Skip to main content

Tips Cara Mengelola Keuangan Hasil Nge-Blog

Setiap para blogger memiliki beranekaragam motif dalam nge-blog. Ada yang hanya sekedar hobi, mengisi luang di waktu senggang, melatih kecepatan mengetik, bisnis sampingan, dan bahkan mencari uang sebagai pendapatan utama.

Apapun alasannya mengapa harus nge-blog?, tentu yang paling enak itu menjadikan nge-blog sebagai hobi dan dapat mengalirkan pundi-pundi uang ke rekening. Sudah hobi menulis, malah dapat uang. Itukan enak namanya!

Kali ini saya akan berbagi sebuah tips bukan untuk para blogger yang hobi nge-blog, tapi untuk blogger yang ingin menjadikan blognya sebagai penghasil uang bagi dirinya. Maka, saya beri judul tulisan ini dengan Tips Cara Mengelola Keuangan Hasil Nge-Blog.

Tentu kesemuanya berdasarkan pengalaman dari penulis sendiri yang terkadang suka naik turun moodnya untuk menulis. Yang perlu disadari bagi seorang blogger adalah konten/tulisan merupakan aset yang berharga. Oleh karena itu, jangan sampai aset berharga tersebut dicoreng dengan banyak-banyak mengisi konten blog yang copy paste. Yang pada akhirnya juga akan sia-siakan waktu saja dan kuota tentunya.

Disebabkannya mood yang terkadang terjangkit di banyak blogger, maka perlu adanya sebuah usaha dengan pengelolaan dana yang bijak sehingga blog terus dimasuk oleh aset-aset baru (artikel). Berkenaan dengan itu, marilah gunakan hasil blog untuk meningkatkan kuantitas dari artikel yang ada, sembari melepas penat dari rasa mood yang hilang dalam menulis.

Baik, lanjut ke Tips Cara Mengelola Keuangan Hasil Nge-Blog; Adapun terkait hal tersebut, akan dibagi menjadi 3 cara yaitu:

1.   Hasil blog di bawah 1 juta per-bulan
Bagi agan sekalian yang masih memiliki blog dengan pendapatan di bawah 1 juta per bulan, saya sarankan untuk menghabiskan semua hasil itu. Bagaimana caranya? Misalnya; bila dalam sebulan ini memperoleh hasil 800 ribu, maka habiskanlah untuk membeli tulisan yang bagus. Jika per-tulisannya 20 ribu, maka sudah terkumpul sebanyak 40 tulisan yang itu bisa untuk update artikel di blog setiap harinya. Mudah-mudahan dengan begitu hasil dibulan berikutnya akan meningkat.

2.   Hasil blog di atas 1 juta dan di bawah 10 juta
Bagi agan yang sudah memperoleh pendapatan diatas 5 juta ke atas tentu berpikir mengapa harus membeli tulisan lagi, sementara hasil sudah lumayan. Dan berbeda pula dengan pendapatan yang masih 2 jutaan. Namun, ini sekali lagi adalah terkait dengan pengembangan artikel yang menjadi sebuah aset, jadi perlu pengembangan yang ajeg, konsisten, serta terus menerus, sehingga bukan hasil saja yang akan didapatkan melainkan juga rasa batin yang puas saat terus dapat melihat kemajuan blog.

Pada nomor 2 ini, maka perlu alokasi dana sekitar 50-70% saja, tidak sama dengan nomor 1 yang dihabiskan secara keseluruhan (100% dana untuk membeli artikel). Misalnya; pendapatan berkisar 7 juta, maka sebesar 4,9 juta (7 juta x 70%) untuk membeli artikel. Dan sebagai saran agar membeli artikel dengan kualitas yang lebih daripada saat memiliki hasil blog dibawah 1 juta. Jika, diratakan saja per-artikelnya 50 ribu, maka ada 98 artikel yang akan didapatkan. Boleh saja bila berpendapat, bahwa harga 50 ribu artikel ini cukup mahal, jadi terserah saja bagaimana perhitungan masing-masing seorang blogger. Dan sisanya sebesar 2,1 juta masuk kedalam kantong.

3.   Hasil Blog di atas 10 juta
Di nomor yang ke 3 ini, memang sudah terkategori pada blogger yang sudah mastah. Namun, tentu sebagai seorang blogger tak akan berhenti mencapai ke suksesan jika jalan masih panjang.

Nah, pada nomor 3 ini, Alokasi hasil blog 10-40 % untuk pembelian artikel. Misalnya; jika perolehan bulan ini 15 juta, dan dialokasikan dana sebesar 20 %, maka sekitar 3 juta untuk membeli artikel dan sekitar 12 juta bisa dinikmati untuk masuk ke kantong.

So, terlihat pada gambaran pengelolaan keuangan hasil blog diatas, semakin besar pendapatan maka akan semakin kecil persentase yang dialokasikan ke pembelian blog. Hal ini dikarenakan, diawal membangun sebuah blog perlu jor-joran, perlua kerja keras, perlu dana, dst. Tapi, semakin lama, maka seorang blogger akan lebih banyak menikmati hasil kerjanya diawal, dalam hal ini pengalokasian dana.

Tapi, ya.. tidak semerta-merta persentase hasil kecil, menandakan pembelian artikel yang semakin sedikit. Tentu tidak begitu, ini hanyalah sebuah tips agar blog terus dikembangkan secara optimal yang pada akhirnya juga hasil akan kembali kepada blogger tersebut. Inilah mengapa artikel menjadi sebuah aset kebanggaan yang tak ternilai dan merupakan sebuah investasi.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar