Ini Dia Teka-teki Di Balik Melemahnya Nilai Tukar Mata Uang Rupiah!

Ini Dia Teka-teki Di Balik Melemahnya Nilai Tukar Mata Uang Rupiah!

Ini Dia Teka-teki Di Balik Melemahnya Nilai Tukar Mata Uang Rupiah!

rupiah anjlok terhadap dollar
Dollar meroket usai perhelatan akbar Asian Games 2018. Sepertinya momen itu entah suatu kesengajaan atau kebetulan karena mendekati pilpres, melambungnya nilai mata uang tersebut bertepatan persis setelah event dunia olahraga Asia itu digelar. Berbagai sentimen negatifpun ikut pula merebak, di tengah karut marutnya negeri,yang akan mengadakan pesta demokrasi tahun depan.

Saat ini level rupiah sudah menyentuh level 15 ribu perdolar AS yakni berada pada posisi 14.946,45 perdolar Amerika, sebuah rekor tertinggi di sepanjang sejarah. Teka - tekipun merebak takterelakkan lagi. Dilansir dari beberapa sumber, inilah penyebab nilai mata uang rupiah terpuruk di bursa efek Jakarta!

1. Neraca Perdagangan Defisit

Menurut sebuah sumber, neraca perdagangan sedang mengalami defisit. Berdasar data yang ada, Indonesia sebenarnya pernah surplus pada bulan Maret sampai Juni 2018. Namun terkait perhitungan secara tahunan, terjadi defisit sebesar 1,02 miliar dolar AS.

2. Kinerja perdagangan kurang optimal

Perdangan di dalam negeri yang kurang optimal, ikut andil menyumbang mata uang rupiah kian melemah terus terhadap dolar AS. Pada kondisi, yang kemudian berimbas atau menjadi penyebab utama neraca perdagangan Indonesia, mengalami defisit dan selanjutnya mengarah ke defisit transaksi berjalan. Tapi keadaan tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Banyak negara lain juga mengalami hal serupa.

3. Yield Spread

Penyebab lain melemahnya rupiah atas nilai dolar, adalah mengenai adanya Yield Spread antara US Treasury atau Surat Berharga Pemerintah AS dan Surat Berharga Tenor 10 tahun. Di mana hal tersebut semakin lebar, memparah keadaan rupiah di pasaran. Kecenderungan ini menyebabkan investor asing menjual surat utang ke Indonesia.

4. Sistem Perbankan

Perbankan juga ditengarai, ikut andil mencetuskan nilai mata uang rupiah menjadi lemah. Hal itu tak lain disebabkan pada infrastruktur perbankan yang kurang memadai. 

5. Trade War atau Perang Dagang

Disebutkan pula penyebab lainnya, yaitu mengenai keadaan perang dagang yang dilakukan para pemilik modal besar di pasar saham,sebagai pemegang kunci utamanya. Disinyalir makin memperburuk kondisi keuangan global.

6. Krisis Argentina

Hal ini diungkap oleh Menteri Koordianator Bidang Perekonomian pada 31 Agustus lalu, bahwa adanya krisis di Argentina sebagai salah satu penyebab rupiah melemah. Argentina baru saja mendapatkan suntikan dana 50 miliar dolar AS dari International Monetary Fund atau IMF, sebuah Badan PBB yang khusus menangani masalah keuangan dunia.

Akan tetapi arus modal Argentina masih sekarat, sehingga bunganya dinaikan sampai ke level 60%. Oleh karena keadaan itulah, yang ujungnya berimbas pada mata uang di negara Asia Tenggara ikut juga menjadi melemah 
Buka Komentar