Hasil Ijtima Ulama II, Ada Kewajiban Prabowo Subianto Rehabilitasi Hak-hak Habib Rizieq

Hasil Ijtima Ulama II, Ada Kewajiban Prabowo Subianto Rehabilitasi Hak-hak Habib Rizieq

Hasil Ijtima Ulama II, Ada Kewajiban Prabowo Subianto Rehabilitasi Hak-hak Habib Rizieq

bacanulis.com, hasil ijitima ulama II - Balon (bakal calon) dari kubu presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tandatangani terkait Pakta Integritas yang berisi terkait dari ke 17 poin komitmen dari hasil keputusan Ijtima Ulama ke II.

Seperti yang perlu diketahui pada hari minggu tanggal 16 bulan september tahun 2018 (16/09/2018) hasil ijtima ulama ke dua diselenggarakan kembali.

Ramai para ulama serta aktivis 212, 313 dan 414 yang menghadiri untuk pemilihan calon presiden tahun yang akan mendatang.
hasil ijtima ulama II
Hasil ijtima ulama II pun terdapat hal yang dibahas baik untuk balon (bakal calon) presiden selanjutnya yakni seperti kubu Prabowo Subianto & Sandiaga Uno juga Jokowi Dodo & K.H Ma'ruf Amin.

Ketua GNPF Ulama yakni Yusuf Muhammad Martak, Prabowo Subianto, Ketum PAN Zulkifli Hasan serta Sekjen PKS yakni Mustafa Kamal waktu itu bergandengan selesai penandatanganan pakta integritas hasil Ijtima Ulama II tepatnya di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat pada hari Minggu (16/09/2018).

Seperti yang dilansir dari laporan wartawan tribunnews.com yakni Danang Triatmojo, bahwasanya terdapat satu poin, yakni dalam poin ke-16 yang memuat atas kubu Prabowo ketika terpilih sebagai bakal calon presiden harus siap menggunakan hak prerogratif terkait jabatannya demi Imam Besar Habib Rizieq Shihab.

Untuk dalam 17 poin tersebut, tercantum satu poin untuk pernyataan atau juga komitmen untuk menggunakan hak seperti hak konstitusional serta atributif yang melekat menuju jabatan presiden, untuk melakukan dari proses rehabilitasi, yang bakal menjamin kepulangan serta memulihkan hak-hak dari Imam Besar Habib Rizieq Shihab.

Selain itu, terdapat pula poin itu juga dari kubu Prabowo Subianto diharuskan untuk siap memberikan keadilan bagi para alim ulama juga aktivis yang terlibat dalam aksi bela islam seperti aksi 411, 212 serta 313.

Baca Juga: Pokok Pikiran Al-Ikhwan Al-Muslimin Tentang Sistem Politik Islam

Bahkan kubu Prabowo Subianto pun harus siap untuk menjamin segala keadilan dari para aktivis tersebut yang mana pernah atau hanya sedang berurusan terkait hukum atas tindakan makar.

Dengan berhubungan dengan kesepakatan yang usai dibuat dalam Hasil Ijtima Ulama II, Prabowo telah berjanji bahwa ia akan melakukan yang terbaik serta mempersembahkannya kepada bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Terdapat 17 poin, yang mana semuanya adalah demi bangsa rakyat juga semua agama, benar-benar menyampaikan penghargaan untuk Ijtima Ulama yang mana memperjuangkan kepentingan besar, menegakan keadilan hanya untuk demi kepentingan seluruh rakyat negara republik Indonesia," ucap bakal calon presiden (Prabowo Subianto) setelah selesai menyerahkan dari serah terima suatu lembaran dari Pakta Integritas yang ditetima langsung dari Ketua GNPF Ulama yakni Yusuf Muhammad Martak, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat pada hari Minggu (16/09/2018).

Berikut bunyi poin terkait ponit ke-16 dari 17 poin dalam Pakta Integritas yang ditandatangani oleh Prabowo Subianto:

"Siap menggunakan hak konstitusional serta hak atributif yang melekat pada jabatan sosok Presiden untuk melakukan proses rehabilitasi, yang menjamin kepulangan dan memulihkan hak-hak dari Habib Rizieq Shihab yang mana sebagai warga negara Indonesia dan memberikan keadilan kepada semua para ulama, aktivis bela islam 411, 212, dan 313 yang mana pernah/sedang mengalami suatu proses kriminalisasi melalui tuduhan terkait tindakan makar yang usai disangkakan. Penegakan keadilan yang perlu dilakukan terhadap tokoh-tokoh lainnya yang pernah mengalami penzaliman."

Itulah hasil ijtima ulama tutur Prabowo yang mendaftarkan menjadi bakal calon presiden dalam periode selanjutnya.
Buka Komentar