Skip to main content

Tabiat Manusia Berpotensi Perang Dan Menumpahkan Darah Dalam Alqur'an Surat Al Baqarah Ayat 30

tabiat manusia berpotensi perang dan menumpahkan dara dalam alqur'an surat al baqarah ayat 30
BacaNulis.Com - Manusia sangatlah unik dengan berbagai potensi yang diberikan Allah SWT kepada dirinya. Sebagai makhluk yang terbaik dari semua ciptaan, manusia menduduki posisi tertinggi dari segala makhluk yaitu sebagai khalifah. Sehingga, karena keistiwemaan ini Allah SWT pun memberikan bumi menjadi tempat tinggalnya yang merupakan tempat hidup sempurna di jagat raya ini. 

Dari segala keunikan yang ada pada diri manusia tersebut. Ternyata potensi yang mengerihkan juga bisa dilakukan oleh manusia itu sendiri. Berikut ini bisa digambarkan di dalam Alqur'an surat Al baqarah ayat 30:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ


Terjemahannya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

Dari perbincangan Allah SWT dengan para malaikat bisa ditemukan sebuah pernyataan dari malaikat yang menjadi sebuah tabiat manusia. Komentar atau tanggapan malaikat tentulah merupakan ilmu yang diberikan Allah SWT juga. Tapi melewati soalan tersebut, ternyata malaikat memberikan konsep bahwa manusia mempunyai sebuah tabiat. Cek kembali tanggapan para malaikat "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah". Dari tanggapan tersebut malaikat memberitahukan bahwa tabiat manusia berpotensi meciptakan peperanga, menimbulkan pertikaian dan juga konflik sesama manusia, yang akibatnya darah berjatuhan.

Namanya saja tabiat, berarti perang itu sesuatu yang melekat dalam diri manusia itu sendiri. Sepanjang kehidupan manusia masih ada berarti perang juga akan terus ada. Tidak bisa dihilangkan dari kehidupan manusia, walau dengan berbagai bentuk perang yang berbeda-beda.

Karena adanya tabiat ini, wajar saja ada potensi suka dengan yang namanya perang. Pada saat nonton film saja, jika tidak ada perang-perangnya, menontonya kurang sedap. Kaum milenial yang suka main game akan lebih seru bila permainan tentang peperangan. Ini sebuah gambaran potensi yang melekat pada diri manusia tersebut.

Dan apa yang dikatakan oleh malaikat sebagai tabiat manusia, ternyata memang terjadi dalam kehidupan manusia. Misalnya dalam awal-awal kehidupan manusia, anak nabi Adam AS bertikai sesama saudara yang pada ujung akhir pertikaian tersebut terjadi pembunuhan. Meninggal salah satu anak nabi Adam AS, oleh saudaranya sendiri. Peristiwa ini juga dikenal sebagai pembunuhan pertama sepanjang hidup manusia.

Selanjutnya pada nabi-nabi, yang ditentang oleh umatnya sendiri dan tidak jarang nabi yang dibunuh oleh umatnya sendiri. Sampai juga bila melihat sejarah nabi Muhammad SAW juga banyak melakukan peperangan dalam penyebaran dakwah, yang bukan hanya harta yang dikorbankan, tapi nyawa banyak yang melayang. Upaya ini sebagai jalan terakhir untuk meciptakan sebuah berdamaian dan pencerahan dalam kehidupan manusia.

Setelah generasi berikutnya juga peperangan tetap saja terjadi. Walau dengan bentuk yang berbeda, misalnya dipelajari di sekolah juga mengenai perang dingin. Perang ini tidak didominasi perang secara fisik, melainkan perang secara pemikiran, teknologi, ekonomi dan informasi.

Pada masa saat sekarang ini juga, baik perang fisik atau dingin masih bisa dilihat secara nyata. Misalnya Palestina yang dibantai oleh kaum Yahudi. Bahkan bila melihat negara Indonesia saat ini sebenarnya dalam sebuah peperangan yang dominan bentuknya secara dingin. Begitu banyak dana asing yang masuk sebagai hutang negara, yang ini akan berdampak pada kebijakan Indonesia yang selalu pro kepada asing. Apa boleh buat, dalam peperangan ekonomi Indonesia masih kalah jauh. Dan kenyataan ini harus diterima setiap warga negara Indonesia.

Yang pasti ternyata tabiat manusia yang disampaikan oleh para malaikat memang sudah menjadi sesuatu hal yang melekat pada kehidupan manusia itu sendiri. Sehingga potensi-potensi peperangan, konflik dan pertikaian akan selalu ada selama manusia hidup. Peperangan inilah yang menjadikan sebuah kerusakan yang ada di bumi Allah SWT ini dan juga menumpahkan darah manusia.

Baca juga: Kaitan Islam Terhadap Peperangan
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar