Review Sony Ericsson Xperia X2

Review Sony Ericsson Xperia X2

Review Sony Ericsson Xperia X2

Sony ericsson xperia x2
Sony Ericsson Xperia X2.
Panel Pintar yang Unik.
Panel unik menjadi andalan Xperia X2 untuk membedakan dari perangkat pintar berbasis Windows Phone lain.

TAMPILAN panel home screen memang langsung menyita perhatian saat pertama kali bermain-main dengan Xperia X2 ini. Isi panel dapat bergerak-gerak layaknya kartun animasi. Dan itu bukan sebarang animasi.
Contohnya, panel Pixel City. Baterai penuh, 
kalau gedung bulat (di samping gedung berpapan nama Sony Ericsson) dengan mobil. Nah, kalau gedung parkir itu diketuk, kita akan dibawa ke pengaturan baterai. Lucu ya? Namun icon setting seperti ini mesti kita pelajari sendiri, sebab belum ditemukannya petunjuknya secara manual. Namun seru juga menjelajah isi panel dan menemukan hal-hal baru seperti itu.

Baca juga: Review Motorola Milestone: Puncak Kenyamanan

Pada panel tertentu, warna latar bahkan dapat berubah seiring waktu. Misalnya, panel "Growing Panel"; latarnya terlihat terang di siang hari, namun berubah gelap di saat malam hari. Coba tengok, akan terlihat kupu-kupu berterbangan 
di siang hari, sementara gantian kunang-kunang yang berterbangan pada saat malam harinya.

Lebih mantaps lagi, kita dapat set panel mana yang otomatis aktif pada rentang waktu yang ditentukan; tinggal seret saja panelnya ke timeline yang tersedia. Misalkan pagi hari kita membutuhkan baca berita bisnis; seret saja panel CNN News ke barisan jam 7 pagi sampai 11 siang. Kemudian jika sore hari kita ingin ber-Facebook-ria, tinggal taruh aja panelnya ke jam 7 sore sampai jam 11 malam. Panel-panel itu akan otomatis aktif sesuai jadwal yang sudah kita tentukan.

Xperia X2 sendiri mempunyai media input keyboard QWERTTY dan layar sentuh. Keyboard ini terdiri atas 4 baris dengan tombol pintas Windows di ujung kiri. Untuk bertelepon, kita tetap dapat menggunakan tombol angka di keyboard. Namun memang tetap lebih nyaman "memencet" keypad virtual di layar.

Walau layar sentuhnya dikabarkan jauh lebih baik dibanding yang dipakai X1 , namun masih berasa respon layar X2 lamban. Tidak hanya pada panel, pada menu biasa pun demikian. Alhasil, sering salah pencet; maksudnya ingin menggeser deretan icon, malah memencet icon. Padahal sudah beberapa kali dilakukan setel ulang layar. Mungkin karena kekurangan itu, Xperia X2 masih menyediakan stylus yang ada di siku kanan atas pada posisi portrait. Ini membuatnya kurang nyaman diraih bila kita memegang Xperia X2 pada posisi landscape, kecuali bagi yang kidal.

Kita dapat browsing dengan kecepatan tinggi berkat fasilitas HSDPA dan WiFi. Tapi tak terlihat fasilitas video call di perangkat ini. Satu lagi yang penting dicatat adalah perangkat ini mempunyai jack 3,5 mm dan dibekali kabel TV-out. Jadi kita dapat tampilkan isi layar ke TV, entah itu untuk keperluan presentasi saat kerja, atau sekadar pamer video yang direkam saat liburan akhir pekan. 

Sumber InfoKomputer

Baca juga: Review Samsung B7320 OmniaPro: Ponsel Bisnis Terjangkau
Buka Komentar