Darimana Keuntungan Bank Syariah

Darimana Keuntungan Bank Syariah

Darimana Keuntungan Bank Syariah

BacaNulis.Com - Sebagaimana diketahui bahwa pada bank syariah tidak diberlakukannya sistem bunga. Penerapan bunga merupakan bagian dari riba yang tentu tidak diperbolehkan dalam ajaran Islam. Pada sistem bank syariah menerapkan sistem bagi hasil atau nisbah, yang mengikut pada ketentuan ajaran Islam.

Pada bank syariah dalam menjalankan aktivitasnya mesti mengikuti prinsip-prinsip yang sudah ditentukan dalam ajaran Islam. Berikut beberapa unsur yang terkait dengan prinsip tersebut:

  1. Tidak adanya sistem bunga yang diberlakukan, karena merupakan bagian dari riba
  2. Tidak diperbolehkannya aktivitas yang bersifat spekulatif dan non-produktif
  3. Dilarang melibatkan dalam hal yang bersifat Gharar (meragukan)
  4. Tidak menjalankan sesuatu aktivitas untuk niatan merusak atau bathil
  5. Ruang lingkup pada hal-hal yang halal saja, di luar itu tidak maka haram

Pada cakupan bank syariah ini termasuk ke dalam muamalah. Yang dalam ilmu fiqih, semua aktivitas muamalah itu diperbolehkan, asal tidak melakukan yang dilarang. Sebenarnya menurut catatan dunia, awal dari mulainya bank syariah ini sudah ada sejak tahun 1963 di Mesir. Yang merupakan proyek percobaan untuk menghimpun dana masyarakat yang memiliki fungsi perbankan, tapi tidak disebut dengan nama bank. Akan tetapi, lama kelamaan terus merambah hingga ke beberapa negara. Baca juga: Beberapa Pemikiran Teori dan Konsep Akuntansi Islam

Nah, kembali kepada sebuah pertanyaan. Jika pada bank syariah tidak menerapkan sistem bunga, jadi bagaimana mendapatkan keuntungannya. Bila melihat sistem pada bank konvensional, tentu keuntungan yang paling besar dari penerapan bunga. Dengan bunga bank yang ada itulah, bank konvensional mengeruk hasil yang luar biasa.
Darimana Keuntungan Bank Syariah
Berikut ini akan disebutkan darimana keuntungan bank syariah, sehingga jelas dan transparan bahwa apa yang diterapkan mengikuti ajaran Islam atau mulai memperbaiki ke arah yang syariah. Sehingga tentunya, bagi setiap muslim bisa turut berperan dalam memajukan bank syariah lebih baik lagi, yang salah satu caranya menabung di bank syariah tersebut.

1. Mudharabah

Mudharabah ini merupakan kerjasama usaha di antara pihak nasabah dengan pihak bank. Pihak bank memberikan sejumlah modal untuk dikelola oleh nasabah, yang kemudian keuntungannya akan di bagi sesuai dengan ketentuan dan kesepakatan (akad).

Bila terjadi kerugian, maka hal tersebut akan ditanggung oleh pihak nasabah. Kecuali yang ada kesalahan yang dilakukan pihak bank, maka pihak bank juga bertanggung jawab. Tapi, tentu bila peran penting ada pada nasabah, sebab Ia yang menjalankan usaha tersebut.

Dari sistem mudharabah inilah bank mendapat keuntungan dari investasi usaha ke pihak nasabah. Pada kenyataannya bank syariah sebagai penyalur dana atau pihak ke tiga. Dana yang di investasikannya tersebut merupakan uang tabungan nasabah yang lain. Dana yang biasa diinvestasikan merupakan dana deposito, yang tentunya merupakan deposito syariah.

2. Musyarakah

Musyarakah ini merupakan perjanjian kerjasama dalam usaha tertentu di antara pihak bank dan nasabah dengan modal ditanggung masing-masing pihak. Artinya baik bank maupun nasabah mengeluarkan modal untuk menjalankan usaha tersebut. Jika mengalami keuntungan maka kedua belah pihak mendapatkannya sesuai dengan yang sudah disepakati dan sebaliknya, jika mengalami kerugian, maka kedua belah pihak akan menanggungnya.

3. Murabahah

Murabahah menjadi denyut nadi bank syariah karena aktivitas sangat banyak jumlahnya. Murabahah pada dasarnya merupakan aktivitas jual beli produk (barang), yang pihak bank sebagai penjualnya. Pihak bank membeli barang yang kemudian barang tersebut di perjualbelikan. Selisih dari harga jual beli tersebutlah yang menjadi keuntungan pihak bank. Misalnya saja, pihak bank membeli rumah dengan 100 juta, kemudian menjual ke nasabah dengan harga 120 juta, maka keuntungan pihak bank adalah 20 juta.

Murabahah ini bisa secara kas atau kredit. Jika dilakukan secara kredit maka bila dihitung harga akan semakin tinggi. Harga tersebut juga tergantung pada berapa lama pelunasan yang dilakukan oleh pihak nasabah. Semakin lama waktunya, maka harga juga semakin tinggi. Ini wajar dan sah saja, sebab pada nilai uang biasa akan mengalami penurunan (inflasi), sedangkan pada barang akan semakin naik nilainya (catatan: barang-barang tertentu).

Pada umumnya nasabah membeli barang dari pihak bank syariah secara kredit. Aktivitas tersebut sering dilakukan pada produk kredit perumahan, properti, tanah, kendaraan, dan tempat usaha lainnya.


Bahan bacaan:
1. https://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/ekonomi-syariah/sumber-dana-bank-syariah
2. https://www.cermati.com/artikel/mengenal-istilah-bagi-hasil-nisbah-perbankan-syariah
Buka Komentar