Prinsip-Prinsip Penting Dalam Manajemen Keuangan Keluarga Muslim

Agar membantu dalam mengurus dan mengatur keuangan keluarga, kita mesti memahami prinsip-prinsip penting dalam hal ini sebagaiman yang diterangkan oleh Islam. Berikut sedikit penjelasannya:

1. Keseimbangan antara pemasukan dan pengeLuaran.

Pengeluaran keluarga dengan pemasukan yang rendah tentu tidak dapat disamakan dengan pengeluaran keluarga dengan pemasukan yang tinggi. Setiap keluarga hendaknya dapat menilai sejauh mana kemampuan keuangannya sehingga dia tidak membelanjakannya di luar batas kemampuan.Jangan sampai keluarga dengan pemasukan yang kecil nekat membelanjakan hartanya agar mendapatkan apa yang dapat dilakukan oleh keluarga dengan pemasukan besar. Hal ini tentu akan merusak keuangan dalam keluarganya.

Prinsip ini diisyaratkan Allah dalam firman-Nya,

"Hendaklah orang yang memiliki kelonggaran agar memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan." (ath-Thalaq: 7)

2. Tidak israf dan tabdzir.

Allah .. berfirman,
"Hai anakAdam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (al-A'raf: 31)

Alla h - juga berfirman,
"Dan berikanlah kepada keluarga-keluorga yang dekct akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartarnu) secara boros." (al-lsra: 26)

Dua ayat ini jelas melarang kita dari sikap israf(memenuhi apa yang dibutuhkan secara berlebíh-lebihan), dan dari sikap tabdzir (memenuhi sesuatu yang tidak layak agar dipenuhi, seperti membelanjakan harta pada perkara yang haram).

3. Bersikap pertengahan, tidak bakhil dan tidak terlalu mudah mengeluarkan harta.

Tentang hal ini Allah telah berfirman,  
"Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal." (al-lsra: 29)

Maksud ayat ini sebagaimana disebutkan dalam Tafsír Ibnu Katsir, janganlah kamu bersikap bakhil tidak memberi sesuatu pun kepada orang lain, dan janganlah kamu mengeluarkan hartamu secara berlebihan sehíngga kamu memberi sesuatu melebihi kemampuanmu dan mengeluarkan harta lebih beşar dari pemasukanmu yang akhirnya akan membuatmu tercela dan menyesal.

4. Memerhatikan tingkat kepentingan suatu kebutuhan.

Banyak masalah keuangan keluarga yang disebabkan oleh ketidakmampuan keluarga dalam menentukan skala prioritas dalam pemenuhan kebutuhan. Maka dalam hal ini kita mesti mengetahui bahwa kebutuhan manusia dari sisi urgensinya ada yang bersifat dharuriyaat, hajiyaat, dan tahsiniyaat.

Kebutuhan dharuriyaat merupakan kebutuhan yang mempengaruhi keberlangsungan hidup manusia. Tidak terpenuhinya kebutuhan ini akan menyebabkan kebinasaan atau kematian.Seperti kebutuhan terhadap makanan, minuman, atau pakaian.

Kebutuhan hajiyaat merupakan kebutuhan yang jika tidak terpenuhi maka akan menyebabkan timbulnya berbagai kesusahan meskipun keberlangsungan hidup masih tetap terjaga.

Kebutuhan tahsiniyaat atau takmiliyaat, merupakan kebutuhan yang bersifat sebagai tambahan atau penyempurna. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka tidak akan menimbulkan kesusahan hidup apalagi kebinasaan.

Antara tiga kebutuhan ini, dharuriyaat mesti didahulukan dari hajiyaat, dan hajiyaat didahulukan dari tahsiniyaat.

5. Dibolehkan menabung.

Dalam mengatur keuangan, terkadang kita perlu menyimpan sebagian harta sebagai bekal keperluan tertentu di masa yang akan datang atau sebagai bentukjaga-jaga jika terjadi keperluan mendadak. Seperti ini tidaklah terlarang dan tidak bertentangan dengan tawakal. Bahkan disebutkan dalam
Shahih al-Bukhari dari Umar bin Khaththab

Bahwa Nabi; menjual pohon kurma Bani Nadhir dan beliau menyimpan agar keluarga beliau makanan agar setahun.

Sumber: Majalah Sakinah volume 14

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel