Jangan Kuliah! Jika Fokus Mencari Kerja

Jangan Kuliah! Jika Fokus Mencari Kerja

Jangan Kuliah! Jika Fokus Mencari Kerja

Jangan Kuliah! Jika Fokus Mencari Kerja
Setiap calon-calon mahasiswa, jika ditanya untuk apa melanjut pendidikan ke tingkat perkuliahan?, sering jawabannya untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus. Walau ada juga, niat lain selain dari memperoleh pekerjaan yang layak, ada juga yang iseng dengan jawaban, misalnya ingin mencari jodoh, karena disuruh orang tua, karena ikut temen, dan jawaban yang lainnya, yang terkadang membuat kocak saat mendengarnya.
Tapi memang ada betulnya juga, menyandingkan niatan lain selain memperoleh pekerjaan. Saat mulai masuk di perkuliahan saja, sebenarnya ada tiga fokus utama yang dikenal dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu; Pengabdian masyarakat, Penelitian dan Pendidikan. Artinya, calon-calon sarjana sesungguhnya akan dibentuk untuk melayani masyarakatnya, ketika Ia kembali ke kampung halamannya, membangun dan mengembangkan kampung halamannya dengan melakukan penelitian dan juga berbagi pengetahuan.

So, sebagai anak kuliahan, tentu tidak hanya dibangun mindset ketika selesai ngampus dan jadi sarjana, fokus utama adalah mencari pekerjaan dan membangun karir dalam perkerjaan tersebut, sehingga reward (gaji) yang dihasilkan juga besar. Pemikiran seperti ini tidaklah salah, namun harus dipikirkan kembali bahwa ada hal-hal yang lain, yang itu sangat dibutuhkan oleh orang lain/orang banyak.

Tingkatkan seorang sarjana, sesungguhnya pada level membuat atau menciptakan pekerjaan. Itulah mengapa, seharusnya semakin banyak bermunculan gelar sarjana, maka semakin banyak lapangan pekerjaan yang ada. Namun, kenyataan ini berbeda terbalik, sebab saat ini orang yang banyak menganggur adalah yang bergelar sarjana. Dengan alasan pekerjaan yang tak cocok dengan gelar yang ada, begitu juga dengan gaji yang tak pas.

Lihatlah, sekitaran pekerjaan yang ada. Sangat banyak para sarjana yang bekerja tidak sesuai dengan keilmuan yang Ia ambil saat ngampus. Ada yang jurusan bahasa bekerja di Bank, jurusan ekonomi menjadi desiner, dan ada yang bergelar ST, menjadi pendidik di sekolah.

Ini mengapa, tak perlu kuliah jika hanya untuk bekerja. Sebab anak-anak yang tak berkuliah juga bekerja. Bahkan, pengusaha-pengusaha didominasi oleh anak non ngampus. Terlepas dari sudut pandang pekerjaan yang mereka dikerjakan. Jika seorang sarjana, hanya fokus mencari kerja, Ia sama saja dengan anak non ngampus, bahkan banyak anak non gampus yang sukses. Paling-paling berbeda dalam sisi pekerjaannya saja, jika anak non ngampus banyak yang menjadi pekerja kasar, dan anak ngampus kerjanya lembut-lembut.

Ada efek yang cukup berbahaya juga, jika setiap sarjana hanya berpikir mencari kerja. Pekerjaan tentu jumlahnya terbatas, jika tidak dimbangi dengan pekerjaan baru maka pekerjaan semakin sulit dan langkah, sementara jumlah sarjana tidak terbendung banyaknya yang keluar setiap semester dengan jumlah cukup banyak. Hal ini akan membuat persaingan yang ketat, yang menang menjadi pekerja dan yang kalah biasanya memulai usaha sendiri.

Mulai sekarang cobalah yang masih dalam tahap calon sarjana untuk mengubah mindset. Jadilah seorang mahasiswa dengan mindset yang kreatif, karena itu tugas dirimu menjadi seseorang yang bergelar maha. Berusahalah untuk mandiri dalam mengarungi kehidupan ini dengan banyak berbagi kepada sesama. Misalnya, membangunkan ide didalam diri, yang diwujudkan ke dalam terciptanya pekerjaan baru, yang itu akan menolong orang lain untuk menghidupi kehidupannya.

Tidak benar juga, jika seorang mahasiswa tidak memiliki cita-cita, ingin bekerja disana atau disini. Karena hal ini juga yang akan mendorong perjalanan ngampus mahasiswa, namun tanamkan juga bahwa Anda ingin hidup lebih dari itu. Pikirkan bahwa orang lain menantikan aksi Anda, supaya mereka terbantu dengan gelar sarjana Anda dan juga mengagumi sosok orang-orang yang bergelar sarjana, yang itu akan diwariskan ke anak-anak mereka.

Baca juga: Literasi Media Jadi Mata Kuliah Wajib, Pentingkah?

Sebagai kesimpulan yang sedikit, menjadi seorang yang akan bergelar sarjana, dapatkanlah pekerjaan yang memiliki waktu luang yang banyak, yang waktu itu di isi dengan berbagai aksi-aksi kebaikan, sebagai sebuah pengabdian dan rasa syukur terhadap gelar yang dimiliki. Hidup ini bukanlah hanya bekerja untuk diri sendiri, karena perkerjaan yang mulia adalah bekerja untuk kepentingan orang banyak. Mulailah bangun mindset tersebut dari sekarang dan bergeraklah kreatif supaya ketika sudah sarjana tidak bingung karena hanya persoalan mau kerja apa?
Buka Komentar