Tips Menghadapi Ibu Mertua Otoriter

cara menghadapi ibu mertua yang otoriter
Memiliki ibu mertua yang bersifat kaku dan otoriter, adalah persoalan tersendiri, ya Bunda. Terdengar menakutkan dan sangat tak nyaman di hati. Tak ada sesuatu yang bisa dilakukan, selain mengalah, yang lama-lama besar kemungkinan menyebabkan depresi pada diri Bunda sendiri.

Memang menyedihkan. Perasaan tersebut hanya bisa dipahami oleh mereka yang bernasib sama. Akan tetapi Bunda semua tidak perlu cemas. Sebab di sini ada beberapa trik yang bisa dipraktikkan, seperti berikut ini :

1. Mengalah

Sudah disinggung tadi, jalan bijaknya adalah mengalah. Melawan sama saja menciptakan masalah baru dengan suami. Antara ibu dan anak bertikai gegara Bunda.

Tentu hal tersebut bukan sesuatu yang diinginkan bukan? Walau terasa sakit, Bunda tak bisa mengingkari keberadaan orang tua suami. Dia orang yang melahirkan dan merawat, jadi Bunda menjadi wanita beruntung yang menemukannya.

Sadari ini, jangan memperpanjang masalah. Entah Bunda di pihak yang benar atau tidak, menghargai ibu mertua tetap menjadi kewajban menantu. Jangan diabaikan.

2. Mandiri

Mandiri ialah sikap di mana Bunda mampu membantu perekonomian keluarga. Sedikit banyak hal tersebut berpengaruh besar terhadap tindakan ibu mertua. Jika Bunda bisa memenuhi persyaratan ini, percayalah ibu mertua pasti akan berpikir ulang memperlakukan Bunda semena-mena, sebab Bunda ikut berkerja mencari nafkah, bukannya duduk manis di rumah.

Walaupun kewajiban suami, tapi tetap tak ada salahnya seorang istri meringankan bebannya bukan? Mereka jadi tak berpikir, Bunda hidup layaknya parasit! Apalagi kalau sedari semula, pernikahan sudah tak direstui, perlu kerja keras membuktikan bahwa Bunda menantu yang baik.

3. Bangun komunikasi yang baik

Jangan menyerah! Meski diemehkan, Bunda tetap berusaha membangun komunikasi yang baik dengan ibu mertua. Caranya adalah sebagai berikut!

- Dekatkan dirinya dengan anak-anak yang notabene adalah cucu-cucunya, jangan dijauhkan
- Mengirim menu masakan kesukaannya
- Mengajaknya berobat bila sakit, serta merawatnya dengan setulus hati
- Sesekali mengajaknya liburan bareng keluarga
- Terlibat dalam acara keluarga yang diadakannya
- Mencoba membantu kesulitan yang dihadapi dan sebagainya.

Hal-hal di atas tadi bila hati ihklas mengerjakan, percayalah Tuhan pasti akan menolong mengentaskan kasus Bunda. Terpenting jangan menyerah dan putus asa  berlakulah baik pada ibu mertua.

4. Berusahalah untuk memberinya cucu

Contoh kasus berbeda, bila yang menjadikan ibu mertua sedemikian otoriter besar kemungkinan dirinya menginginkan seorang cucu dari Bunda, jika secara kebetulan faktor cucu yang jadi pemicunya dan Bunda belum mampu menghadirkan. Namun itu persoalan Tuhan. Sebagai manusia hanya bisa menjalani ihtiar dan berusaha sebaik mungkin, berdoa mendapatkan yang terbaik.

Lebih pedih lagi, jika ibu mertua mengajukan sesuatu yang menyakitkan. Suami diminta menceraikan Bunda, atau menyuruhnya menikah lagi demi memperoleh keturunan. Situasi makin kacau ya, dan tak bisa berbuat apapun.

Tapi Bunda, tak ada masalah diciptakan Tuhan tanpa solusi yang baik. Semua telah disediakan. Hanya saja Bunda harus berusaha lebih keras lagi menemukannya.

Kesimpulan kisah tersebut kunci utamanya di pihak suami. Bisa menjadi bijak dan dewasa menyikapi tidak pertikaian dua orang wanita yang ia cintai ini. Mampu berlaku adil ataukah tidak.

Terlepas dari persoalan yang tengah Bunda hadapi, memperlakukan ibu mertua dan suami tetap menjadi tanggung jawab Bunda, selaku istri sekaligus menantu perempuan. Sekali lagi, bersabarlah, s ini ujian. Tetap hormati mereka semua.

0 Response to "Tips Menghadapi Ibu Mertua Otoriter"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel