Perbedaan Cryptocurrency Dengan Crypto Assets

Perbedaan Cryptocurrency Dengan Crypto Assets

Perbedaan Cryptocurrency Dengan Crypto Assets

beda cryptocurrency dengan crypto assets
BacaNulis.Com - Tahukah atau penahkah mendengar cryptocurrency?. Nama ini sudah tidak asing lagi terdengar saat ini. Bukan hanya sebatas tau, banyak orang saat ini yang juga berkecimpung didalamnya. Banyak pemodal besar atau kecil yang membeli cryptocurrency sebagai tabungan yang aman dan juga sebagai spekulasi investasi dari nilainya yang berfluktuatif untuk selalu naik. Crytocurrency juga sudah digunakan sebagai alat pembayaran yang diterima di beberapa negara, komunitas dan perusahaan. Di pasar modal juga cryptocurrency sudah bisa untuk diperdagangkan.

Setelah crytocurrency, pernahkah juga mendengar atau tau tentang crypto assets?. Kedua mata uang ini punya perbedaan yang mendasar, yaitu pada nilai koinnya. Walaupun kedua koin ini di bangunkan dengan teknologi blockchain, tapi untuk penentuan harganya tidaklah sama.

Cryptocurrency yang ada saat ini sudah banyak jumlahnya, mulai dari bitcoin, etherium, riple, dll. Jika ditotal sudah 1.000 lebih cryptocurrency yang ada. Untuk harga yang unggul dari semua cryptocurrency masih dipegang oleh bitcoin, ini wajar mengingat ia adalah Mother Coinnya. Nilai dari koin-koin ini memang beraneka ragam, mulai dari ratusan rupiah sampai jutaan rupiah, bahkan bitcoin pernah mencapai 280 juta per koinnya di akhir tahun 2017. Jika dilihat dari harga dasarnya cukup jauh peningkatan harganya. Diperkirakan saja tahun 2009 harga 1 bitcoin masih berkisar 100-1.000 rupiah. Kemudian lama kelamaan harganyapun melonjak. Yang menjadi pertanyaan mengapa harganya bisa sebegitu tingginya?

Nah, pada cryptocurrency harganya ditentukan oleh Demand (Permintaan) dan Suplai (Penawaran). Demand dan supply inilah yang menentukan besaran harga pada cryptocurrency. Harganya cenderung naik sangatlah wajar, karena jumlah koin yang akan didistribusikan terbatas atau sudah ditentukan jumlahnya. Misalnya bitcoin sudah ditentukan distribusi sebanyak 21 juta koin, dan sudah tercipta sebanyak 17 juta koin. Ketika sudah mencapai jumlah 21 juta, maka koin tidak dapat ditambah lagi. Dengan jumlah koin yang terbatas jumlahnya, apabila permintaan naik, disitulah harganya melambung. Tawar-menawar terhadap koin juga semakin tinggi pada harga yang disepakati (cek pada coin market cap).

Jika sebuah produk langkah jumlahnya, dengan jumlah permintaan yang tinggi maka hargapun akan naik, dan sebaliknya jika banyak yang jual produk koin tersebut, nilainya akan menurun. Untuk cryptocurrency banyak menguntungkan orang awal yang membelinya, dikarenakan harga masih promosi atau pra-ICO.

Berbeda dengan crypto assets dalam menentukan harganya. Pada crypto asset nilai koin atau harga koin disandarkan pada produk riil, misalnya emas, perak, minyak, atau barang tambang lainnya, yang biasanya punya nilai intrinsik tinggi dan kekal (tahan lama). Tapi perlu dipahami bahwa crypto assets bukanlah digitalnya dari produk riil. Misalnya saja contohnya DNC (Dinar Coin) yang merupakan crypto assets yang nilainya dibackup oleh emas. Bukan berarti DNC itu emas, yang benar bahwa DNC itu harganya disamakan dengan harga emas, yang cryptoassets ini bisa ditukarkan dengan emas fisik. Jadi emas dan DNC merupakan sebuah produk yang berbeda, akan tetapi punya nilai yang sama. Inilah sebuah produk baru teknologi blockchain yang sistem keuangan.

Baca juga: 14 Poin Mengenali Proyek Crypto Asli atau Tidak

Cryptocurrency dan crypto assets dua-duanya adalah sebuah produk keuangan saat ini. Koin ini punya persepsi nilai dan dipercaya oleh penggunanya sebagai sebuah asset. Sama saja seperti uang kertas, yang berlaku sebagai transaksi atas dasar kepercayaan, bukan pada nilai intrinsiknya. Tapi tentu koin ini memiliki keunggulan yang luar biasa, sehingga mampu meyakinkan para pemakainya bahwa koin tersebut punya nilai.
Buka Komentar