeriksa air seninya, umpamanya kita mulai dengan 3 kali sehari % tablet, talu ditambah sedikit demi sedikit jika perlu.
Apabila pada penderita diberi terlalu banyak obat-obat anti kencing manis kadar glukosa dari darah menjadi terlalu rendah yang menyebabkan penderita merasa pusing-pusing dengan mengeluarkan banyak keringat dingin, bahkan sering mendadak jatuh pingsan. Kepada penderita ini harus segera diberikan minuman sirup atau makan sedikit gula, tidak dapat sacharin. Kemudian jatahnya obat anti kencing manis harus ditinjau kembali, agar kadar glukosa dari darah tetap baik.

PENGOBATAN CARA KAMPUNGAN (CARA TIMUR) TIAP HARI.

Dari jamu-jamu asli sebelum ada yang benar.benar dapat menurunkan banyaknya kadar glukosa.

Yang sering dipakai ialah  

  1. Bidara Upas. Kira-kira sebesar 1 jari diparut halus, lalu diseduh dengan air panas cangkir. Setelah disaring diminum 2 kali sehari 1 cangkir.
  2. Biji dari buah Juwet (jamblang) yang sudah kering 15 butir ditumbuk halus, Daun meniran 1 sendok teh. Bersamasama direbus dengan air 2 gelas, 15 menit lamanya. lalu diminumkan untuk 1 hari. Jamu ini tidak perlu disaring, biji juwetnya dapat dimakan sekaligus.
  3. Daun tapak yang segar 20 — 25 helai dengan biji petai Cina 1 sendok makan direbus dengan air 1 gelas selama 10 menit, lalu diminum 2 kali sehari 1 gelas.
  4. Biji dari pohon mahoni dikeringkan, lalu ditumbuk halus. Kira-kira 1 sendok teh dari serbuk ini diseduh dengan air panas 1 cangkir, dan diberikan 3 kali sehari 1 cangkir.
TAMBAHAN.

Dengan pengetahuan ini dasar-dasarnya pengobatan penyakit kencing manis seorang penderita tidak perlu gelisah, karena tiap kesulitan dapat dihindarkan dengan mengatasi makanannya dan minum obatobat seperlunya, sesuai dengan pemeriksaan air seninya.

Tetapi jika hidupnya tidak teratur, ia mendadak dapat jatuh pingsan, karena kadar giukosa dari darahnya terlalu tinggi. Keadaan ini sangat berbahaya dan penderita harus cepat diangkut ke rumah sakit.

Untuk Jelasnya;
  1. Kadar glukosa terlalu rendah dalam darah, menyebabkan penderita pingsan dengan mengeluarkan banyak keringat. Keadaan dapat mudah diatasi dengan memberikan gula padanya.
  2. Kadar glukosa dari darah terlalu tinggi, menyebabkan penderita jatuh pingsan dengan nafasnya mengorok dan tidak banyak keluar keringatnya. Keadaan sangat berbahaya dan harus segera masuk rumah sakit untuk diberi insulin secukupnya.
Baca juga: Pengobatan Kencing Batu dengan Cara Timur dan Barat

Sumber: Buku Pengobatan cara Timur dan Barat - Prof. Dr. Salim Lubis Moh. Abadi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel