Kabar Aturan Terbaru! Tentang Tarif Tiket Pesawat Mulai Berlaku Hari Ini

Bagi Anda yang selama ini menjadi pengguna transportasi udara yakni kapal terbang, seperti patut bersenang. Pasalnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru-baru ini merilis daftar anyar tentang aturan ini terkait harga tarif yang ditetapkan, sebagai regulasi tarif yang pernah ada sebelumnya. Ini berarti sekaligus menjawab keluhan masyarakat, sebab tingginya badget yang harus dikeluarkan saat membeli tiket pesawat.
Tarif Tiket Pesawat Mulai Berlaku

Seperti dilansir dari laman www.liputan6.com, jika selama ini peraturan pemerintah hanya berkutat soal subclass, aturan tersebut mengubah mengenai Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Atas (TBB). Bila sebelumnya berada di kisaran angka 30% dari tarif batas atas, sekarang ditingkatkan lagi menjadi 35%. Dengan demikian tidak ada perang tarif antara sesama pemilik usaha ini, ungkap  Menteri Perhubungan.

Menurut Sesditjen Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan Nur Isnin Istiantono di Kemenhub pada Jumat (29/03/2019) lalu, mengatakan jika rata-rata tarif batas bawah 35% dari batas atas dan berlaku pada hari itu untuk semua jenis maskapai.

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri (PM) No 20 Tahun 2019. Bila dulu aturan ditetapkan berdasarkan pada tarif per mill ditempatkan dalam satu ruang PM, kini dipisahkan dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri (KM) baru , yaitu KM 72 Tahun 2019. Harapan Menhub bisa langsung menyesuaikan tanpa mengubah PM, di mana aturan tersebut harus melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kunham).

Sementara itu ujarnya lagi, bila penentuan tersebut harus memperhatikan kondisi maskapai, persaingan sehat dan perlindungan konsumen."Yang baru diperhatikan dengan batasan ini maskapai akan fokus kepada kelangsungan keseimbangan industri penerbangan dan pengguna jasa," tandas Isnin lagi.

Menanggapi berbagai keluhan masyarakat, pemerintah sebetulnya telah berkerja keras mengusahakan agar harga tiket pesawat bisa lebih terjangkau. Ini ditandai dengan penurunan harga avtur yang dikerjakan oleh PT Pertamina (PERSERO), sebagai penyedia bahan bakar pesawat tersebut.

Dan berikut tanggapan sejumlah pihak selaku pemilik maskapai. Pertama adalah Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro yang mengatakan pada kamis 20 Maret 2019, bahwa pihaknya akan melaksanakan aturan dan kebijakan dari regulator. Dalam hal ini Kementrian Perhubungan untuk kepentingan bersama semua pihak.

Yang kedua tanggapan dari Ketua Penerbangan Berjadwal Nasional Indonesia (INACA) Bayu Susanto. Ia berujar jika sebenarnya tiket pesawat sudah diatur oleh Kemnehub melalui batas atas dan batas bawah. "Sejak tahun 2016 lalu hingga saat ini, tarif tiket pesawat batas bawah dan batas atas tidak ada yang berubah sama sekali. Semua masih tetap sama." Dia juga mengemukakan, bila tiket yang selama ini dia jual, masih dalam kisaran koridor aturan tadi, yang dibagi menjadi sejumlah subclass sehingga ada yang murah (diskon) dan mahal, "lanjut Bayu.

"Selain itu, penentuan harga maskapai tersebut ditentukan oleh seberapa banyak permintaan pasar. Bila permintaan sedang rendah, maka tiket yang dijual pun akan lebih murah. Sebaliknya jika permintaan naik, ketika peak season atau weekend, ya makin banyak subclass harga kisaran atas yang dijual dan dibeli penumpang. Saat demand rendah, ya akan banyak tiket yang dijual dengan harga tersebut. Ya begitu hukum ekonominya," pungkas Bayu.

Masih menurutnya, pada segmen full service, selama ini dia mengaku tak banyak mendapat protes dari penggunanya. Sebab  mayoritas rata-rata mereka berasal dari pelanggan korporasi, swasta, BUMN, dan instansi pemerintah. Dengan kata lain aman-aman saja.

Baca juga: Ingin Punya Pengalaman Indah Selama Honeymoon? Yuk, Rasakan Sensasi Tak Terlupakan Di Kota Lembang Bersama Paket Hemat Traveloka!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel