Mengenal Adat Istiadat Maluku

Mengenal Adat Istiadat Maluku

Mengenal Adat Istiadat Maluku

Mengenal Adat Istiadat Maluku
Maluku adalah salah provinsi di Indonesia yang berada di timur dan ber ibu kota Ambon. Daerah ini terbilang mempunyai cuaca lebih ekstrim dari pada daerah jawa. Yang menjadi ciri khas dari orang Maluku tentu dapat kita temui dari cara mereka berbicara. Perlu Anda ketahui bahwa orang Maluku masih berpegang teguh pada adat dan istiadat nenek moyang. Seperti apakah itu ? Mari kita ulas..!!
Baca juga: Brand Kosmetik Lokal Yang Pernah Viral Di Sosmed

Arsitektur Rumah Tradisional Daerah Maluku

Rumah adat Baileo Nolloth merupakan salah satu dari baileo tua di pulau Saparua, Maluku. Bentuknya masih asli walaupun telah direnovasi pada tahun 1985. Baileo ini dibuat pada tahun 1653, sesudah orang-orang Nolloth turun dari negeri lama Nolloth di gunung ke tepi pantai pada tahun 1652 silam.

Penduduk Maluku tengah terbagi atas dua kelompok besar, yakni kelompok  pata lima dan pata siwa. Perlu di ketahui bahwa kelompok pata lima berada di daerah pulau Seram, dan kelompok  pata siwa berada di daerah Seram Barat. Jika ingin mengetahui kelompok masyarakat itu tergolong dalam kelompok pata lima atau pata siwa , maka Anda dapat memperhatikan  jumlah tiang yang terdapat pada sebuah suwane/ baeleo. Jika jumlah tiang suwane 5 maka masyarakat pemiliknya tergolong kelompok pata lima. Dan jika  jumlahnya 9 berarti tergolong ke dalam kelompok pata siwa.

Pakaian Adat Tradisional Daerah Maluku

Pakaian Tradisional Ambon

Terdapat beberapa contoh pakaian yang pada zaman dahulu yang pernah menjadi pakaian sehari-hari yang dipakai untuk aktifitas sehari-hari. Celana kes atau hansop, yakni merupakan celana anak-anak yang dibuat dari bermacam-macam kain dan dijahit sesuai selera masing-masing orang. Dan kebaya Manampal, yakni merupakan kebaya cita berlengan sampai siku yang dijahit dengan cara menambal beberapa potongan kain yang diatur dan disusun dengan rapi nan indah.

Pakaian Tradisional Manimbar

Jika kita lihat bahwa pada dasarnya pakaian adat masyarakat Manimbar kini tidak lagi dipakai pada kehidupan mereka sehari-hari. Walaupun ada yang memakai, itu hanya terbatas pada kaum yang sudah berumur atau lansia. Pakaian ini diantaranya kutang liman malawan, yakni sejenis kebaya yang berlengan pendek ataupun panjang untuk bagian atas, dan di bagian bawah mengenakan kain sarung.

Dan mengenai pakaian adat wanita Tanimbar terdiri dari kebaya dan kain tenun yang biasa disebut tais matau atau tais wangin. Dan untuk kaum pria Tanimbar menggunakan kemeja panjang dan celana panjang dengan kelengkapan berupa umpan, yakni selembar kain tenun yang diikat di pinggang, sinune, tutuban ulu, kain penutup kepala, berhiaskan somalea yang tentunya akan terlihat indah.


Alat Musik Tradisional Maluku

Semua daerah di Indonesia biasanya mempunyai alat musik daerah atau yang lebih dikenal dengan sebutan alat musik tradisional setempat. Dan jenis alat musik tradisional yang dimiliki oleh  Maluku yang biasanya dipakai untuk mengiringi berbagai kesenian daerah setempat yang diantara yaitu rebana, tifa, totobuang, ukulele, dan suling bambu. Ada begitu banyak Kebiasaan Orang Maluku, Adat Istiadat Dan Ciri Cirinya yang dapat kita pelajari untuk mengenal Indonesia lebih dalam.

Seni Kerajinan Rakyat Maluku

Baca juga: Kebiasaan Orang Maluku, Adat Istiadat Dan Ciri Cirinya

Provinsi Maluku terkenal mempunyai beberapa jenis kerajinan rakyat, seperti seni pahat, seni patung, seni ukir seni lukis, dan lain-lain. Kerajinan kayu, seni pahat, seni ukir, dan kerajinan tenun tangan ada di daerah Maluku Tenggara. Mengenai kerajinan lainnya, yakni anyaman pakis ada di Ambon, anyaman bambu ada di Seram bagian Timur, gerabah ada di Maluku Tengah, dan juga Kerajinan kulit kerang ada di Kepulauan Aru.
Buka Komentar