Skip to main content

Pengertian Sahabat Nabi, Saudara Nabi Dan Tabi'in

simak pengertian sahabat dan saudara nabi, serta tabi'in
BacaNulis.Com - Sosok Nabi Muhammad SAW sang pencerah umat manusia yang hadir pada tahun 571 M. Ia merupakan penutup para nabi, sehingga ajaran yang dibawa yaitu Islam bukan sekedar untuk kelompok atau orang yang hidup di sekitarnya, melainkan untuk semua manusia sampai berakhirnya dunia ini.

Dalam menyebarkan ajaran Islam banyak tantangan yang dihadapinya, baik dari keluarga dekatnya atau masyarakat disekitarnya. Apalagi pada saat awal-awal perintah dakwah yang kaum muslimin masih berjumlah sedikit.

Jihadnya Rasulullah dengan ijin Allah SWT membuahkan kemenangan dan kejayaan umat Islam walau dengan masa yang cukup panjang. Banyak orang-orang yang berbondong-bondong memeluk Islam sebagai agamanya.

Dalam jihadnya Rasul didampingi kaum muslim untuk menegakkan tauhid. Hal ini memperlancar dalam menyebarkan dakwah. Mereka itulah yang rasul panggil sebagai sahabatnya. Dan pada generasi saat ini, contoh sahabat yang sudah umum diketahui adalah Abu Bakar Shiddiq, Umar Bin Khattob, Ustman Bin Affan, dan Ali Bin Abi Tholib. 4 sahabat ini juga merupakan keluarganya Rasulullah. Misalnya Abu Bakar Siddiq, Ia adalah mertua Rasul. Tapi mereka tidak dikatakan sebagai saudara Nabi.

Pengertian Sahabat

Nah, kenapa mereka dipanggil sahabat? Kata sahabat ini berasal dari bahasa Arab shahabah (ash-shahaabah, الصحابه). Kata shuhbah yang berarti berkawan, sedang dalam bentuk lain “shaahib” yang berarti kawan dan jamaknya adalah “ashhaab”. Jadi pengertian sahabat nabi adalah orang yang hidup semasa nabi, berjumpa dengan nabi (sebentar atau lama) dan mati dalam keadaan Islam. Jika ada orang yang hidup semasa nabi, namun tidak pernah berjumpa dengan nabi dan matinya tetap dalam keaadaan beriman, maka Ia tidak disebut sahabat.

Ibnu Hajar Al-asqolanie yang merupakan seorang ulama hadist abad ke 9, dalam al-Ishâbah fi Tamyîzis Shahâbah menyebutkan tentang definisi Sahabat :
“من لقي النبي صلى الله عليه و اله و سلم مؤمنا به و مات على الإسلام”

(Man laqiya an-Nabi yya shollallahu a’laihi wa alihi wa sallam mu’minan bihi wa maata ‘ala al-islam)

“Siapa saja yang berjumpa dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beriman kepadanya dan wafat dalam keadaan Islam” (lihat : Al- Isobah fie tamyiezi as-sohabah,ibnu hajar 1/10 . Dinukil dari : Ruwat al-Hadist ,DR.’Awwad Ar-ruwaisyie, hal : 26)

Tergambarkan dalam definisi sahabat diatas bahwa:
  1. Dalam pemakaian kata "man" merujuk kapada orang yang waras (bukan gila), jadi bagi laki-laki maupun perempuan yang berakal.
  2. Orangnya harus bertemu dengan Rasul, baik dalam waktu singkat atau lama, baik yang ikut berperang maupun yang tidak. Demikianpun juga ada sahabat yang buta tidak bisa melihat Rasul, namun bertemu dengan Rasul.
  3. Harus mati dalam keadaan Islam. Bila sudah Islam kemudian murtad, lalu berIslam kembali sampai akhir hayatnya.
Pengertian Saudara Nabi

Dalam sebuah perkumpulan para sahabat nabi, yang turut juga berhadir Abu Bakar. Rasulullah berucap "wahai Abu Bakar, aku rindu ingin bertemu dengan saudara-saudaraku". Mendagarkan ucapan ini para sahabat menjadi hening dengan wajah yang bingung. Lebih-lebih Abu Bakar yang baru kali itu ia mendengar orang yang dikasihinya mengucapkan perkataan itu. Kemudian Abu Bakar pun bertanya kepada Nabi "Apakah maksudnya berkata demikian, wahai Rasulullah? bukankah kami ini adalah saudara-saudaramu? Jawab Nabi " Tidak Abu Bakar! kamu semua bukanlah saudara-saudaraku, melainkan adalah sahabat-sahabatku" dengan suara lembut Rasul mengatakannya. "Kami ini saudaramu, ya Rasulullah" disambut oleh sahabat yang lain yang merasa iri dengan kedudukan "saudara" itu. Rasulpun menggelengkan kepalanya secara perlahan-lahan seraya berkata;

"Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku dan mereka bersama denganku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku.” (Hadis Muslim)

Ini merupakan kecintaan Nabi kepada umat yang tidak pernah bersamanya tapi beriman dari apa yang dibawanya. Kedudukan saudara Nabi adalah kedudukan yang mulia dimata para sahabatnya. Karena perjuangan para saudara Nabi ini sangat berat dalam menegakkan Islam dan Sunnahnya.

Pengertian Tabi'in

Tabi'in dalam bahasa arab (التابعون‎) diartikan pengikut. Jadi pengertian tabi'in adalah orang Islam yang hidupnya setelah generasi sahabat Nabi dan tidak hidup semasa dengan Nabi. Dikatakan tabi'in mustahil bertemu dengan Nabi. Usianyapun tentu lebih mudah dari sahabat Nabi. Bisa saja pada generasi sahabat, para tabi'in ini masih anak-anak, pada lanjutannya menjadi murid para sahabat Nabi.

Untuk membedakan masa sahabat dengan masa tabi'in. Dibuatlah sebuah rentang masa di antara mereka, yakni dimulai sejak wafatnya sahabat Nabi terakhir yang bernama Abu Thufail al-Laitsi pada tahun 100 H (735 M) di kota Mekkah. Masa tabi'in ini akan berakhir dan selanjutnya disebut Tabi' Tabi'in. Berakhirnya masa tabi'in di tandai wafatnya tabi'in terakhir yaitu Khalaf bin Khulaifat pada tahun 181 H (812 M)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar