Cara Menanam Lidah Buaya Di Polybag

Cara Menanam Lidah Buaya Di Polybag

Cara Menanam Lidah Buaya Di Polybag

cara menanam lidah buaya di polybag
Siapa yang tak mengenal tanaman satu ini, yakni lidah buaya atau disebut pula aloe vera. Populer di tengah-tengah masyarakat digunakan sebagai sebagai bahan campuran  shampo, luka bakar. Dan yang lebih terdengar unik adalah banyak dijadikan camilan segar layaknya pudding, yaitu nata de coco.

Jika dijabarkan menurut ilmu kesehatan, keberadaan tumbuhan tersebut banyak sekali mengandung manfaat. Antara lain dapat ditulis di sini : Menjaga kesehatan kardiovaskuler termasuk pula daya tahan tubuh, sebagai sumber asam amino yang membantu pertumbuhan sel atau jaringan, memperlancar sistem pencernaan dan membantu penderita diabetes. Selain itu berguna pula dalam bidang kosmetik sebagai bahan pembersih sekaligus pelembab wajah, hand body hingga pencuci rambut dan bahan luluran serta masker wajah.

Baca juga: Cara Membuat Akuaponik untuk Budidaya Ikan

Mengingat banyaknya kebaikan yang bisa diperoleh, maka tak salah bila dikembangkan. Bila tertarik mengikuti, berikut cara-caranya. Terbilang tumbuhan tak manja, asal sesuai tempat tumbuh, lidah buaya dapat berkembang baik.

1.        Menyiapkan Tempat

Sebab kita akan menanamnya di rumah, maka tempat terbaik yaitu memakai polybag. Pilih yang tidak terlalu kecil namun tidak pula yang terlalu lebar. Oh, ya disamping berfungsi sebagai tanaman yang bisa dimanfaatkan secara komersil, bisa pula digunakan sebagai tanaman hias yang menghiasi ruangan rumah Anda.

Sebab faktanya lidah buaya juga mampu tumbuh baik di dalam ruangan, asal tetap mendapat sinar matahari cukup untuk fotosintesa. Caranya ialah dengan membawanya keluar setiap pagi hari, kemudian setelah sore hari dimasukkan ke dalam rumah. Karena pada dasarnya lidah buaya meski tempat tumbuhnya di tempat teduh terlindung dari matahari. Namun tetap saja kebutuhan akan sinarnya, tetap dibutuhkan untuk hidup.

2.       Menyiapkan Media Tanam

Lidah buaya tak begitu menyukai jenis tanah yang terlalu basah, tapi pada umumnya kering. Meski demikian kebutuhan akan air tetap diperlukan. Hanya saja intensitas pemberiannya harus secara berkala, jangan terlalu sering sebab dapat menyebabkan kebusukan. Karena tanaman lidah buaya sendiri pada dasarnya sudah mengandung banyak air di bagian batang.

Pilih tanah di kebun, kemudian  campur dengan pasir dan sedikit pupuk kompos atau kandang, agar pertumbuhannya baik. Sedang jika dimanfaatkan sebagai tanaman hias, Anda dapat menambahkan batu-batu koral, batu apung dan perlit, supaya cantik sedap dipandang mata.

3.       Proses Penanaman

Secara umum dapat dijelaskan di sini bahwa proses penanaman lidah  buaya sama seperti saat menanam tumbuhan lain. Tidak terlalu dalam sebab bisa akar bisa busuk, dan  juga tak terlalu dangkal, karena bisa menyebabkan batang mudah roboh, bila telah mengalami pertumbuhan tinggi.

Baca juga: Mari kita Kenali Tanaman Pala yang Banyak di Cari Oleh Orang Eropa

Pilih anakan atau lidah buaya yang masih kecil ukurannya. Usahakan carilah yang masih terlihat segar tanpa bintik hitam. Sehingga nanti pertumbuhannya akan baik.

4.       Memperhatikan Waktu Penyiraman

Seperti  yang sudah sedikit disinggung di atas tadi, lidah buaya memang tak begitu membutuhkan air sebagai penunjang tumbuh kembangnya. Akan tetapi soal penyiraman juga tak bisa diabaikan begitu saja. Serta pastikan pula polybag memiliki drainase yang baik, guna membuang kelebihan air.

5.       Tehnik Perawatan

Ada beberapa tahapan :

·         Pemupukan

Untuk membantu pertumbuhannya, lidah buaya tetap memerlukan pupuk. Umum yang biasa digunakan jenis organik atau NPK. Diberikan dua minggu sekali dengan dosis 2gr/polybag.

·         Perawatan

Walaupun tanaman lidah buaya tak rewel perawatan, akan tetapi hal tersebut tetap dibutuhkan. Terutama hal pencahayaan. Ideal, tidak terlalu kurang dan lebih. Sebab andaipun berlebih akan menyebabkan daun bermasalah dengan menunjukkan tanda bintik cokelat atau oranye. Semakin kentara terlihat semakin tak baik, daun berubah jadi bersisik. Pertanda ia kelebihan sinar matahari di tubuhnya, dan harus segera dipindah ke tempat teduh, tapi tetap mendapat sinar matahari cukup.

6.       Pemanenan

Jika tak ada aral melintang, enam bulan lidah buaya sudah bisa dipanen. Ambil bagian daun paling luarnya lalu potong. Siap dijual ke pengusaha nata de coco, perusahaan pembuat kosmetik dan ramuan herbal.

Baca juga: Untung dengan Berbisnis Tanaman Hias ini, Coba Tanaman ini!

Bagaimana mudah bukan cara menanam tanaman lidah buaya ini? Selamat mencoba. Semoga sukses menyertai usaha Anda saat membudidayakannya nanti.
Buka Komentar