Sejarah Akuntansi di Indonesia pada Zaman Penjajahan Belanda

Setelah VOC bubar pada tahun 1799, kekuasaannya diambil alih oleh Kerajaan Belanda, zaman penjajahan Belanda dimulai tahun 1800-1942. Pada waktu itu, catatan pembukuannya menekankan pada mekanisme debet dan kredit, yang antara Iain dijumpai pada pembukuan Amphioen Socyteit di Batavia. Amphioen Socyteit bergerak dalam usaha peredaran candu atau morfin (amphioen) yang merupakan usaha monopoli di Belanda.



Pada abad ke-19 banyak perusahaan Belanda didirikan atau masuk ke Indonesia dengan membuka cabang atau perwakilan, yang antara Iain sebagai berikut.
a.       Deli Maatschaappij (perkebunan)
b.      Biliton Maatschaappij (timah)
c.       Bataafche Petroleum Maatschaappij (minyak)
d.      Koninklijke Paketvaart Maatschaappij (pelayaran nusantara), setelah dinasionalisasikan oleh pemerintah RI menjadi perusahaan pelayaran  nasional (PELNI)
e.       Rotterdamsch Lloyd (maskapai atau agen pelayaran internasional), setelah dinasionalisasikan menjadi Djakarta Lloyd
f.       Koninklijke Nederlands Indische Luhtvaart Matschaappij (penerbangan nusantara), setelah dinasionalisasikan menjadi Garuda Indonesia Airways
g.      Stoomvart Maatschaappij Nederlands
h.      Firma Ruys ofde Oost
i.        Nederlands Handel's Bank 
j.        Algemene Handel's Bank

Untuk mengangkut hasil produksi perkebunan dan tambang, dibuka jalan kereta api dari daerah asal menuju ke pelabuhan. Kereta api yang pertama diadakan pada tahun 1870 yang menghubungkan antara daerah pedalaman Jawa Tengah dengan Semarang, menyusul dari pedalaman Jawa Barat ke pelabuhan Tanjung Priok, dari pedalaman Jawa Timur ke pelabuhan Tanjung Perak dan dari pedalaman Sumatra Selatan ke Palembang. Di samping jalan kereta api juga dibangun dan atau ditingkatkan ke jalan darat untuk melancarkan arus produksi perkebunan dan pertambangan ke kota-kota pelabuhan.

Catatan pembukuannya merupakan modifikasi sistem Venesia-ltalia dan tidak dijumpai adanya kerangka pemikiran konseptual untuk mengembangkan sistem pencatatan tersebut karena kondisinya sangat menekankan pada praktik-praktik dagang yang semata-mata untuk kepentingan perusahaan Belanda. Sedangkan, segmen bisnis menengah ke bawah dikuasai oleh pedagang keturunan, yaitu: Cina, India, dan Arab. Sejalan dengan itu, ada kebebasan dalam penyelenggaraan pembukuan sehingga praktik pembukuannya menggunakan atau dipengaruhi oleh sistem asal etnis yang bersangkutan.

Hadibroto (1992) mengikhtisarkan sistem pembukuan asal etnis sebagai berikut. 
a.       Sistem pembukuan Cina, terdiri dari lima kelompok, yaitu
-          Sistem Hokkian (Amoy);
-          Sistem Kanton;  
-          Sistem Hokka; 
-          Sistem Tio Tjoe atau Sistem Swatow;
-          Sistem Gaya Baru (New System).
b.      Sistem pembukuan India atau Sistem Bombay
c.       Sistem pembukuan Arab atau Hadramaut

Pendidikan Akuntansi

Soemardjo (1982) mengemukakan bahwa dunia pendidikan tinggi yang ada hanya terbatas pada pendidikan hukum (Master in de Rechten), kedokteran dan teknik. Perguruan-perguruan tinggi yang ada pada waktu itu adalah: 
1.      Recht Hogeschool, yaitu perguruan tinggi kehakiman dengan lama pendidikannya 4 -5 tahun; 
2.      Gemeeskundige Hogeschool, pendidikan tinggi kedokteran, dengan lama pendidikannya 7 tahun (5 tahun untuk doktoral-teoretis, 2 tahun untuk art yaitu dokter); 
3.      Technische Hogeschool, yaitu perguruan tinggi teknik, menghasilkan
Insinyur, dengan lama pendidikannya 4 -5 tahun.

Universitas satu pun tidak ada, dan tidak ada kemungkinannya studi untuk meraih gelar sarjana ekonomi di Indonesia, apalagi untuk menjadi akuntan. Pelajar-pelajar yang ingin menjadi sarjana ekonomi pada saat itu harus belajar ke negeri Belanda atau negara lain, di antaranya adalah almar hum Bung Hatta, almarhum Soemitro Djojohadikusumo memperoleh pelajaran ekonomi di negeri Belanda, begitu pula almarhum Dr. Abutari, akuntan pertama Indonesia yang meraih gelar di negeri Belanda.

Sumber: Buku Teori Akuntansi - Sofyan Safri Harahap

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel