Ciri-ciri Administrasi Keuangan Dalam Sebuah Perusahaan

Bukan hal baru lagi apabila administrasi keuangan sangat penting dalam sebuah perusahaan. Hal ini berguna untuk melihat bagaimana perusahaan akan di jalankan, dan kemana arah dari perusahaan tersebut.
Ciri-ciri Administrasi Keuangan Dalam Sebuah Perusahaan

Tapi apakah Anda tahu beberapa ciri dari administrasi keuangan tersebut ? Mungkin semua orang pernah mendengar kata administrasi tapi saya yakin tidak semua orang tahu apa saja ciri administrasi tersebut.

Baca juga: Definisi Administrasi Keuangan, Fungsi, dan Manfaatnya

Ciri-ciri Administrasi Keuangan dalam Organisasi

Pada artikel ini Anda akan mengetahui semua yang menyangkut ciri dari administrasi keuangan. Dengan Anda  mengetahui hal ini maka Anda secara otomatis tahu apa saja pekerjaan dari seorang admin di sebuah kantor atau organisasi. Di bawah ini ialah beberapa ciri-ciri dari administrasi keuangan antara lain :

1. Memperkirakan Persyaratan Keuangan

Tugas utama dari seorang manajer keuangan ialah memperkirakan kebutuhan keuangan dalam jangka pendek dan jangka panjang dari bisnis yang di jalankan. Dengan tujuan inilah, dia akan menyiapkan beberapa rencana keuangan untuk saat itu juga serta untuk masa depan.

Mengenai jumlah yang diperlukan untuk membeli aset tetap dan juga beberapa kebutuhan dana untuk modal kerja harus dipastikan sejak awal. Dan untuk estimasi harus didasarkan pada prinsip keuangan yang sehat sehingga tidak akan ada dana yang tidak mencukupi atau kelebihan dengan perhatian penuh.

2. Menentukan Struktur Modal

Sebuah struktur modal dalam bisnis itu mengacu terhadap jenis dan proporsi dari sekuritas berbeda untuk penggalangan dana. Sesudah memutuskan berapa jumlah dana yang diperlukan, maka harus diputuskan jenis surat berharga mana yang harus dinaikkan tersebut.Mungkin saja akan bijaksana untuk membiayai aset tetap dengan melalui utang jangka panjang.

3. Memilih Sumber Keuangan

Sesudah menyiapkan struktur modal, yang berupa sumber keuangan yang tepat dipilih. Bermacam sumber, dari mana keuangan bisa langsung ditingkatkan, yang di antaranya modal saham, surat utang, bank komersial, lembaga keuangan, simpanan publik, dll. Apabila keuangan diperlukan untuk jangka pendek maka bank atau deposito publik dan juga lembaga keuangan mungkin sangat tepat. Namun di lihat dari lain pandangan, apabila keuangan jangka panjang diperlukan maka modal saham dan debitur dapat bermanfaat untuk perusahaan.

4. Memilih Pola Investasi

Ketika dana sudah diperoleh maka keputusan mengenai pola investasi harus diambil. Dan pemilihan pola investasi terkait dengan penggunaan dana tersebut. Keputusan harus segera diambil untuk aset mana yang harus dibeli. Dana tersebut harus dihabiskan pertama kali pada aset tetap dan kemudian bagian yang sesuai akan dipertahankan untuk modal kerja selanjutnya. Terlebih lagi dalam berbagai kategori aset, keputusan tentang jenis aset tetap atau aset yang lainnya akan sangat penting.

5. Manajemen Uang yang Tepat

Manajemen keuangan atau kas juga ialah tugas penting manajer keuangan dalam perusahaan. Dia harus dapat menilai berbagai kebutuhan uang tunai dalam waktu yang berbeda dan selanjutnya membuat pengaturan untuk mengatur uang tunai. Sebab keberadaan uang tunai mungkin diperlukan untuk keperluan :

Membeli bahan mentah.
Melakukan pembayaran kepada kreditor.
Menemui tagihan upah.
Memenuhi pengeluaran dalam setiap hari.

6. Menerapkan Kontrol Keuangan

Sistem manajemen keuangan yang efektif dan efisien mengharuskan penggunaan berbagai perangkat kontrol dalam pelaksanaannya. So, beberapa perangkat kontrol keuangan yang pada umumnya digunakan ialah:

Pengembalian investasi.
Kontrol Anggaran.
Break Even Analysis.
Pengendalian Biaya.
Analisis Rasio.
Biaya dan Audit Internal.

Pengembalian investasi ialah termasuk dalam perangkat kontrol terbaik untuk mengevaluasi kinerja berbagai kebijakan keuangan dalam perusahaan. Anda harus ingat semakin tinggi persentase ini lebih baik mungkin kinerja keuangan. Pemakaian berbagai teknik kontrol oleh seorang manajer keuangan akan dapat membantunya dalam mengevaluasi kinerja di berbagai bidang serta dapat mengambil langkah-langkah korektif jika memang diperlukan.

7. Penggunaan Surplus yang Tepat

Pencatatan laba atau surplus ialah salah satu faktor penting dalam manajemen keuangan perusahaan. Pemakaian surplus yang bijaksana akan sangat penting untuk rencana ekspansi dan diversifikasi serta dalam melindungi kepentingan pemegang saham bisnis. Membajak kembali atau menjadikan keuntungan sebagai modal ialah kebijakan terbaik untuk pembiayaan lebih lanjut namun biasanya ini akan bertentangan dengan kepentingan pemegang saham.

Lihat juga: Manfaat Komunikasi Administrasi Dalam Dunia Kerja

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel