Cara Mendampingi Anak Perempuan Yang Baru Mendapatkan Menstruasi Pertama

tips dalam mendampingi anak perempuan yang baru pertama kali datang bulan
Mendampingi putri kecil kita yang baru saja mendapatkan haid pertama kali, memang sedikit membuat kerepotan tersendiri. Pasalnya, tak jarang saking kaget dan gugupnya, tak jarang mereka jadi jatuh sakit. Terkejut, bingung sebab dan tak biasanya terjadi.

Namun sebagai orang tua khususnya sang ibu, tidak perlu ikutan cemas. Karena ini fase alami yang harus dilewati oleh semua wanita di dunia. Jadi bersikaplah wajar.

Akan tetapi terkadang ada sebagian ibu yang sedikit ribet  menghadapi. Nah, supaya tidak terjadi demikian, ikuti langkah-langkah berikut agar si anak paham.

1. Beri pengertian sebelumnya sebelum masa itu ada datang

Cepat atau lambat jika memiliki anak perempuan, momen tersebut pasti akan dialami. Sebagai orang tua, hendaknya jauh-jauh hari si anak sudah diberikan pengertian secara gamblang, tentang apa yang akan dialaminya kelak, supaya nanti mentalnya lebih siap lagi menerima keadaan itu.

Berikan pemahaman secara jelas yang bisa dicerna oleh akal pikirannya. Informasi serta diskusi, dilakukan senyaman mungkin. Buat atau latih jiwanya menghadapi itu sedari awal, agar  tidak panik saat sedang terjadi.

2. Menjelaskan terperinci hal-hal seputar haid

Seperti seorang guru di sekolah, khususnya ibu memiliki kewajiban penuh menjelaskan hal tersebut kepada gadis kecilnya. Penjelasan ini seputar :

-          Mengapa hanya wanita yang mengalami
-          Di usia berapa, hal itu mulai dialami
-          Menceritakan sesuatu yang bernilai positif
-          Dan masih banyak lagi

Lakukan pada saat si anak dalam kondisi baik perasaannya. Termasuk pula mengenai etika pergaulannya kelak dengan lawan jenis. Sedini mungkin, Anda sebagai orang tua harus menetapkan batasan, mengenai apa yang boleh dilakukan dan tidak, berikut imbas jika mereka menentang, melanggar peraturan tersebut.

3. Menerangkan tentang alat kebersihan yang harus dipakai

Sebab terjadi perubahan signifikan dalam tubuhnya, tentunya kebutuhan akan hal tersebut juga ada. Misalnya alat perlengkapan seperti pembalut, tipe celana dalam yang layak dipakai dan sebagainya. Buat si anak lebih melek lagi, menjaga kesehatan area kewanitaannya, setelah mendapati fase ini.

Beri pengertian pula, bahwa sesudah dirinya mengalami menstruasi keadaanya sudah tak sama dengan sebelumnya. Ia sudah tumbuh besar dan bukan anak-anak lagi. Mintalah dirinya untuk lebih bertanggung jawab kepada dirinya, orang tua dan lingkungan masyarakat.

4. Menyedikan perlengkapan kebutuhan menstruasi

Hal yang tak kalah penting yakni menyediakan perlengkapan kebutuhan menstruasi sendiri. Jadi tidak hanya memberitahu saja, namun disediakan pula di rumah buat berjaga-jaga. Karena kedatangannya tidak bisa diprediksi.

Ini guna mengantisipasi andaikata haid datang tidak pada waktunya. Misal malam hari atau saat berpergian jauh. Sekalipun baru yang pertama dan bukan sudah rutin terjadi setiap bulan. Pembalut serta celana dalam, harus siap sedia di rumah.

5. Membantu dirinya menerima dengan wajar

Sekali lagi, sebagai orang tua tidak perlu ikutan panik. Bersama dirinya, terimalah dengan wajar. Peluklah dia dan ucapkan kata lembut, bahwa kini ia sudah menjadi gadis remaja. Supaya si anak tak malu dan tetap tenang hatinya.

Fase wanita tersebut tidaklah membingungkan bagi putri kecil kita, bila sedari awal sudah diberikan pemahaman dan pengertian jelas. Jadi orang tua tidak perlu ikutan cemas, hingga si anak tambah tak mengerti. Tetap semangat Anda, menjadi orang tua dengan anak gadis menginjak remaja. Jangan mengabaikan keberadaan dirinya, agar selamat masa depannya.

0 Response to "Cara Mendampingi Anak Perempuan Yang Baru Mendapatkan Menstruasi Pertama"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel