5 Kunci Menjadi Seorang Usahawan Sukses

5 Kunci Menjadi Seorang Usahawan Sukses

5 Kunci Menjadi Seorang Usahawan Sukses

inilah 5 kunci usahawan sukses
BacaNulis.Com - Banyak yang sudah berkata bahwa untuk menjadi seorang dokter, perlu pendidikan ahli di bidang kedokteran, ingin menjadi seorang guru harus punya gelar sarjana pendidikan minimal, apalagi menjadi presiden cukup 1 orang saja, tapi untuk menjadi usahawan semua orang bisa. Tidak ada batasan berapa berapanya, jumlah yang diperlukan harus segini, harus punya ijazah yang linear dan lain sebagainya. Bukan berarti menjadi usahawan tidak perlu keahlian atau jenjang pendidikan. Akan tetapi usahawan bukanlah mencari pekerjaan melainkan membuka pekerjaan, minimal untuk dirinya sendiri. Sehingga menjadi usahawan tidak perlu ada batasan karena tidak ada yang membatasinya, berbeda dengan mencari kerja yang menampung kerja perlu membuat sebuah standart pekerjanya.

Tentu beda usahawan dengan pekerja, banyak sudut pandang yang juga berbeda dalam menilai keduanya. Ada yang beranggapan bekerja lebih baik, apalagi di pemerintahan yang punya status sosial tinggi di masyarakat. Ada yang beranggapan pula usahawan lebih mulia. Dia bosnya dan bila Ia bekerja itu untuk usahanya sendiri, bukan untuk usaha orang lain. Memang setinggi apapun jabatan seorang pekerja, Ia tetaplah pekerja. Dan serendah apapun status sosial usahawan, tapi Ia bosnya.

Ini pilihan orang masing-masing, mau menjadi apa dirinya. Nah untuk yang menjadi seorang usahawan sukses, BacaNulis.Com akan memberikan kuncinya agar mudah-mudahan keinginan untuk sukses melalui jalan menjadi usahawan dapat tercapai. Berikut inilah kuncinya:

#1. Bangun sejak usia produktif

Berkaitan dengan usia ini, banyak yang beda-beda. Tapi yang dikatakan usia produktif, berarti sudah mampu menghasilkan sesuatu/bisa bekerja. Diperkirakan usia mulai 15 tahunan. Nah, jika punya keinginan yang kuat menjadi usahawan, maka perlu membangunnya sejak usia produktif tersebut. Sebab harus disadari membuat sebuah usaha yang sukses itu perlu waktu, dan tidak jarang untuk memperoleh kesuksesan harus melewati berbagai pengalaman menyedihkan. Dengan mulai dari usia yang produktif, berarti langkah memulai usaha lebih cepat, pikiran masih fresh bisa menghasilakn ide-ide cemerlang, dan energi juga masih fit. Setidaknya pada usia produktif ini sudah punya ide tentang usaha yang akan dilakoni. Dengan begitu, pikiran akan otomatis bergerak memikirkan ide tersebut supaya dapat direalisasikan, yang kemudian cepat atau lambatnya usahapun bisa dilaksanakan.

Membangun sebuah usaha, perlu waktu yang tidak pasti. Bisa cepat, bisa juga lama, tapi yang pasti bisa sukses. Karena kesuksesan bukan hanya di ukur dari materi saja. BacaNulis.Com punya pandangan bagi orang yang mau berpikir menjadi usahawan saja itu sudah sukses. Sukses bahwa seseorang mampu menggunakan pikirannya untuk ingin melakukan usaha. Sekses awal, tengah dan akhir menjadi sebuah pergerakan yang dinamis yang itu akan dirasakan oleh seorang usahawan. Yakinlah terhadap diri bahwa sukses itu sebuah kepastian yang merupakan buah usaha yang dilakukan. Tapi perlu ingat bersabarlah untuk waktu mencapainya. Itulah pentingnya memulainya sesegera mungkin.

Baca juga: Trik Sukses Menjalankan Bisnis Dengan Modal Minim

#2. Agenda sukses bertahap

Buat rancangan waktu kesuksesan Anda. Jika menggunakan kuantitatif sangat bagus karena angka-angka jadwalnya akan lebih jelas. Misalnya saja pada tahun pertama di bulan ke 3, sudah punya 2 karyawan. Kemudian buat juga rancangan jadwal-jadwal yang lain. Yang ini bisa dibagi menjadi 3 bagian, sukses awal, tengah dan akhir. Mengapa melekatkan kata sukses? Sebab selama usahanya terus maju dan bangkit maka itulah sukses. Dan sukses ini bukan berarti harus diujung. Menilai sukses ini ketika rancangan bisa tercapai dan jika tidak tercapai harus tetap lanjut dan maju. Jadi kata sukses gak ada  matinya bagi seorang usahawan. Dan kata sukses ini bukan untuk satu tujuan saja. Buatlah banyak tujuan sukses, mulai dari yang paling awal sampai yang terakhir. Sukses diakhir ini pun akan menjadi awal untuk kesuksesan berikutnya.

Misalnya saya seorang usahawan bakso keliling. Ia punya pegawai 10 orang, berarti ada 10 gerobak kelilingnya. Pada saat memulainya ia kepingin agar omset usahanya bisa mecapai 50 juta perbulan, yang selama ini masih 10 juta perbulan. Bagi dirinya, jika 50 juta itu bisa tercapai inilah kesuksesan yang pernah diraihnya dan menjadi tujuan untuk mencapainya. Ketika tujuan tersebut tercapai, tentu dapat dikatakan bahwa Ia sudah sukses. Nah, apakah setelah itu ia tidak punya tujuan sukses baru? pasti akan muncul harapan-harapan sukses berikutnya. Ini yang perlu diketahui bagi usahawan bahwa penting sekali membuat tahapan sukses ini.

#3. Percaya diri menjadi usahawan

Menjadi seorang usahawan harus punya mental baja, bukan mental tempe, ini yang sering diucapkan oleh para usahawan. Mental baja ini terkait erat pada diri sendiri bukan pada orang lain. Perkataan-perkataan orang lain yang bisa melemahkan semangat seorang usahawan tidak akan berpengaruh jika punya mental baja ini. Dan supaya terbentuk sebuah mental baja ini, yang harus perlu ada pada diri seseorang adalah kepercayaan diri yang kuat. Tidak terpengaruh dari perkataan orang yang mengatakan bahwa usahawan itu kerjaan yang tak pasti penghasilannya, yang dipandang sebelah mata, yang tidak punya masa tua yang baik. Percaya dirilah bahwa apa yang dikatakan itu merupakan cara orang lain untuk membawa kesuksesan kepada Anda. Anda harus percaya dengan diri sendiri bahwa seorang usahawan itu lebih baik dari seorang pekerja, yang mampu membuka lapangan kerja dan tidak termasuk orang yang mencari kerja. Anda harus meyakini 9 dari 10 pintu rezeki itu ditangan usahawan. Dan tidak perlu minder bila penghasilan masih sedikit, karena suatu hari nanti hasilnya bisa berkali-kali lipat. Bagi usahawan Tuhanlah tempat takutnya dan menengeadah tangan meminta pertolongan, sebab Ia punya rezeki yang tak pasti. Beda dengan pekerja, dengan gaji tetapnya tiap bulan ia terima, sering melupakan Tuhan bahwa rezeki itu darinya. Malah bos atau atasannya yang lebih ditakuti, takut akan berdampak pada gajinya.

#4. Kembangkan keahlian

Usaha juga butuh ilmu. Tidak nyelong saja asal buat tanpa sebuah dasar keahlian. Keahlian ini bisa didapat sambil berjalan dengan usaha yang digarap. Keahlihan bisa didapat dari berbagai tempat, apakah harus kuliah, pelatihan bisnis, dan lain sebagainya. Yang penting harus relevan dengan usaha yang dilakoni tersebut.

Banyak usahawan yang terjun ke dunia usaha dengan modal seadanya dan ilmunya pun dari berbagai pengalamannya atau pengalaman orang lain yang diambil pelajarannya. Wajar saja sering mengalami rugi dan rugi, tapi ujungnya juga bisa sukses. Ini bisa dibayangkan bukan? yang orang usahawan seperti ini saja banyak yang sukses, konon orang yang punya keahlian atau anak kuliahanlah bahasanya.

#5. Kuatkan iman dan senyumin aja!

Usahawan akan melewati berbagai tantangan dan rintangan. Disinilah perlu Tuhan sebagai penolong utamanya. Kuatkan iman, dan yakin dengan iman tersebut maka pertolongan Tuhan yang tidak disangka-sangka bisa datang seketika. Dengan iman pula, maka akan muncul rasa ikhlas dan juga kesabaran. Ikhlas dalam memperoleh keuntungan dan sabar bila usaha lagi merugi.

Ikhlas dalam keuntungan berarti Anda jangan lalai bahwa Tuhan lagi memberikan kesempatan untuk berpikir jernih. Dengan keuntungan ini apa yang Anda harus lakukan? Berpikirlah untuk membangun relasi, membantu orang lain, bersedekah, dan lain sebagainya, yang intinya ikhlaskanlah sebagian keuntungan tersebut untuk yang baik, dan sangat bagus juga bila orientasi kepada Tuhan. Begitu juga saat mengalami kerugian, harus tetap sabar. Dengan kesabaran semua yang terjadi akan disenyumin. Senyum dari seorang yang sabar ini sebuah kesuksesan yang jarang orang mampu meraihnya.

Baca juga: 18 Cara Sukses Dalam Membangun Usaha Baru
Buka Komentar