Skip to main content

Cara Menghindari Dan Memerangi Berita Palsu (Hoax) Menurut Islam

BacaNulis.Com - Berkembangnya teknologi informasi mempercepat akses berita, bukan saja nasional tapi juga di penjuru dunia. Bahkan saat ini sudah mulai industri 4.0, yang kehidupan manusia menjadi serba digital. Terkait dengan teknologi informasi tersebut manusia dimudahkan mendapat berbagai berita (informasi) dengan sangat cepat.
Cara Menghindari Dan Melawan Berita Palsu (Hoax) Menurut Islam

Salah satu sumber dari informasi tersebut adalah media sosial dan web yang dapat di akses melalui jaringan internet. Bahkan media televisi sampai kalah cepat dengan media sosial di internet tersebut dalam memberikan informasi terkini.Namun, tidak semua berita yang diberikan sesuai fakta (faktual), banyak sekali berita palsu (hoax) yang dibagi di media sosial tersebut. Jika beritanya faktual, ok. its good, tapi jika hoax, maka hal tersebut perlu untuk dihindari bahkan diperangi karena akan merusak pikiran akal sehat.

Tentu banyak motif, ada orang atau kelompok yang menyebarkan berita palsu tersebut, biasanya karena menyangkut populeritas, kepentingan kekuasaan, atau sengaja di bayar dalam penyebaran hoax tersebut untuk menyesatkan pada jalan yang salah.

Baca juga: Inilah Alasan Orang Islam Wajib Kaya Dan Menghindari Kemiskinan

Cerita hoax ini bila dicermati memang terus ada dari zaman ke zaman. Misalnya saja pada zaman nabi Yaqub AS, anaknya membuat berita palsu atas kematian saudaranya sendiri yaitu nabi Yusuf AS. Dikatakan bahwa nabi Yusuf AS sudah meninggal diterkam serigala. Atau terjadi hoax pada zaman nabi Musa AS, seorang raja mesir (fir'aun) mengaku dirinya adalah Tuhan.

Berita hoax ini tentu berdampak buruk, sekecil apapun keburukannya haruslah dihindari atau bahkan diperangi. Islam datang mendakwahkan yang haq (kebenaran), harusnya bagi orang Islam berita hoax ini tidak laku dan sesuatu yang harus disingkirkan. Kebenaran akan menjadi pudar jika banyak orang yang percaya dan lebih suka kepada yang hoax-hoax.

Setidaknya ada 4 hal, sebagai cara menghindari dan memerangi berita palsu (hoax) tersebut menurut Islam:

1. Tabayyun (Klarifikasi / Periksa dengan Teliti)

Allah SWT mengatakan dalam surat Al-Hujurat ayat 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Terjemahan: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Ayat diatas menunjukkan agar terhindar dari berita hoax, maka perlu di periksa kebenaran dari berita tersebut. Jangan ambil mentah-mentah dan beranggapan bahwa beritanya sudah benar. Walaupun berita dari media mainstream tetap perlu di periksa kebenarannya.

Jika berita datang dari seseorang, yang belum jelas benar salahnya. Maka perlu klarifikasi langsung dari si penyampai. Sehingga kabar yang di selisihkan bisa jelas secara faktual bagi penerima berita tersebut.

2. Hindari Fanatik Buta

Terkadang suatu berita tidak diterima oleh orang lain, bukan berarti berita itu bohong. Melainkan karena tidak berakhlaknya dalam menyampaikan berita tersebut. Adakala pula, orang mau menerima berita hoax, sebab disampaikan secara akhlak, disampaikan secara lembut dan santun. Sehingga orang lain mau terima itu berita, walau sebenarnya isinya berita palsu.

Sifat seperti itu akan mudah terkena hoax dan tidak mempedulikan benar salahnya suatu berita. Ini terjadi dikalangan orang yang betul-betul sangat fanatik. Apapun yang keluar dari mulut junjungannya, maka semuanya pasti benar. Dan sebaliknya, bila berita itu keluar dari orang yang dibencinya, maka semuanya salah. Padahal yang disampaikannya benar, tapi kebencianlah yang menjadi kebenaran tersebut tertutup.

Oleh karena itu, tidak harus menjadi fanatik terhadap seseorang yang dikagumi atau didukung. Tetap katakan yang benar itu benar, walaupun kebencian meliputi di dalam diri. Dan katakan yang salah itu salah, walau harus berseberangan dengan junjungan atau orang yang didukung.

Alah SWT menyebutkan dalam Alqur'an surat Al Baqarah ayat 216, potongan ayatnya:
وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Terjemahan: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Lihatnya sebuah berita itu dengan ilmu dan iman, sehingga Allah SWT akan menunjukki cara melihat mana yang hoax dan mana yang haq. Jangan gunakan hawa nafsu yang disenangi saja, sehingga berita hoax pun akan berasa seperti yang haq.

3. Tanya Ulama

Ulama bisa menjadi rujukan dalam mempertanyakan suatu berita yang diterima. Sebab ulama ini merupakan orang yang berilmu dan takut kepada Allah SWT. Dalam Alqur'an disebutkan:
وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Terjemahan: Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Surat Fatir ayat 28)

Ulama akan memberikan analisis yang benar terhadap berita yang diterima. Ulama akan takut bila Ia memberikan analisis palsu terkait berita yang ada tersebut. Tapi, lihat juga ulamanya, harus yang benar-benar termaktup sesuai di dalam surat Fatir diatas. Sebab, sangat banyak juga ulama-ulama munafik yang bertebaran. Mereka rela menebarkan berita hoax, hanya untuk kenikmatan duniawi. Mendapatkan harta, kemewahan dan menjual ayat-ayat dengan harga yang murah.

4. Media Anti Hoax

Idealnya bagi umat Islam, harus sudah punya media yang anti hoax. Misalnya media TV yang memberitakan tidak hanya seputar kajian menuju akhirat saja, tapi juga terkait dengan politik, kebijakan, isu-isu nasional maupun internasional dan juga ekonomi. Yang media itu tentu menjadi jalan dakwah umat. Bahkan akan mampu menangkis isu-isu negatif yang menyerang Islam. Berita hoax bertebaran menyudutkan Islam dan media bungkam dengan ke rahmatan lil'alamin-nya ajaran Islam.

Lihat apa yang di katakan oleh Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 104:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Terjemahan: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

Banyak gerakan ke-ummat-an yang melahirkan ide cemerlang untuk kemajuan Islam. Misalnya dari gerakan 212, melahirkan 212 Mart. Ini akan membangkitkan perekonomian yang keuntungannya diolah untuk jalan dakwah.


Dengan media anti hoax, bukan saja melawan berita yang hoax, tapi juga memberikan pencerahan pemikiran yang haq. Dengan begitu, pemikiran akan berjalan dengan sehat, bagi orang yang menyerap berita dari media anti hoax tersebut.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar