Skip to main content

Fundamen pada Tahap Awal Pembuatan Perusahaan Startups

Fundamen pada Tahap Awal Pembuatan Perusahaan Startups

Pada dasarnya akuntansi adalah salah satu hal penting dalam sebuah perusahaan. Keberadaan divisi akuntansi akan dapat mengkomunikasikan informasi yang bersifat krusial untuk pemilik, jajaran eksekutif, manajer serta beberapa investor untuk pengambilan keputusan. Sebuah perusahaan memerlukan sebuah informasi yang akurat yang bisa di pakai untuk menentukan beberapa hal mengenai apa saja yang dapat dilakukan atau tidak.

Seorang investors tidak akan memberikan Anda pinjaman apabila mereka tidak percaya dengan informasi yang diberikan oleh perusahaan Anda tidak akurat. Berbeda halnya pada beberapa perusahaan startup yang baru berkembang pada tahap awal tidak mempunyai staff akuntan.

Tips yang Dapat Membantu Founder Perusahaan untuk Bisa Melakukan Pembukuan

Melakukan pembukuan dalam perusahaan startups yang masih baru berdiri memerlukan hal. Tujuannya agar hasilnya akurat, baca selengkapnya di bawah ini!

1. Mengorganisir Seluruh Dokumentasi Penunjang Bisnis

Mempersiapkan beberapa sistem pencatatan adalah aspek yang penting dari proses akuntansi. Sebab kemungkinannya kecil untuk Seorang staff dapat mengingat semua transaksi yang berlangsung setelah beberapa bulan kemudian. Maka dari itu, penting untuk mendokumentasikan segala Sesuatu. Saran saya Anda simpan nota-nota, kontrak, invoices, dokumen legal dan korespondensi penting lainnya secara terorganisir dan juga rapi. Jika di perlu Anda dapat melakukan back-up secara periodik. Dengan Anda menyimpan dokumentasi transaksi dengan baik, tentu hal tersebut akan dapat membantu perusahaan saat diaudit atau jika ada pemeriksaan dari Dirjen Pajak.

2. Gunakan Metode Akuntansi Secara Accrual Basis

Anda harus tahu system akuntansi yang diijinkan pada PSAK adalah system akuntansi secara accrual basis. System ini mengakui biaya pada periode terjadinya bukan pada saat dibayarkan secara tunai, dan pendapatan diakui saat didapatkan. Hal tersebut akan memenuhi matching principle yang dapat menyajikan laporan keuangan yang sesuai dengan pendapatan serta biaya yang terjadi dalam suatu periode akuntansi yang telah di tentukan. Itu akan mempermudah perusahaan Anda untuk mengukur dan menganalisa KPI dari pendapatan serta biaya pada periode yang tepat dalam perusahaan.

3. Mengimplementasikan Pengendalian Internal/Internal Control

Mungkin sebagian dari Anda tidak mengetahui bahwa pengendalian internal bukan untuk perusahaan besar saja. Menentukan dengan jelas siapa saja yang bertanggungjawab untuk mengkomunikasikannya kepada seluruh bagian dalam perusahaan.

Anda harus memperhatikan kontrol secara fisik untuk mengamankan asset perusahaan, misalnya Anda dapat memberikan password pada laptop dan mengunci laci-laci, membatasi akses ke gudang penyimpanan barang di perusahaan, dan yang lainnya.

Selain itu review dan otorisasi transaksi juga harus Anda perhatikan sebelum dilakukan pengeluaran uang. Anda dapat melakukan rekonsiliasi bank setiap bulan dan pahami beberapa perbedaan pencatatan yang ada di pencatatan perusahaan dan rekening koran.

4. Kategorikan biaya

Dengan Anda mengkategorikan beberapa pembiayaan, maka Anda akan dapat memberikan informasi kepada perusahaan, mengenai pengeluaran apa saja yang sudah dilakukan oleh perusahaan. Penentuan kategori yang tepat untuk internal tergantung pada perusahaan. Saat Anda menentukan kategori biaya, kategorikan harus di sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan mempermudah perusahaan untuk proses analisa dan pengambilan keputusan.

Memperhatikan beberapa hal ini pada tahap awal pembentukan perusahaan, akan sangat berguna untuk kelangsungan usaha pada jangka panjang kedepannya. Beberapa pos pembiayaan misalnya biaya penjualan dan marketing, mempunyai impact secara langsung pada pendapatan yang dihasilkan perusahaan, efeknya hal ini akan dapat membantu perusahaan untuk menentukan anggaran biaya pada masing-masing pos biaya yang berpengaruh pada pendapatan total secara keseluruhan.

5. Memahami Dokumentasi Legal

Cara pemilik usaha dalam rangka membangun perusahaan secara hukum, akan dapat mempengaruhi aspek akuntansi, khususnya di aspek perpajakan jika nanti sudah daftar di perpajakan. Hal ini tentu sangat penting bagi perusahaan untuk menyimpan segala dokumen dan memahami struktur perusahaan.

Jika Anda melakukan sendiri semua hal di atas bisa jadi cukup memakan waktu dan malah molor, atas dasar inilah perusahaan membutuhkan bantuan dari tenaga ahli pihak ketiga untuk membantu perusahaan mengelola beberapa aspek akuntansi di atas. Dengan Anda menyerahkan kepada tenaga yang telah professional hal itu akan meringankan Anda sehingga bisa lebih fokus dalam memikirkan strategi perkembangan perusahaan kedepannya.

Baca juga: Pendapat Negatif Beberapa Masyarakat Mengenai Jurusan Administrasi Bisnis
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar