Skip to main content

Format laporan Keuangan yang Baik dan Benar

Format laporan Keuangan yang Baik dan Benar

Format laporan keuangan secara umum bersifat baku dan berlaku secara universal untuk semua. Dengan begitu maka setiap pembaca tidak akan kesulitan memahami konsep pelaporan dari berbagai perusahaan yang telah jadi secara utuh.

Dalam dunia bisnis, laporan keuangan sebuah perusahaan terdiri dari tiga bagian penting, yaitu laporan laba rugi perusahaan, laporan arus kas dan laporan neraca keuangan di dalam perusahaan. Terkadang pada beberapa perusahaan yang berskala besar atau kecil terdapat pula laporan akhir dari struktur permodalan, walaupun pada beberapa pelaku usaha berskala kecil dan menengah laporan terakhir ini kebanyakan hanya disatukan dengan laporan neraca keuangan dalam waktu yang telah di tentukan.

Anda dalam menyusun format laporan keuangan perusahaan, Anda haruslah membuatkannya sesuai urutan dengan tepat yang ada. Sebab data dari satu laporan yang Anda buat, itu akan berkaitan dengan data pada laporan berikutnya. Dan pada umumnya hal inilah tantangan tersendiri dari penyusunan laporan keuangan yang membuat kebanyakan orang menganggapnya dengan fikiran rumit dan sulit.

Bukan hanya itu saja, Anda juga memerlukan pembukuan akuntansi yang menjadi dasar dalam menyusun pelaporan. Dengan Anda menyusun pembukuan serta pembuatan jurnal secara terperinci setiap harinya untuk masing-masing transaksi sebagaimana standar baku penyusunan pembukuan, otomatis Anda akan dimudahkan dalam membuat laporan perusahaan, dalam hal ini Anda cukup mengakumulasi dan menyusun ulang sesuai format laporan keuangan perusahaan.

Seperti yang telah saya tulis di atas, Anda perlu menyusun pencatatan serta pembukuan dengan standar jurnal baku akuntansi yang ada. Sebenarnya bukan hal yang sulit dalam mengawali pencatatan semacam ini.

Baca juga: Cara Membuat Laporan Keuangan yang Benar Lengkap!

Format laporan Keuangan yang Benar

Ada yang mengatakan memang menjalankan usaha itu sangat sulit, tidak semudah kita membalikkan telapak tangan. Ini memang adanya, kita dapat mengambil contoh dalam hal membuat laporan keuangan. Disana Anda tidak boleh sembarangan, sebab ada ketentuan Format laporan Keuangan yang baik dan benar yang harusnya Anda tahu, diantaranya :

a. Susun laporan laba rugi

Apabila Anda ingin menyusun laporan laba rugi, Anda perlu menghitung akumulasi dari Harga Pokok Penjualan dan juga akumulasi nilai penjualan yang ada dalam perusahaan, baik itu tunai ataupun kredit. Dimana selanjutnya akan dilakukan perhitungan laba rugi perusahaan yang bisa Anda peroleh dengan menghitung seluruh akumulasi risalah laba atau juga dengan melakukan pengurangan antara nilai total penjualan dengan nilai total Harga Pokok Penjualan dalam perusahaan tersebut.

b. Susun laporan arus kas

Jika kita pahami secara jelas dan rinci, sebenarnya laporan keuangan arus kas termasuk laporan yang mudah Anda buat. Secara umum laporan ini hanyalah perhitungan akumulasi dari sisa kas periode yang kemudian akan ditambah akumulasi aliran kas masuk serta akan dikurangi akumulasi aliran kas keluar. Hasil akhir dari perhitungan semacam ini disebut sebagai nilai kas akhir periode dalam perusahaan. Dalam hal ini Anda dapat perinci apa saja poin pemasukan kas serta pengeluaran kas yang ada dalam perusahaan Anda dalam bentuk risalah maupun dalam bentuk akumulasi saja.

c. Susun laporan neraca

Disini saya akan memberikan pelajaran mengenai penyusunan laporan keuangan neraca ini dengan lebih detail dan akurat. Terkait dengan kompleksitas dari sebuah laporan keuangan neraca jika dibandingkan proses penyusunan format laporan keuangan yang lainnya.

Sebab laporan neraca memiliki tingkat kepentingan lebih besar jika dibanding laporan keuangan lain. Secara umum neraca ini ialah muara dari sebuah pelaporan yang menjadi ringkasan cerita sejauh mana kesehatan perusahaan Anda saat itu, sejauh mana keuntungan yang berhasil Anda peroleh dan sejauh mana kekuatan keuangan perusahaan Anda terkait dengan finansial atau modal, selain itu Anda bisa melihat keseimbangan hutang dan kekayaan serta nilai asset lancar.

Baca juga: Ketentuan Menyusun Laporan Keuangan yang Baik dan Benar

Dalam laporan ini data laba bersih akan masuk dalam neraca sebagai penambah nilai modal yang Anda keluarkan. Sedangkan kas akhir yang berupa dapat dalam laporan arus kas akan masuk dalam salah satu poin utama asset lancar atau asset yang mudah dicairkan oleh perusahaan tersebut. Format laporan ini juga sangat mudah di pahami oleh setiap pembacanya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar