Dampak Hadirnya Go-Jek Di Kota Kisaran Bagi Usaha Ojol Lainnya

Dampak Hadirnya Go-Jek Di Kota Kisaran Bagi Usaha Ojol Lainnya

Dampak Hadirnya Go-Jek Di Kota Kisaran Bagi Usaha Ojol Lainnya

dampak hadirnya go-jek bagi usaha ojol sejenis di kota kisaran
BacaNulis.Com - Pada tahun 2019 ini sudah masuk perusahaan Go-Jek di Kota Kisaran. Yang bisa dibilang merupakan kota metropolitan ke 3 di Sumatera Utara. Wajar saja bila dimasuki oleh Ojol seperti Go-Jek untuk melebarkan bisnisnya. Untuk Sumut sendiri tentu Medan menjadi pusat transaksi terbanyak penggunaan Aplikasi Go-Jek ini, tapi di Kisaran peluang Go-Jek tidak kalah menjanjikan.

Peluang Ojol ini, sebelum datang Go-Jek sudah dijajaki oleh KIJEK (Kisaran Ojek) oleh saudara Yudi Efrinaldi sebagai ownernya. Dengan menggunakan WA sebagai media pesananya dan juga untuk mengitung jarak tempuh untuk menghitung harganya. Berita terakhir pengembangan usahanya akan juga membuat Aplikasi Ojol.

Tapi cukup disayangkan karena ide inovatif pemuda lokal untuk membangun Ojolnya sendiri saat ini dibenturkan dengan pesaing dengan teknologi canggih dan bermodal besar. Entah sampai kapan Kijek bisa bertahan dengan kedatangan Go-Jek, ini sungguh persaingan yang berat.

Saat ini Go-Jek di kota Kisaran masih pada fitur Go Ride saja, untuk pemesanan yang lain seperti Go Car belum tersedia. Tapi jika semakin berkembangnya masyarakat yang menggunakan jasa Ojol ini, tentu fitur-fiturnya akan aktif semua. Namun yang menjadi dampak yang perlu dipertanyakan adalah bagaimana dengan usaha Ojol yang lain?.

Perusahaan sejenis yang mampu menyaingi Go-Jek adalah Grab. Dari segi teknologi dan dana mereka berdua dalam sebuah kompetisi yang seimbang. Namun, tidak halnya dengan Ojol lokal, seperti yang terjadi pada Kisaran Ojek. Tentu tidak mampu melawan, bisa bertahan saja sudah sangat untung.

Dalam dunia bisnis manapun, bila menang pasti ada yang kalah dan tersingkirkan. Para pekerja atau driver tinggal pilih saja mana perusahaan yang menang itu, dan meninggalkan perusahaan yang kalah.

Dampak datangnya Go-Jek membawa aura positif pada pendapatan masyarakat yang bermitra dengannya dan juga yang menggunakan aplikasinya, namun akan merugikan bagi usaha lokal transportasi baik online atau konvensional. Usaha lokal ini akan kehilangan pelanggannya, karena para pelanggan juga akan beralih ke yang lebih baik. Tidak ada urusan perusahaan mana yang untung, yang penting pelanggan bisa memperoleh jasa transportasi terbaik yang juga akan  menghemat dompetnya.

Bila dilihat dari respon usaha lokal yang sejenis belum ada bentrokan, ini berbeda dengan yang terjadi di kota Medan. Terjadi perang antara angkot dengan Go-Jek dan Tukang Becak dengan Go-Jek. Konflik terjadi sesuatu hal yang wajar, karena ini semua masalah perut dan kebutuhan hidup. Tapi konflik fisik ini tidak terjadi di kota Kisaran. Namun, bisa saja itu akan terjadi!

Dampak yang pasti tentu berkurangnya pendapatan dari usaha lokal. Bisa positif jika para ojek lokal beralih ke Go-Jek juga, namun kendalanya mereka kurang bisa menggunakan aplikasi dan masih berkeinginan pula mempertahankan usaha konvensionalnya yang sudah sejak lama ditekenuni.

Baca juga: Tempat Nongkrong Asyik dan Gratis Saat Tiba di Kota Kisaran

Para driver pun banyak bukan dari kalangan ojek konvensional. Berarti ada peluang usaha baru bagi orang yang baru menggeluti Ojek Online. Namun, disamping itu ada orang yang terkurangi pendapatannya.

Sudah bisa menjadi gambaran bahwa Go-Jek dengan Go-Ridenya yang sudah beroperasi di Kota Kisaran tidaklah semuanya berdampak negatif atau positif. Yang terpenting bagaimana para pekerja yang berkecimpung di bagian jasa ini bisa dengan legowo menerima rezekinya masing-masing. Tapi juga, jangan buta terhadap informasi dan tidak mau berubah mengikuti perkembangan jaman.
Buka Komentar