Cara Mudah Mengajari Anak Mengaji

tips gampang mengajari anak mengaji
Mengajari anak-anak mengaji sebenarnya bukan perkara mudah loh, Bunda. Bila sedari awal sebagai orang tua kurang memberi perhatian soal satu ini. Semakin besar akan semakin sulit diarahkan, jika Bunda selaku orang yang menghadirkan dirinya ke dunia, tidak membiasakan diri melatihnya sedari dini.

Anak yang sholeh dan shaleha tidak didapat melalui cara instan. Harap Bunda pahami. Semua butuh kerja keras plus perjuangan panjang dari kedua orang tuanya, yang tiada tanpa lelah membimbing serta mendoakan kebaikan putra-putrinya.

Nah, bila Bunda merasa masih butuh pengetahuan dan trik mengajari anak-anak supaya gampang mau mengaji, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan.

1. Orang tua harus mau memberi contoh nyata

Tidak hanya tentang mengaji saja ya, mengenai ibadah lainnya juga berlaku. Bila Bunda menuntut anak-anak rajin mengaji, maka Bunda seyogyanya harus rajin mengaji pula. Rutin mendatangi masjid, mendengar tausiyah ustadz dan kyai.

Bagaimana mungkin ya, nasihat serta permintaan Bunda didengar anak-anak, bila sebagai orang tuanya, bisanya hanya menuntut anak tanpa pernah mau berbenah. Memperbaiki diri serta memberi contoh ke masjid? Ibarat kata, anak diteriaki disuruh ke masjid beribadah, tapi dirinya sendiri justru asyik di depan layar tv menonton sinetron kesayangan.

Apakah kira-kira nanti anak-anak akan menurut segala perintah dan permintaan orang tua? Tidak bukan? Apakah Bunda tidak malu, jika teriakan protesnya didengar tetangga yang lewat depan rumah?

2. Menyediakan semua fasilitas beribadah

Fasilitas ibadah juga penting, Bunda! Sebab itu merupakan alat-alat pendukung lancarnya sebuah ibadah yang akan dilakukan nanti. Jadi selain memberi contoh bagus pada anak-anak, sediakan juga keperluan alatnya, misalnya : Al Quran, peci, sarung, mukena dan lain sebagainya. Jangan hanya bicara saja ya! Namun urusan pendukungnya tidak ada sama sekali di rumah.

3. Mendukung dirinya untuk belajar

Support diperlukan si anak manakala dia kedapatan sangat malas melakukan aktifitas ini. Bunda dapat mencurahkan seluruh perhatian pada dirinya, dengan cara mendongeng kebaikan manfaat dari mengaji supaya si anak tertarik. Ceritakan pula dampak buruknya bagi orang yang enggan mengerjakan, berikut konsekwensi yang harus diterima bila membangkang tak menaati peraturan Allah.

Namun dalam memberikan wawasan tersebut, sebaiknya Bunda tetaplah bersikap lembut. Berikan contoh pengertian yang bisa dicerna oleh akalnya sesuai usia dia. Jangan menjelaskan terlalu berbelit, sehingga dirinya susah memahami maksud Bunda.

4. Beri reward bila dirinya sukses belajar mengaji

Tak ada yang salah, ketika si anak berhasil menuntaskan pelajaran mengajinya kemudian Bunda memberi reward untuknya sebagai hadiah. Semuanya bertujuan demi kebaikan dan kemajuan dia di masa mendatang, agar lebih bersemangat lagi melakukan kegiatan itu.

Akan tetapi, tentu saja timingnya harus dipilih yang tepat. Supaya anak tidak salah penafsiran. Jadi kesimpulannya Bunda terus mengupayakan pendampingan dan bimbingan yang bagus pada mereka. Mengarahkan terus menerus, tanpa pernah mengenal istilah menyerah dan putus asa.

Zaman sudah semakin canggih, Bunda. Mau sehebat apapun kemampuan seseorang, bila dalam jiwanya tak ada pondasi kuat masalah agamanya, maka orang tersebut tetap tidak bisa mempertahankan diri dari godaan dunia yang sudah semakin kacau ini. Oleh sebab itu, penting kiranya para Bunda semua tak hanya mementingkan pendidikan sekolah resmi saja, yang pokok dari attitude yakni soal ajaran spiritualnya, dilupakan. Agar berimbang, kerjakan keduanya ya, Bunda! Salam!

0 Response to "Cara Mudah Mengajari Anak Mengaji"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel