Skip to main content

Mengenal Apa Itu Just In Time dalam Sistem Produksi Terefisien

Mengenal Apa Itu Just In Time dalam Sistem Produksi Terefisien

Dalam perusahaan apapun suatu proses produksi pasti akan perlu adanya prosedur untuk mengefisiensi biaya yang dikeluarkan sehingga profit yang di perolehakan menjadi maksimal. Salah satu cara yang paling efektif menurut saya adalah sistem Just In Time atau JIT. Sistem produksi dengan cara ini pertama kali muncul dari negari Sakura (Jepang) pada tahun 1970 karena adanya kekhawatiran dalam per Industrian kala itu.

Kekhawatiran itu muncul di sebabkan negara Jepang sendiri secara geografis tidak terlalu menguntungkan untuk melakukan industri, ketergantungan energi dan bahan baku impor juga terbilang cukup tinggi serta faktor keterbatasan sumber daya alam yang kurang memadai.

Bersamaan dengan itu beberapa negara barat sudah memulai revolusi industri yakni 3.0, hal tersebut yang mendorong negara Matahari terbit untuk menciptakan produk yang bermutu tinggi dengan penggunaan biaya produksi seminimal mungkin sehingga memperoleh profit atau keuntungan yang lebih maksimum sehingga industri di negara Jepang dapat bersaing dengan negara barat.

Dengan memakai sistem produksi ini, semua persediaan bahan baku yang nantinya akan diolah menjadi barang jadi harus tiba tepat pada waktunya dengan jumlah sesuai permintaan. Semua barang harus siap diproduksi sesuai dengan jumlah yang diperlukan oleh pelanggan pada waktu yang tepat sesuai permintaan.

Secara garis besar tujuan menerapkan strategi Just In Time (JIT) dalam proses bisnis, antara lain sebagai berikut :

  • Agar dapat meningkatkan daya kompetisi, dengan aktivitas produksi yang semakin efisien berarti disana akan ada penurunan biaya serta akan memungkinkan untuk perusahaan tetap bertahan dalam persaingan pasar yang semakin ketat.
  • Agar dapat meningkatkan efisiensi produksi, efisiensi produksi ini bisa dilakukan dengan berbagai cara termasuk mendesain pabrik perusahaan sedemikian rupa supaya hal tersebut mempercepat proses produksi dan berjalan dengan aman.
  • Agar dapat meningkatkan mutu barang, tujuannya yaitu semakin barang yang diproduksi semakin bermutu maka yang harus dilakukan ialah membina hubungan dengan supplier barang tersebut sehingga memungkinkan melakukan pengendalian mutu suku cadang ataupun komponen dengan lebih murah tapi kualitas tetap terjamin.
  • Agar dapat mengurangi pemborosan, secara umum dengan semakin meningkatnya beberapa barang baku atau barang pembantu maka otomatis itu akan semakin kecil juga waste yang ada.

Agar dapat mencapai beberapa tujuan tersebut perusahaan harus mengurangi persediaan, mengendalikan aktivitas, meningkatkan mutu, serta harus memperbaiki kinerja.

Saat Anda menerapkan sistem JIT, maka diperlukan integrasi dari bagian pembelian, produksi sampai dengan penjualan perusahaan. Bagian penjualan secara berkala harus mencatat setiap penjualan yang dilakukan secara periodik, tujuannya agar dapat merencanakan pembelian beberapa material produksi.

Dan pada bagian pembelian yang sudah menerima catatan penjualan periodik tersebut bisa menjadwalkan pengadaan barang dengan cara tertentu,agar nanti penyerahan bisa segera dilakukan untuk memenuhi permintaan atau penggunaan barang tersebut.

Pada bagian produksi harus bisa menjadwalkan proses produksi sebuah produk dengan tepat waktu, harus dengan mutu yang handal, serta jumlah yang sesuai dengan yang di butuhkan sehingga bisa memenuhi permintaan pelanggan dimanapun berada.

Pada pembelian yang menerapkan sistem JIT bisa mengefisiensi waktu dan biaya dengan cara mengurangi biaya negosiasi dengan pemasok barang baku, mengeliminasi ataupun mengurangi kegiatan dan biaya yang tidak bernilai tambah serta juga akan mengurangi waktu dan biaya untuk program quality control barang tersebut.

Pada bagian produksi bisa mengurangi waktu serta biaya produksi dengan cara mengurangi ataupun meniadakan work in progress dalam setiap work station perusahaan, mengurangi biaya set up mesin pada setiap tahapan pengelolaan, mengurangi system lead time produksi, dan juga harus menekankan pada penyederhanaan pengelolaan pada produk sehingga aktivitas produksi yang tidak bernilai tambah bisa langsung dieliminasi.

Dengan strategi Just In Time yang di jalankan oleh beberapa perusahaan besar, hal tersebut terbukti dapat meningkatkan keuntungan perusahaan. Mungkin Anda belum melihat secara detail, tapi perusahaan TOYOTA adalah perusahaan pertama yang menerapkan sistem ini. Dan mereka berhasil bersaing dengan produsen Eropa dalam hal penjualan.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar