Skip to main content

Inilah Alasan Orang Islam Wajib Kaya Dan Menghindari Kemiskinan

inilah alasan orang islam wajib kaya dan menghindari kemiskinan
BacaNulis.Com -  Sebagai orang islam punya pedoman hidup yang sudah sempurna yang diberikan oleh Allah SWT. Itu merupakan tanda kasih sayangnya Allah kepada ummat manusia, supaya kehidupan yang dijalaninya membawanya kepada jalan menuju syurga. Tidak hanya syurga dunia, melainkan juga dapat memperoleh syurga akhirat.

Orang Islam diajarkan dalam menggapai kebahagian dunia dan akhirat untuk mencari harta sebanyak-banyaknya dan memberi sebanyak-banyaknya, serta tetap istiqomah dalam menjalani kehidupan penuh dengan keta'atan. Jika sebagai orang Islam malas untuk bekerja keras mencari harta, maka tentu ini salah satu penyebab datangnya kemiskinan. Padahal Alqur'an selalu mendorong kepada ummatnya agar cepat dan tanggap mengambil peluang rizki yang diberikan oleh Allah SWT.

Ada sebuah perkataan dari Lukman Hakim "Anakku, Aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan". Pernyataan itu menunjukkan bahwa sebagai orang Islam jangan sampai miskin. Sebab jika miskin, maka banyak sekali fasilitas pahala yang diberika Allah SWT tidak bisa diraih. Dan sungguh banyak sekali jalan kebaikan dan jalan keridhoan Allah SWT yang dapat diraih dengan harta.

Oleh karena itu sebagai orang Islam wajibkanlah bagi diri sendiri untuk meraih kekayaan, sebagai perintah yang datang dari Alqur'an. Berikut inilah alasan menjadi orang Islam wajib kaya dan menghindari kemiskinan;

1. Menunaikan Zakat, Sedekah, Qurban, dan Infaq

Sebagai manusia yang memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi maka salah satu yang dilakukan adalah dengan bekerja. Dengan bekerja, maka akan memperoleh harta yang akan digunakan untuk mencukupi berbagai kebutuhan. Pada saat harta yang didapat hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sendiri, maka belum disebut kaya. Dikatakan kaya, jika harta yang didapat memiliki sisa yang bisa ditabungkan atau diberikan kepada orang lain.

Menjadi kaya membuat seseorang mampu memberi, yang dalam Islam terkait istilah dengan zakat, sedekah, infaq, qurban, dan lain sebagainya. Dengan harta maka banyak kewajiban-kewajiban yang bisa dipenuhi, dan itu tentu merupakan ladang amal kebaikan yang bisa dipanen diakhirat kelak. Mengurus anak yatim, memberi makan fakir miskin, berhaji, membangun mesjid, dan kabaikan-kebaikan tersebut bisa diperbuat dengan harta yang dimiliki. Bagi yang tidak mampu (miskin) kewajiban tersebut memang tidak bisa dikerjakan dan tidak menjadi beban bagi mereka, namun sangat disayangkan, karena banyak kewajiban yang dituntut dalam Islam yang bisa dikerjakan jika menggunakan harta.

2. Budaya kerja qur'ani

Bekerja bukan saja hanya untuk mencari harta, tapi bisa sebagai ajang ibadah. Inilah sambil berenang dapat mutiara. Harta yang didapat bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup, menyenangkan orang lain dengan berbagi, tapi juga dapat pahala ibadah. Ini rizki nomplok namanya, oleh karenanya perlu ada niatan di setiap menjalani pekerjaan mencari ridho Allah SWT.

Dorongan kuat sudah datang dari Alqur'an untuk menjadi orang Islam yang kaya. Alqur'an menganjurkan bangun pagi untuk sholat yang kemudian dilanjutkan untuk bertebaran mencari rizki. Ini berarti merupakan sebuah upaya Alqur'an supaya ummat Islam menjadi kaya. Mensegerakan dari orang lain dengan bangun lebih awal. Dan masih banyak anjuran Alqur'an supaya kaya, yang intinya supaya dengan kekayaan tersebut dapat menegakkan Agama Allah.

Dengan berpikir menjadi kaya yang datang dari perintah Alqur'an, maka orang Islam tidak akan main-main lagi. Tidak menyepelekan waktu yang terbuang sia-sia, serta tidak berpikir biar miskin yang penting masuk syurga. Yang seharusnya diganti dengan berani kaya menuju syurga. Jika itu yang terjadi, orang Islam akan berbondong-bondong untuk menjadi kaya, ini juga akan berdampak kepada perkembangan Agama Islam itu sendiri. Begitulah sebuah perjuangan dalam mendakwahkan Islam yang memerlukan pengorbanan harta maupun jiwa.

3. Menghindari kekhufuran

Kemiskninan mendorong orang untuk khufur, bahkan rela menjual Islam demi harta yang sedikit. Inilah mengapa harus menghindari kemiskinan. Sebab banyak dampak buruk yang bisa disarakan dan yang dapat terjadi. Ketika untuk memenuhi kebutuhan hidup saja susah, maka jalan pintasnya dengan mengemis dijalan raya dan toko-toko. Yang sangat miris melihatnya, banyak orang yang memberi dari kalangan non-muslim. Ini sungguh menghinakan diri dan terlebih-lebih juga menghinakan agama, sebab agama melekat kepada pribadi penganutnya.

4. Mensejahterakan ummat

Baca juga: Muslim Harus Jadi Pelaku Ekonomi Syariah

Bila banyak orang Islam yang kaya, maka banyak pula harta yang bisa dibagi-bagi kepada saudaranya yang kurang mampu. Fungsi zakat, infaq, dan sedekah bukanlah hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok saja. Tapi lebih jauh lagi yaitu mampu mensejahterakan ummat. Dengan dana harta yang terkumpul, ini bisa digunakan untuk membuka lapangan kerja, berwirausaha, membuat pelatihan-pelatihan keahlian khusus, dan juga membangun fasilitas ekonomi yang bisa membantu perekonominan.

Islam sudah memberi konsepnya dengan baik, yang salah satunya melarang orang Islam untuk menumpuk-numpuk harta. Orang Islam sangat dianjurkan mencari harta sebanyak-banyaknya dan berbagi sebanyak-banyaknya pula. Bukan dikantongi dan dipendam buku tabungan saja. Arus harta harus lancar mengalir untuk kepentingan ummat.

Baca juga: Tabiat Manusia Berpotensi Perang Dan Menumpahkan Darah Dalam Alqur'an Surat Al Baqarah Ayat 30

5. Meraih kedudukan

Menjadi sebuah keniscayaan bahwa harta begitu penting dalam kehidupan. Dalam meraih kesuksesan pun perlu harta sebagai alatnya. Misalnya saja, berkuliah, berbisnis, berpolitik, yang itu sangat diperlukan harta untuk mencapainya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar