Trik Menyikapi Anak Yang Malas Belajar

Trik Menyikapi Anak Yang Malas Belajar

Trik Menyikapi Anak Yang Malas Belajar

cara menyikapi anak yang malas belajar
Mengajari dan meminta anak belajar memang gampang-gampang susah. Secara, pribadi mereka tidak akan pernah sama antara satu dengan yang lain. Meski demikian sudah menjadi tugas orang tua membimbing dan mengarahkan.

Tapi supaya dapat mengatur ke arah kebaikan, di zaman sekarang merupakan sesuatu yang teramat sulit. Pasalnya arus modernisasi kadung mengusai manusia modern, tak terkecuali anak-anak kita. Belum lagi kesibukan para orang tua yang sibuk mencari nafkah di luar rumah, sehingga perhatian menjadi terabaikan.

Mendapatkan anak yang berbudi pekerti luhur sekaligus cerdas, tidak diperoleh dengan cara instan. Semua membutuhkan usaha dan perjuangan keras dari orang tuanya. Jika selama ini belum maksimal, Bunda dapat mengeceknya dari beberapa poin berikut, sudahkah terpenuhi ataukah belum.

1. Menciptkan suasana nyaman dan tenang

Proses belajar memerlukan waktu dan tempat yang kondusif, agar apa yang dipelajari dapat terserap sempurna ke otak. Berikan ruangan khusus buat belajar anak, supaya dirinya merasa bebas mengekspresikan apa yang ada dipikiran dia. Fasilitasilahalat-alat pendukungnya.

2. Orang tua perlu membaca banyak buku panduan

Orang tua juga seharusnya ikut belajar tidak hanya anak saja, tapi dalam hal ini adalah ilmu bagaimana membangkitkan semangat anak, hingga mau belajar dengan sendirinya, melalui buku panduan yang dibaca.Setelah itu bisa mempraktikkannya. Jangan menjadi orang tua yang kuper dan miskin wawasan, bila menuntut anak-anak pintar seperti dirinya.

3. Ingatkan mereka tentang cita-citanya

Setiap anak pasti mempunyai impian akan masa depannya. Cara paling efektif membuat dirinya menyentuh buku adalah melalui cara mengingatkan akan cita-citanya tersebut. Bahwa imbalan apa saja yang kelak didapatkan bagi orang sukses, juga mengenai usaha apa yang harus dilakukan sehingga mimpinya bisa berhasil, dapat Bunda kisahkan kepada mereka.

4. Mengajak bertemu dengan orang-orang hebat

Bertemu hingga dapat berkawan dengan orang-orang hebat dan sukses terbukti ampuh, mengalirkan energi positif pada dirinya. Membuatnya bersemangat, meniru kisah-kisah perjuangan sampai dapat meraih impiannya. Terhadap si anak, Bunda bisa mempertemukan mereka dengan dirinya.

Orang-orang ini dapat dijumpai dengan mudah di sekitar lingkungan kita. Bisa dari diri orang tuanya sendiri, saudara atau orang lain. Yang pasti perkenalkan cara ajaib menggapai cita-citanya hingga berhasil, supaya anak yakin dan percaya, bahwa semua itu memerlukan kerja keras yang tak sedikit dan tanpa lelah.

5. Ajari anak-anak hidup mandiri

Tak jarang atas dasar sayang, orang tua menuruti semua keinginan anak-anaknya. Yang sebetulnya menjerumuskan dirinya kelak saat sudah dewasa nanti. Memberi apa yang diinginkan, tidak masalah. Tapi pastikan tanamkan nilai kemandirian, bahwa bila mau mendapatkan hadiah, harus mau berjuang keras belajar memperoleh nilai bagus.

Baca juga: Tips Mengatasi Bayi Tersedak Waktu Makan

6. Batasi penggunaan gadget bagi dirinya

Keberadaan tehnologi memang bagaikan dua sisi mata uang, bisa berdampak buruk namun tak jarang juga menghancurkan sebuah tatatan moral dan keburukan bagi para penggunanya. Apalagi masih berusia anak-anak yang nalarnya belum sempurna, sedangkan yang sudah merasa dewasapun sering kita dengar bisa melakukan kekhilafan.

Gadget bisa mengganggu pelajaran sekolahnya, bila sebagai orang tua tidak membatasi pemakaiannya. Mungkin sulit menerapkan ini, karena kuncinya di awal pada saat membelikannya. Oleh sebab itu, kalau belum terlanjur diberikan, jauh lebih baik dipikirkan lagi imbas buruknya, jangan hanya menuruti hawa nafsu dan gengsi orang tua saja. Kepentingan anak akan masa depannya diabaikan.
This Is The Newest Post
Buka Komentar