Hati-hati dengan konten online

Hati-hati dengan konten online

Hati-hati dengan konten online

Kejahatan yang ditujukan kepada pengguna internet khususnya penikmat konten berbasis jejaring sosial kian tinggi saja. Nielsen Online menunjukkan bahwa aktivitas Jejaring sosial pada saat ini merupakan yang keempat tertinggi dari segala aktivitas yang dilakukan seseorang saat terhubung ke internet.

Dari laporan yang dirilis Sophos Security Threat 2010, tercatat bahwa dari 100 situs web yang ada, 50 di antaranya mempunyai risiko keamanan tertinggi. Kebanyakan kejahatan di situs-situs tersebut ditujukan ke pengguna jejaring sosial, phising dan penularan malware. Yang unik adalah sebanyak 61 % responden yang terlibat dalam penelitian Sophos ini berpikir bahwa Facebook merupakan jejaring sosial yang mempunyai risiko keamanan terbesar sebab paling disukai oleh pengguna internet.

Hal yang serupa juga terungkap dalam Microsoft dalam Security Intelligence Report terbaru yang menyatakan bahwa serangan online pada saat ini diarahkan kepada 2 hal, yaitu: pengguna dan komputer pengguna.  'Pengguna PC dijadikan sasaran, seperti phising dengan memakai social engineering , sementara ancaman PC lebih banyak datang dari  malware," jelas Jacqueline Peterson, (Microsoft Asia Pacific Regional Security &  Privacy Lead). Jacqueline juga meyebutkan bahwa, dari 100 persen ancaman yang ada  saat ini, 49 persennya merupakan ancaman dengan kategori tinggi atau sangat  berbahaya "Dan parahnya, kebanyakan dari ancaman berkategori sangat berbahaya tadi adalah celah yang mudah diakses," tambahnya.
Merespon hal itu, Lukman Susetio, Windows Client Product Manager Microsoft Indonesia, merekomendasikan para pengguna internet agar lebih berhati-hati serta memakai aplikasi browser yang bisa mencegah aktivitas phising sekaligus menangkal Malware. "Browser yang bagus dan aman mutlak dibutuhkan saat ini. Internet Explorer 8 misalnya, yang menyediakan beragam fasilitas pengamanan saat berinternet sepeĆ„i feature lnPrivate dan SmartScreen untuk membantu menghidari serangan phising oleh cracker," kata Lukman. 

Sumber InfoKomputer
Buka Komentar