Memanfaatkan Informasi Akuntansi Berperilaku Sesuai dengan Orientasi Keingintahuannya

Setiap pengambilan keputusan dalam memanfaatkan informasi akuntansi itu berperilaku sesuai dengan orientasi keingintahuannya sebagai berikut :
  • Apakah informasi akuntansi itu berguna atau tidak, dan apakah dapat dimanfaatkan secara optimal.
Para pengambil keputusan, dalam mencermati informasi akuntansi untuk dimanfaatkannya, dipengaruhi oleh faktor-faktor : (1) bagaimana keputusannya dapat dibuat, (2) metode apa yang akan digunakan, dan (3) kapasitasnya untuk memperoleh informasi yang cukup.

Informasi yang dapat dimanfaatkan oleh pemakai tertentu belum tentu demikian bagi pemakai lainnya. Konsekuensinya, dicoba menyajikan informasi beragam, sementara itu, tempat, luas, dan biayanya, terbatas; Sehingga, diusahakan penyajian informasi dengan pengungkapan yang cukup memadai, ini berarti, berada dalam interval kebutuhan pengungkapan yang berlebihan dengan pengungkapan informasi yang kurang.
  • Apakah tidak kekurangan atau diperlukan informasi baru yang dapat menambah kegunaannya, sehingga keputusannya dapat dilakukan dengan lebih baik.
Keputusan dapat dilakukan dengan lebih baik, apabila tidak kekurangan informasi baru yang dapat menambah kegunaannya. Akan tetapi, informasi baru itu bisa kurang relevan dengan jika sebagian besar telah diperoleh, sedangkan sisanya diterima dibandingkan dengan kalau diterima seluruhnya sekaligus. Hal ini, berarti bahwa sebagian dari informasi tersebut, bisa kurang relevan untuk waktu tertentu karena nilainya berkurang.
  • Apakah informasi akuntansi tersebut, bisa dipelajari dan dimengerti.
Lalu, informasi keuangan adalah alat, sebagaimana alat lainnya yang dapat dipakai untuk membantu sesuai dengan kepentingannya.Oleh karena itu, pelaporan keuangan harus bisa dipelajari dan dimengerti oleh para pemakainya yang kebanyakan berasal dari non profesional akuntansi, sebagaimana halnya para profesional dapat memahaminya.

Dalam hal ini, keberadaan informasi akuntansi sesuai dengan konsep dan standarnya, dimaksudkan untuk memenuhi para pemakai eksternal perusahaan secara umum, bukan untuk kelas pemakai tertentu atau individu. Sehingga, dalam pelaporan keuangan itu mempertimbangkan berbagai kebutuhan informasi dalam arti luas dan umum.

Sehubungan dengan itu, suatu informasi bisa menjadi tidak berguna, karena tidak dapat dimengerti. Namun, demikian suatu informasi mungkin relevan dalam situasi tertentu, akan tetapi tidak dimengerti Oleh pemakainya, sehingga tidak dapat dimanfaatkan dalam situasi dimaksud. Sebenarnya relevansi itu, tergantung pada kapasitasnya dalam mengurangi unsur ketidakpastian dalam rangka meniadakan risikonya. Hal ini berarti, bahwa bagaimana memahami dan menafsirkan informasi untuk dimanfaatkan dalam situasi tertentu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel