Larangan Panggilan Untuk Anak Angkat Menurut Islam

Larangan Panggilan Untuk Anak Angkat Menurut Islam

Larangan Panggilan Untuk Anak Angkat Menurut Islam

Seorang anak merupakan anugerah dari Allah SWT, karenanya ia membuat hati terasa senang yang membuat hilang rasa penat sepulang kerja yang melelahkan fisik. Anak siapapun itu! status dan tingkah lakunya selalu membawa suasana yang cair dan riang gembira. Bahkan, hal ini bukan saja dialami bagi seorang ayah atau ibu, yang sudah mempunyai anak, tidak begitupun juga bagi yang lajang, juga dapat merasakan begitu rasa senang dan gembira itu tumbuh dari seorang anak. Walau tentu beda, bathin kepemilikan seorang lajang dengan orang tua. Tapi, yang jelas seorang anak atas kehadirannya membawa kegembiraan bagi siapa saja.

Bagi orang tua yang sudah dikaruniakan seorang anak, maka bersyukurlah. Sebab banyak orang tua yang bahkan sudah lama menikah belum juga memperoleh momongan. Dan pada akhir keputus-asaan, karena umur mulai senja maka mengadopsi atau mengangkat seorang anak.

Anak angkat yang diasuh apalagi mulai sejak bayi, seolah-olah dianggap sudah menjadi anak sendiri. Terkadang bahkan, sampai-sampai dirondoin ketika orang tua asli si anak datang untuk melihat. Inilah sangking cintanya orang tua angkat kepada anak angkatnya. Namun, perlu dipahami bahwa Islam sudah mengatur terkait hal ini. Terkhusus dalam pembahasan tulisan ini, larangan panggilan untuk anak angkat menurut Islam.

Berikut ini dasar, larangan panggilan untuk anak angkat;

“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu Dan tidak ada dosa bagimu terhadap apa yang kamu salah padanya, tetapi (yang ada dosanya adalah) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS al-Ahzaab: 5).

Dari ayat diatas, sudah ditegaskan bahwa dilarang memanggil anak angkat dengan sebutan "anakku". Misalnya, menyuruh mereka untuk mengambilkan air minum, dengan perkataan 'wahai... anakku, ambilkan mamak air minun diatas meja itu ya'. Walau, sudah sangking cintanya terhadap anak tersebut, tapi Islam melarang memanggilanya dengan "anakku". Kata itu seolah menunjukkan kepadanya bahwa benar, dia anakku. Dan ini merupakan perkataan yang dusta, sehingga tidak dibenarkan.

Maka, tentu ini menjadi kehati-hatian bagi para orang tua yang mengangkat atau mengadopsi seorang anak. Jangan sampai larang Allah SWT, dilanggar karena rasa cinta terhadapnya (anak tersebut). Tetap saja, harus terima kenyataan bahwa anak itu bukan anakku. Dia anak dari orang lain, sehingga janganlah berlaku zholim dengan menghilangkan hak orang tua aslinya.

Dan ayat diatas sudah memberitahukan panggilan untuk anak angkat sesuai dengan ajaran Allah SWT.

Baca juga: Yang Disebut MUHRIM
Buka Komentar