Cara Memperbaiki Perbelanjaan Keuangan

Cara Memperbaiki Perbelanjaan Keuangan

Cara Memperbaiki Perbelanjaan Keuangan

cara memperbaiki perbelanjaan keuangan
BacaNulis.Com - Keuangan tidak selalu sama setiap tahunnya. Adakalanya pasang, tapi terkadang juga surut. Berbicara sumber daya keuangan dan pendapatan keluarga atau individu memang harus ada sebuah penganggaran yang terencana, sehingga uang yang ada dapat dikembangkan secara optimal dan dibelanjakan sesuai dengan perencanaan. Mari selalu berhitung uang yang masuk dan uang yang dibelanjakan. Secara sederhana uang yang didapat haruslah lebih besar daripada yang harus dikeluarkan, dan sebaiknya juga ada sisa yang bisa dimanfaatkan. Sisa ini juga menjadi bagian terpenting untuk mengembangkan uang. Tapi harus benar pemanfaatannya, jika tidak ke depan tentu akan timbul penyesalan.

Tidak kalah pentingnya selalu evaluasi terhadap transaksi uang yang ada. Perbaikilah cara membelanjakan uang yang tidak benar, misalnya terlalu boros karena membeli barang-barang yang tidak terlalu penting. Terkadang kebiasaan-kebiasaan hiduplah yang membuat penggunaan uang tidak terkontrol. Berikut ini beberapa cara memperbaiki perbelanjaan keuangan;

1. Buat daftar kebiasaan

Buatlah daftar kebiasaan yang berdampak buruk terhadap keuangan. Jika sudah membuatnya, hal yang selanjutnya adalah bagaimana kebiasaan yang berdampak buruk terhadap uang tersebut bisa dihindari. Bayangkan saja, apa yang terjadi jika anggaran keuangan tidak keluar untuk memenuhi kebiasaan-kebiasaan tersebut. Tentu akan membuat keuangan semakin stabil dan tentu bisa dialokasikan ke hal yang lebih produktif.

2. Menciptakan kebiasaaan baru

Baca juga: Inilah Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Yang Bergaji Kecil

Dari kebiasaan lama yang membuat keuangan carut marut, ini menjadi sebuah evaluasi bagaimana kedepan bisa memperbaikinya. Caranya adalah dengan menciptakan kebiasaaan yang baru, yang itu akan menjadi tandingan terhadap kebiasaan yang lama. Misalnya kebiasaan lama suka belanja baju yang berlebih, tujuannya lebih kepada koleksi di lemari saja, tapi secara manfaatnya kurang berarti. Jadi bisa diciptakan kebiasaan yang baru yaitu membeli aset digital. Yang tentu menjadi aset yang lebih bernilai di masa depan dan tentunya biasa menambah pendapatan sampingan. Kebiasaan yang lama bisa ditinggalkan dengan mudah jika dibuat lawan tandingnya, yaitu dengan menciptakan kebiasaan yang baru.

3. Membuat laporan keuangan

Buat di buku atau di laptop, bagaimana aliran uang itu bergerak. Dengan begitu akan nampak berapa total pengeluaran dan pemasukkan. Ini sangat bermanfaat untuk membuat anggaran belanja berikutnya. Dalam jangka waktu yang panjang, laporan ini bisa menjadi sebuah informasi semesteran atau tahunnya yang menjad rujukan cara memperbaiki perbelanjaan keuangan pada esok hari, minggu depan, bulan depan dan tahun depan.

4. Buat ramalan pengeluaran

Pada poin 4 ini memberi rujukan penganggaran uang untuk yang dikeluarkan di masa yang akan datang. Walau belum tentu benar-benar menjadi pengeluaran atau sebuah barang tersebut dibeli. Akan tetapi dengan meramalkannya, maka dapat mengukur dan membandingkannya terhadap persediaan uang yang ada.

5. Batasi pengeluaran dengan pilihan alternatif

Dengan pilihan alternatif uang yang dikeluarkan, akan menekan pengeluaran uang. Bila ada kebutuhan yang ada alternatif pilihan yang lebih murah atau gratis, mengapa tidak?.  Misalnya saja ibu-ibu saat memasak harus membeli gas, dan itu butuh uang. Namun, ada alternatif lain yaitu memasak dengan kayu, dan alternatif tersebut memang ada, karena tinggal di daerah perkebunan karet. Sehingga memilih menggunakan kayu saat memasakan akan menekan anggaran uang yang keluar tentunya.

6. Hindari kredit dan kartu kredit

Baca juga: 7 Kejahatan Uang

Jangan menggunakan sesuatu yang akan menjadi beban keuangan. Misalnya saja penggunaan kartu kredit yang perlu dihindari jika tidak penting-penting sekali. Beban bunga yang harus dikeluarkan sangat disayangkan terbuang begitu saja. Lebih baik mencari pilihan yang lain atau sebaiknya tidak menggunakannya saja. Apalagi cuman sebagai penambah anggaran saja, kecuali kartu kredit yang ada membuat keuangan berkembang.

Cara di atas tentu akan menambah keuangan atau mengurangi beban belanja jika diikuti. Lihat bagaimana peningkatannya terhadap keuangan, tentu itu lebih baik dari sebelumnya. Bila tercapai tentu menjalani kehidupan lebih memuaskan dan menjadi pemenang terhadap diri sendiri karena mampu memanajemen keuangan dan kebiasaan hidup.
Buka Komentar