Faktor-Faktor, Asas, dan Motif Konsumsi dalam Ekonomi

Faktor-Faktor, Asas, dan Motif Konsumsi dalam Ekonomi

Faktor-Faktor, Asas, dan Motif Konsumsi dalam Ekonomi

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi.

Pola konsumsi seseorang, atau suatu masyarakat maupun suatu negara akan berbeda dengan pola konsumsi orang lain, atau masyarakat lain maupun negara lain. Pada masyarakat yang masih sederhana, biasanya pola konsumsinya pun masih sederhana. Pada masyarakat yang berpenghasilan tinggi, pola konsumsinya pun tinggi pula. Pola konsumsi dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut :

a. Tingkat pendapatan

Yang memiliki pendapatan tinggi akan lebih mampu membeli barang/jasa yang lebih banyak den lebih berkualitas. Sedang yang berpendapatan rendah hanya dapat membeli lebih sedikit dan kualitas barang lebih rendah. 

Seorang ekonom dari Jerman yang bernama Engel mengemukakan sebagai berikut : "Semakin kecil pendapatan seseorang maka akan makin semakin besar bagian pendapatan untuk konsumsi dan sebaliknya, semakin besar pendapatan maka akan semakin kecil bagian pendapatan untuk konsumsi." (Hukum Engel). 

Engel berpendapat bahwa hubungan antara pendapatan . dan konsumsi harus dikaitkan dengan tabungan, yang dirumuskan dalam persamaan Y = C + S,
= income (pendapatan), C = consumption (konsumsi), S = saving (tabungan).
Pada saat pendapatan konsumen nol, tentu saja konsumen tetap mengeluarkan uang untuk membeli barang/jasa yang tidak bisa dihindari (konsumsi autonomous). Untuk itu konsumen dapat mengambil tabungannya atau meminta bantuan kepada orang lain

b. Harga barang

Jika harga barang naik sedangkan pendapatan tetap maka pola konsumsi tingkatnya akan turun, dan sebaliknya

c. Kebiasaan hidup

Seseorang yang berpola hidup boros dan berfoya-foya, tingkat pengeluaran konsumsinya pun akan besar. Orang yang terbiasa dengan pola hidup hemat dan sederhana maka tingkat konsumsinya akan relatif kecil. 

d. Selera

Orang yang berselera tinggi terhadap barang-barang konsumsi yang harganya mahal secara tidak'langsung menuntut konsumsi yang lebih besar.

e. Keinginan berkompetisi dengan konsumen lain

Konsumen yang tidak mendasarkan konsumsinya pada skala prioritas kebutuhan, melainkan meniru bahkan menyaingi konsumen lain, biasanya tingkat konsumsinya tinggi.

Baca juga: 
Pengertian, Tujuan dan Pola Konsumsi dalam Ekonomi

Misal, jika seseorang membeli mobil baru, maka iapun ingin membeli mobil baru. Tingkah laku konsumen seperti ini disebut demonstration effect atau efek demonstrasi.

f. Adat istiadat

g. Tingkat pendidikan/kebudayaan 

h. Jumlah anggota keluarga

i. Lingkungan tempat tinggal, dll. 

Perbedaan tingkat pendapatan, perbedaan pola hidup, adat kebiasaan, kebudayaan, dan perbedaan selera menyebabkan perbedaan pola konsumsi. Walaupun demikian, masih terdapat kesamaan antara orang yang berpenghasilan tinggi dengan orang yang berpendapatan rendah, yaitu mendahulukan konsumsi untuk kebutuhan pokok, meskipun dalam kuantitas dan kualitas yang berbeda.

2. Asas konsumsi

Pendapatan yang kita peroleh terbatas jumlahnya sedangkan kebutuhan jumlahnya tidak terbatas. Oleh karena itu, kita harus pandai menggunakan penghasilan yang kita miliki. Adapun asas konsumsi yang biasa dilakukan oleh konsumen adalah sebagai berikut :

  • Asas surplus, yaitu asas yang menerapkan jumlah pengeluaran konsumsi lebih kecil dari jumlah pendapatan, sehingga diperoleh kelebihan (surplus). Kelebihan ini dapat ditabung untuk persiapan kebutuhan di masa depan
  • Asas berimbang, yaitu asas pengeluaran konsumsi seimbang dengan pendapatan yang diterima, sehingga tidak tabungan yang diterima. 
  • Asas defisit, yaitu asas pengeluaran konsumsi lebih besar dari jumlah pendapatan yang diterima. Akibatnya akan terjadi kekurangan (defisit), yang ditutupi dengan pinjaman, atau cara-cara yang tidak terpuji.
3. Motif konsumsi

Motif konsumsi adalah alasan yang mendorong konsumen mengorbankan sejumlah dana untuk menggunakan, memakai barang dan jasa tertentu. Berikut ini beberapa motif konsumsi.

  • Ingin menanam investasi, misalnya membeli tanah, rumah barang bekas untuk dijual di kemudian hari. 
  • Ingin menolong orang lain, misal membeli suatu barang untuk menolong orang lain yang kekurangan
  • Ingin mendapat pengakuan, misalnya seorang konsumen membeli merek mobil tertentu karena mobil merek tersebut biasa dipakai oleh kalangan direktur perusahaan ternama,
  • Ingin menaikkan kedudukan, misalnya mengorbankan sejumlah dana untuk memperoleh gelar S2 (Pasca Sarjana) agar jabatannya meningkat
  • Keinginan kompetisi dengan konsumen lain


Sumber AKSI-Ekonomi
Buka Komentar