8 Hal Penting Yang Harus Dihindari Sebagai Publisher Adsense

8 Hal Penting Yang Harus Dihindari Sebagai Publisher Adsense

8 Hal Penting Yang Harus Dihindari Sebagai Publisher Adsense

penting untuk  diketahui seorang pemain adsense
Sebagai pemain Google Adsense tentu kita akan selalu waspada dengan yang namanya banned. Risiko ini merupakan hal krusial yang paling ditakuti oleh semua publisher Google Adsense, karena sangat merugikan.

Baca juga: Cara Daftar Google Adsense Dengan Mudah Dan Full Aproved

Untuk itu, kita harus mampu mengantisipasinya dengan menghindari hal-hal yang dapat membuat akun kita dianggap melanggar akan kebijakan dan ketentuan melanggar Google atas Adsense. Adapun hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.

Jangan pernah sesekali merubah kode asli dari Adsense

Kebanyakan orang berpikir cara untuk meningkatkan hasil dari sebuah iklan adalah dengan memanipulasi iklan itu sendiri. Salah satu yang paling umum dilakukan adalah manipulasi terhadap iklan Adsense.

Sayangnya, tidak sedikit publisher Adsense yang tidak mengetahui akan variabel yang diterapkan oleh Adsense. Sebenarnya pihak Adsense telah menyesuaikan tampilan hingga segala kebutuhan yang terdapat di blog publisher, meliputi setting warna link, background, border, dan sebagainya.

Maka untuk menghindari akan kemungkinan banned Adsense terhadap blog publisher, jangan sekali-kali merubah sedikitpun kode yang ada. Sebab, kode yang telah ditetapkan Adsense telah diparse sesuai dengan karakteristik template yang disediakan oleh blog publisher itu sendiri. Bukan berarti anda kemudian merubah kode yang sebenarnya, melainkan anda merubah bahasa pemrograman dari JavaScript ke HTML.

Jangan mencoba untuk mengklik iklan di blog dengan sengaja

Ini dia,cara klasik yang paling umum dilakukan oleh kebanyakan publisher Adsense, yaitu mengklik iklan di blognya sendiri dengan tujuan untuk memperoleh kuantitas klik lebih banyak.

Mungkin kedengarannya menarik jika kita ingin meningkatkan jumlah klik pada iklan di blog kita secara instan, namun jika kita melakukannya dengan cara ini justru akan membuat akun Adsense kita terancam kebanned.

Mungkin kelihatannya Google tidak akan tahu tentang cara ini, tapi itu mustahil, sebab Google Adsense adalahpenyedia iklan PPC terbesar, jadi sangat mungkin jika Google telah mengantisipasinya dan mampu mendeteksi kecurangan yang dilakukan oleh publisher iklannya.

Jangan sembarangan mencantumkan label pada iklan Adsense

Google telah merekomendasikan label yang boleh dipakai di tampilan blog, yaitu "Sponsored Link" dan "Advertisement". Untuk itu siapapun yang menjadi publisher Adsense sangat tidak diperkenankan untuk membuat caption di label diluar ketentuan Google.

Biasanya publisher seringkali mencantumkan kalimat-kalimat yang sekiranya dapat menarik perhatian pengunjung, seperti "Informasi Penting", Info Menarik, dan sebagainya. Demi menghindari banned dari Google, sebaiknya kebiasaan ini diantisipasi dan dihindari sebelum terlanjur.

Jangan membuat ruang/tempat iklan diluar yang telah ditentukan

Uniknya, seseorang yang tidak begitu mengerti dengan kebijakan Google Adsense melakukan hal-hal yang sekiranya itu tidak harus dilakukan. Misalnya saja, tidak sedikit diantara para publisher Adsense yang memasang iklan di blognya lebih dari ketentuan Adsense. Mereka melakukannya bertujuan agar peluang iklan diklik lebih besar, jadi mereka memperluas tampilan iklan tersebut di blognya, sehingga hasilnya dapat dikatakan semrawut.

Adapun 3 kriteria atau ketentuan Google Adsense dalam pemasangan iklan, yaitu meliputi:

1. 3 unit iklan biasa (iklan banner dan teks),
2. 3 unit iklan tautan (link text), dan
3. 2 unit penelusuran.

Jangan membuat halaman baru menjadi lokasi utama iklan Adsense, sebab Google sendiri telah menentukan bahwa iklan harus termuat di halaman yang sama. Jika anda telah terlanjur melakukan cara ini, segeralah ubah ke versi default Adsense agar resiko banned tidak menyasar ke akun Anda.

Jangan mengirim iklan Adsense anda melalui email

Seperti yang kita ketahui, email memiliki karakteristik HTML yang cukup baik, termasuk dalam menampilkan kode iklan Google Adsense. Tapi Google sendiri juga menganggap pelanggan apabila ada klik yang masuk melalui email. Maka jangan heran jika Google mengancam banned terhadap cara ini.

Jangan jalankan program Adsense dengan iklan sejenis lainnya

Lumrah jika Google Adsense sebagai penyedia iklan PPC terkemuka di dunia tidak mau disandingkan dengan penyedia layanan iklan lainnya. Hal itu menurut mereka untuk membuat Google Adsense menjadi layanan periklanan utama dalam sebuah blog.

Karena Adsense mampu membayar publisher, maka tidak heran jika Adsense ingin memperoleh timbal balik dari publisher itu sendiri. Hal demikian ditujukan untuk memaksimalkan popularitas Adsense sebagai penyedia iklan terbesar di dunia.

Penyandingan iklan ini juga berlaku dalam hal layanan pencarian selain Google. Sedangkan salah satu dari berbagai layanan pencarian yang diperbolehkan oleh Google Adsense adalah Chitika.

Hindari penggunaan akun Adsense dengan jumlah yang banyak

Sebenarnya, hanya dengan satu akun Adsense anda telah dapat memasang iklan di berbagai situs. Hasilnya pun kadang lebih maksimal daripada anda memiliki banyak akun Adsense namun tidak semuanya anda kelola dengan baik. Bukan hanya hal itu saja, pihak Google Adsense pun sebenarnya melarang akan penggandaan akun walaupun IDnya berbeda.

Jadi alangkah baiknya jika anda memfokuskan iklan di blog hanya dengan satu akun Google Adsense. Selain memudahkan dalam mengelola, satu akun Adsense dapat menghasilkan penghasilan lebih maksimal.

Jangan meletakkan kode Adsense di bagian halaman yang hampir berdekatan dengan file multimedia blog seperti gambar

Hal ini difungsikan agar pengunjung atau pembaca dapat membedakan makna iklan dan mana konten blog. Selain itu jangan pula menempatkan posisi iklan Adsense di bagian-bagian seperti tempat yang seharusnya digunakan untuk pesan "Selamat Datang" ataupun sejenisnya.

Baca juga: Cara Jitu Menaikan CPC Google Adsense Dengan Mudah

Demikianlah sekiranya hal-hal umum yang semestinya kita hindari untuk mencegah risiko banned dari Google.
Buka Komentar