Mari kita Kenali Tanaman Pala yang Banyak di Cari Oleh Orang Eropa

Mari kita Kenali Tanaman Pala yang Banyak di Cari Oleh Orang Eropa

Mari kita Kenali Tanaman Pala yang Banyak di Cari Oleh Orang Eropa

Mari kita Kenali Tanaman Pala yang Banyak di Cari Oleh Orang Eropa
Saya yakin kamu telah mengetahui tanaman pala. Tanaman Pala yang termasuk jenis rempah-rempah ini sering digunakan sebagai bumbu dapur untuk memasak. Tapi akankah kamu tahu khasiat lain dari tanaman pala? Selain sebagai bumbu masakan dapur, ternyata pala mempunyai banyak manfaat lho, terutama sebagai bahan pengobatan tradisioanal.

Dalam kesempatan kali ini saya akan membongkar lagi sedikit sejarah tanaman pala atau rempah-rempah yang menjadi incaran orang orang bangsa Eropa zaman dahulu.

Baca juga: Di Balik Nikmatnya Sayur Bayam, Tersembunyi Bahaya Menakutkan! Apakah Itu?

Tanaman pala merupakan salah satu spesies dari genus Myristica lho. Tanaman Myristica fragrans merupakan spesies paling penting secara komersial yang merupakan tanaman asli di Kepulauan Banda, Maluku, Indonesia. Selain Indonesia Tanaman Pala wangi juga tumbuh di Pulau Penang di Malaysia dan Karibia, khususnya di Grenada lho. Tanaman pala ini juga tumbuh di Kerala, sebuah negara bagian di selatan India sana.

Pala ini mempunyai pohon yang berkayu, rata-rata mempunyai tinggi sekitar antara 10-20 meter. Tanaman pohno pala mulai berbuah ketika berumur 7-9 tahun dan mencapai produksi maksimal setelah umurnya 20 tahun.

Pala mempunyai warna hijau agak kekuning-kuningan, memiliki kulit tipis dan berdaging tebal dengan warna daging kuning pucat atau kuning kehijauan loh. Buah pala mempunyai diameter bervariasi antara 5-9 cm. Dan untuk daging buah pala mempunyai tekstur yang padat dan sedikit bergetah yang berbau menyengat. Tanaman pala yang matang di pohon tentu akan lekang terbelah dagingnya sehingga bisa  terlihat bijinya secara langsung.

Nama untuk pala sering dipakai untuk penyebutan biji-biji buah pala sendiri. Mengenai biji buah pala berwarna kecoklatan, yang berbentuk agak lonjong layaknya telur yang panjangnya yaitu sekitar 2-3 cm dengan berat rata  rata 5-10 gram. Dan untuk bunga pala merupakan lapisan lembut berwarna kemerahan yang menyelimuti biji buah pala tersebut.

Saat kita duduk di bangku pendidikan dasar, dulu kamu mempelajari Ilmu Pengetahuan Sosial terutama materi Sejarahkan ? Pasti kamu tahu bahwa rempah-rempah merupakan alasan bangsa Eropa datang ke Negara Indonesia. Bahan rempah rempah yang tidak tumbuh di Eropa mulai dikenal melalui hubungan orang orang bangsa Arab dengan bangsa Eropa atau bangsa Eropa saat perang salib pada abad ke 11.

Mereka yaitu orang orang Eropa sangat terobsesi dengan segala kemewahan istana istana Arab mulai dari tirai, kain sutera, karpet, mahligai sampai makanan orang orang yang dibumbui rempah rempah khas. Terdapat Manfaat Buah Pala Kandungan Nutrisi Dan Efek Sampingnya yang dapat kita pelajari disini.

Dan ternyata rempah rempah pada zaman dahulu tidak hanya digunakan sebagai bumbu masakan dapur saja Melainkan ada kaitannya dengan mitos bahwa aroma rempah tersebut berasal dari surga sehingga sering dipakai dalam ritual keagamaan untuk Dewa Dewi kepercayaan Yunani pada zaman dahulu kala.

Sesudah semua kabar itu, rempah rempah berkembang fungsinya yaitu menjadi bahan pengawet makanan, parfum sampai alat pembayaran. Dan kebutuhan akan rempah-rempah tidak terbendung lagi, semua bangsa Eropa berusaha mencari sumbernya sampai berlabuh di tanah Maluku.

Baca juga: Manfaat Buah Pala Kandungan Nutrisi Dan Efek Sampingnya

Mualnya perdagangan rempah rempah di Indonesia tentu saja sangat di untungkan, yaitu saat masih dilakukan oleh pedagang Arab, India, dan Tiongkok. Dan petaka datang saat bangsa Eropa menguasai system perdagangan yang mengawali sejarah penjajahan bangsa Indonesia. Ternyata bahan rempah rempah yang ada di Indonesia yang paling dicari oleh bangsa Eropa yang di diantaranya Tanaman Pala, Merica/Lada, Cengkeh, Jahe, Kayu Manis, Adas, Kapulaga, dan Kunyit.
Buka Komentar