Perbedaan Kata Benar Dan Baik Secara Sederhana

Perbedaan Kata Benar Dan Baik Secara Sederhana

Perbedaan Kata Benar Dan Baik Secara Sederhana

beda kata benar dan salah secara sederhana
BacaNulis.Com - Di kalangan masyarakat kata 'BENAR' dan 'BAIK' sudah biasa diucapkan dan didengar. Akan tetapi, penggunaan kata tersebut tidak selalu tepat, sehingga perlu pelurusan makna kata. Memang sudah menjadi sebuah kata keseharian, sehingga tidak harus di perdebatkan. Oleh karenanya, pada konten ini akan disajikan secara sederhana perbedaan kata tersebut.

Label benar memang terkait dengan hukum atau aturan-aturan, sedangkan label baik itu terkait dengan nilai seseorang. Pada sangkut pautnya dengan kata benar, ada sesuatu pedoman yang dipercayai yang menjadi pengikat terhadap aktivitas kehidupan. Misalnya saja UU Negara, terkait peraturan lalu lintas. Jika menyeberang pada saat lampu pemberhentian warna hijau, maka ini perbuatan yang benar, bukan perbuatan yang baik. Akan tetapi aturan atau hukum yang dibuat oleh manusia, bisa saja mengarah kepada kata baik. Misalnya saja aturan berkendara yang benar sebelah kiri, tapi ada di negara lain yang punya aturan yang berbeda pada saat mengendarai harus ikut aturan di sebelah kanan. Keduanya dikatakan benar di masing-masing tempat yang berbeda. Oleh karenanya terkait dengan kata benar, panduan harus dari yang maha benar. Sehingga Alqur'an lah yang bisa dijadikan sumbernya. Jikapun membuat aturan/UU harus berdasarkan Alqur'an.

Alqur'an merupak haq atau kebenaran yang berasal dari Allah SWT, yang merupakan sang pencipta dari manusia, sehingga kata benar harus datang daripadanya. Bila sudah berasas Alqur'an maka kata benar itu menjadi universal. Tidak ada lagi beda pendapatan mana yang benar dan mana yang salah. Sebab jika yang benar saja tidak bisa terlihat, maka hal tersebut bisa ke arah kata baik.

Pada kata benar ini merupakan sesuatu yang objektif. Jika benar ya benar, dan sebaliknya jika salah ya salah. Berbeda dengan kata baik, yang lebih ke subjektif. Nilai dari baik itu bisa berbeda-beda, tergantung pada penilaian seseorang. Misalnya saja seorang mafia, yang jelas uang yang didapat tentu bejibun haramnya. Akan tetapi terhadap anak buahnya dia bersikap royal. Anak buahnya pun diberikan berbagai fasilitas, disenangkan hidupnya, dan bisa berfoya-foya juga dari hasil pemberian bos mafianya. Pada sudut pandang anak buahnya ini, tentu bos mafia tersebut dinilai baik, oleh anak buahnya. Kata baik itu digunakan untuk menilai bos mafia tersebut. Bagi penilain sebagian orang yang lain tentu perbuatan bos mafia tersebut tidak baik, malah akan menjerumuskan para anak buahnya.

Orang diperintahkan untuk berkata benar, bukan baik. Namun, dalam berkata benar tentu harus dengan cara yang baik. Kata baik ini terkadang menjadi pelemah terhadap sebuah penilaian. Menilai orang jarang sekali pakai kata benar, yang sering digunakan adalah kata baik. Padahal itu penilaian sangatlah subjektif.

Kata benar dan baik ini memang sebaiknya selalu beriringan. Walau punya perbedaan diantara, akan tetapi keduanya bisa menjadi satu padu dalam kehidupan. Kata dasarnya adalah "baik belum tentu benar dan benar sudah pasti baik". Jadi yang perlu didahulukan itu benarnya dulu. Tahu mana yang benar dulu, sehingga kebaikan akan menyusul. Benar pengetahuan orang terhadap sesuatu, dan baik itu penilaian terhadap sesuatu. Sehingga baik itu muncul ketika sesuatu itu kerjakan atau dilakukan terlebih dahulu, barulah muncul peniliannya. Apakah sesuatu itu baik atau tidak.

Baca juga: 4 Perkataan Yang Harus Dibiasakan Kepada Anak

Nah jadi, benar memang pastilah baik. Tapi perlu diingat juga bahwa terkadang orang salah dalam menjalankan kebenaran tersebut, dikarenakan tidak menggunakan cara yang baik. Oleh karenanya, kedua kata ini sangat tepat jika selalu digabungkan di dalam aktivitas kehidupan.
Buka Komentar