Sisi Gelap Mahasiswa Menjadi Anak Kos-Kosan

Sisi Gelap Mahasiswa Menjadi Anak Kos-Kosan

Sisi Gelap Mahasiswa Menjadi Anak Kos-Kosan

Sisi Gelap Mahasiswa Menjadi Anak Kos-Kosan
Berpikir seorang mahasiswa, tentu ada gambaran yang menarik didalamnya. Sebab memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dari berbagai pihak. Contohnya saja, bagi masyarakat bila melihat sosok mahasiswa, didalam pikirannya akan tergambar bahwa mahasiswa itu tertib dalam segala aktivitas, baik jadwal istirahatnya, jam belajarnya, dll.

Dan banyak pandangan dari pihak lain, yang pada dasarnya berirama positif dengan gelar yang disandang yaitu 'Mahasiswa'. Memang jika disadari kata Maha yang dilekatkan itu memiliki arti yang begitu mendalam, yang sama dengan pelekatan terhadap TUHAN, yang sama-sama menggunakan kata depan 'MAHA'.

Pandangan positif tentu banyak dikaitkan dengan sandangan mahasiswa pada seseorang. Kecerdasan, teratur, agen ide/gebrakan, kenetralan atau tidak memihak politik kepentingan, membelah masyarakat tertindas. Banyak aktivitas positif yang dilakukan mahasiswa, bahkan tanpa imbalan/pamri.

Tapi, tahukah! bahwa ada sisi gelap mahasiswa yang biasanya sebagai anak kos-kosan terkhususnya. Ini berdasarkan penglihatan pribadi dan juga pengalaman pribadi, saat menjadi anak kos-kosan.

Berikut ini beberapa sisi gelap mahasiswa saat menjadi anak kos-kosan;

#1. Tidur Malam
Ini kebiasaan yang buruk, yang sering dilakukan mahasiswa pada saat menjadi anak kos-kosan. Apalagi mahasiswa dengan label aktivis, kerap sekali melakukan diskusi di malam hari.

Awalnya sesekali tidur malam, dan lama kelamaan menjadi jadwal rutin, karena waktu luang diskusi memang di malam hari. Ini akan semakin buruk, jika sudah menjadi kebiasaan. Waktu akan menjadi terbalik, malam sebagai aktivitas penuh dan siang untuk istirahat.

Kalimat tidur malam merupakan aktivitas negatif. Berbeda dengan jika kalimatnya bangun malam. Tidur malam, berarti sepanjang malam hari belum ada tidur, jika bangun malam berarti sebelumnya sudah tidur.

Nah, dalam segi kesehatan juga kebiasaan tidur malam akan berdampak buruk pada kesehatan. Hati-hatilah dalam mengatur waktu tidur, yang biasanya tidur malam di gandrungi mahasiswa di semester-semester akhir.

Baca juga: Dampak Buruk Mahasiswa yang Terlalu Sering Tidur Malam

#2. Makan Tidak Teratur
Dikatakan makan teratur terkait jadwal dan kuantiti pada umumnya, yang biasanya makan 3 kali sehari, dengan waktu pagi, siang dan sore (maghrib).

Menjadi seorang mahasiswa, sering melupakan jadwal makan yang baik. Makan tidak mengikuti jam makan, terkadang makan pagi, digantikan dengan makan siang, makan siang menjadi makan sore dan makan sore, berubah jadwalnya menjadi makan dilarut malam.

Terkait kuantitinya, yang normal 2-3 atau 2-4. Ada mahasiswa yang makan hanya sekali sepanjang hari, sehingga waktu lain di batehnya untuk tidur, walau persoalan ini biasa dengan alasan penghematan, tapi dampaknya sangat buruk bagi tubuh. Atau dengan kondisi lain, yaitu makan secara berlebihan, yang biasanya di terapkan oleh mahasiswa yang bapaknya orang kaya. Makan yang sering di warung, kemudian ditambah makan malam yang terlalu banyak plus cemilannya. Makan malam berlebihan sudah cukup membahayakan, bisa-bisanya terkadang selesai langsung tidur.

#3. Buang-buang Waktu
Lagi-lagi ini terjadi pada mahasiswa dengan tingkat semester tinggi. Sudah tak lagi teratur jadwal kuliah (hanya sedikit), sehingga banyak waktu luang yang ada. Namun, sangat disayangkan, waktu luang yang ada tersebut sangat banyak disia-siakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat,

Misalnya, bermain game dengan tempo waktu yang lama, nyanyi-nyanyi sepanjang malam, nongkrong di warung sambil TST-an dan bermain catur.

Padahal waktu sungguhlah berharga, terkhusus bagi seorang mahasiswa yang harusnya bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan skill.

Baca juga: Jangan Kuliah! Jika Fokus Mencari Kerja

ketiga hal di atas, tidaklah dilakukan oleh semua mahasiswa. Tapi tidak sedikit juga yang melakukan kebiasaan buruk tersebut.

Perlu untuk disadari, bahwasanya kebiasaan itu sulit dihilangkan. Masih mending jika kebiasaan itu baik, ini yang menjadi kebiasaan adalah sesuatu yang mendatangkan keburukan. Sungguh-sungguh perlu dihindari kebiasaan buruk tersebut, yang juga dengan sungguh-sungguh. Karena, memang sangat banyak godaan yang datangnya dari temen sendiri, sehingga harus sungguh-sungguh dalam menagkalnya.
Buka Komentar