Yang Lagi Viral! Pria Menjual Helikopter Bekas Mencapai Puluhan Milyar, Hanya Lewat Facebook

Yang Lagi Viral! Pria Menjual Helikopter Bekas Mencapai Puluhan Milyar, Hanya Lewat Facebook

Yang Lagi Viral! Pria Menjual Helikopter Bekas Mencapai Puluhan Milyar, Hanya Lewat Facebook

pria menjual helikopter bekas mencapai puluhan milyar hanya lewat facebook
Jangan pernah meremehkan keberadaan facebook, apalagi bila digunakan untuk berbisinis mencari rejeki. Meski bila diperhatikan secara sepintas, itu terlihat sangat sepele. Namun efek yang ditimbulkan, bisa dahsyat luar biasa, jika memposting sesuatu di sana.

Seperti yang terjadi berikut ini. Dilansir dari laman situs tribunnews.com, seorang pria belum lama membuat geger dunia maya, sebab unggahan produk jualannya. Adapun barang yang dijual adalah sebuah helikopter bekas, di mana harganya mencapai kurang lebih 25 milyar.

Pria tersebut bernama Rahman Wijaya Setiawan, berasal dari Tegalarum Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Profesi sehari-harinya memang seorang pebisnis yang memasarkan mobil di forum media sosial. Orang-orang dan teman dekatnya, sudah tidak merasa heran dengan berbagai harga yang ditawarkan itu.

Bersama kawan-kawannya, ia tergabung dalam sebuah grup jual beli yang biasa melayani kebutuhan sehari-hari. Misalnya keperluan rumah tangga, mobil dan lain sebagainya. Tapi unggahan Rahmat kali ini, cukup membetot perhatian mereka.

Rahmat memposting sebuah helikopter lengkap dengan spesifikasinya, yakni berupa gambar berikut harganya. Begini isi postingannya yang bercerita tentang jenis interiornya : Jenis PK-JTT S/N 53455 CAE-847495. Mesin Engine RR Roll Royce. Tahun pembuatan 2000. Selain itu, Rahmat juga mencantumkan lokasi bila ada yang berminat untuk datang meneliti keberadaan  barang tersebut. Yang tak lain berada di Dermaga Peti Kemas Tanjung Perak Jakarta.

Ia tidak menyadari, bahwa semenjak mengunggah produknya, langsung menjadi viral sebab nitizen merasa terkejut campur heran. Maklumlah, selama ini yang dikerjakan Rahmat hanya menjual mobil, dan itupun menurut pengakuannya hanya mentok di level harga 350-an juta saja, tidak lebih. Namun sekarang harganya, lumayan bikin fantastis yang melihatnya.

Tak sedikit yang ragu, mempertanyakan kebenaran akan berita tersebut. Beberapa juga ada yang terlihat sudah mulai melakukan penawaran. ‘’Ada yang sudah berani menawar 20 miliar, ‘’aku pria ini pada media Tribun yang meliputnya kemarin.

Hal tersebut juga dibenarkan  oleh rekan Rahmat, Ratno Agustio Hoetomo (46) warga Kabupaten Sukoharjo. ‘’Saya ada saudara dari Jakarta, jadi helikopter itu milik pengusaha, saya ikut menjualkan.’’ Begitu ucap Rahmat berterus terang tentang unggahannya tersebut. Dia berharap jualannya itu ada yang tertarik untuk membeli darinya.

Begitulah kemajuan internet bagi peradaban manusia. Asal digunakan untuk kebaikan, maka kebaikan pula yang akan datang. Begitu juga sebaliknya. Berhati-hati, harus tetap dilakukan ya, demi menghindari hal buruk yang bisa saja menimpa diri sendiri.

Terpenting, bijak pula dengan apa yang dibagikan di facebook. Jangan asal tulis dan unggah gambar saja, tapi tidak bertanggung jawab sesudahnya. Ingat pula, Anda sedang berhadapan dengan banyak karakter pribadi di sana, yang tak akan pernah sama dan sejalan dengan apa yang Anda laku dan pikirkan.

Saat sesuatu Anda bagikan di jejaring sosial tersebut, maka sudah tidak lagi menjadi milik pribadi Anda sendiri. Publik berhak menilai dan memberikan komentar sesukanya, dan Anda tak bisa melarang. Meski ada UU tentang ITE yang mengatur, tetap saja Anda dituntut selalu tetap waspada, jaga diri. Dari kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi, menghampiri kehidupan Anda saat kelak.

Jadi kesimpulannya, tetap bersikap wajar dan bertanggung jawab. Terutama bila Anda seorang pebisnis. Jangan sampai melakukan penipuan terhadap calon konsumen Anda, sekalipun berada di dunia maya, tak bisa bertatap muka secara langsung.

Sumber
https://jatim.tribunnews.com/amp/2018/12/21/pria-asal-karanganyar-jadi-viral-seusai-jual-helikopter-bekas-di-facebook-seharga-rp-25-miliar?page=all
Buka Komentar