Skip to main content

Mengenal Kode Akun atau Chart of Account dalam Perusahaan

Mengenal Kode Akun atau Chart of Account dalam Perusahaan

Pernahkah Anda pendengar istilah rangkaian Kode Akun ? Hal ini atau juga dikenal dengan istilah Chart of Account yang merupakan  sebuah rencana. Secara garis besar kode Akun adalah index di mana seluruh informasi keuangan dicatat secara rinci. Kode Akun ialah daftar dari semua nama akun serta nilai yang mencatat setiap transaksi keuangan perusahaan. Pengembangan sistem Kode Akun ini harus dilakukan sebelum membuat Jurnal Umum dalam perusahaan tersebut.

Setiap perusahaan tentu tidak mempunyai Kode Akun yang sama. Beberapa akun yang dipakai tergantung pada kebutuhan pada perusahaan. misalnya untuk perusahaan yang bergerak pada bidang jasa. Mungkin mereka tidak akan memerlukan Akun persediaan. Hal tersebut berbeda pada perusahaan dagang, akan memerlukan akun Persediaan.

Saat merancang beberapa kode akun, Anda perlu berpikir jauh ke depan. Hal ini bukan hanya akun yang Anda butuhkan pada waktu ini juga, namun juga beberapa akun yang mungkin akan Anda butuhkan 5 hingga 20 tahun ke depan, dalam hal ini Anda perlu memasukkan itu dalam Kode Akun Anda.

Baca juga: Elemen-Elemen Yang Terdapat Pada Neraca dan Laporan Rugi Laba

Kategori Utama Kode Akun/Chart of Account

Mungkin saja saat ini Anda tidak mempunyai karyawan, tetapi ingat ke depannya, Anda mungkin ingin merekrut karyawan, bukan ? Sehingga, akun tersebut tentu akan Anda butuhkan di masa yang akan datang. Selain itu Anda bisa menambahkan Kode-kode Akun sambil berjalannya perusahaan.
Saran saya sih, Anda sebaiknya membuat sistem penomoran untuk beberapa kode akun yang akan Anda buat. Ada beberapa kategori kode akun, diantaranya :

Aset/Assets

Kategori Aset ini ialah di mana Anda melacak apa saja yang kekayaan atau harta perusahaan. Kategori Aset pada umumnya akan diawali dengan angka 1000. Ini ialah angka yang biasa dipakai dalam program akuntansi yang terkomputerisasi secara detail. Angka dari setiap akun aset akan tersusun secara berurutan seperti 1000, 1010, 1020, 1030 dan selanjutnya. Pada umumnya ini akan awali dengan aset lancar dan dilanjutkan dengan aset tetap.

Sesudah aset tetap, Anda juga perlu memasukkan akun untuk akumulasi depresiasi. Akumulasi depresiasi ini akan selalu bernilai negatif, yang pasti akan berhubungan langsung dengan aset lancar Anda. Sarang saya, jangan pernah memberikan ruang kosong antara aset tetap dengan akumulasi depresiasi.

Kewajiban/Liabilities

Pada kategori Akun Kewajiban ialah kategori untuk dapat melacak hutang dan kewajiban perusahaan yang harus dibayar di masa yang akan datang sesuai data yang ada. Dalam hal ini Anda bisa memberikan kode nomor 2000 untuk kewajiban. Seperti kode Aset, saran saya Anda sebaiknya mengikuti bentuk dari Neraca yang ada dalam perusahaan.

Modal/ Owner’s Equity

Akun Kode Modal dipakai untuk mencatat semua investasi pada perusahaan. Sebagai contoh saat Anda memutuskan untuk memasukkan investor lain dalam perusahaan, dalam hal ini Anda harus menambahkan Akun untuk investasi tersebut.

Selanjutnya Anda juga harus mencatat seluruh laba pada tahun berjalan ataupun laba ditahan, yang mana ini dikenal dengan Retained Earnings yang diperoleh dari hasil usaha yang dilakukan perusahaan selama satu periode. Pada umumnya akun Modal akan masuk pada kategori 3000.

Pendapatan/Revenues

Akun Pendapatan ini ialah akun pertama yang biasanya akan terkait dengan Laporan Laba Rugi perusahaan. Pendapatan ialah sumber utama pemasukan dari sebuah perusahaan. Dan pada umumnya akun pendapatan ini akan masuk pada kode kepala akun 4000.

Selain itu bersama dengan pendapatan, Anda bisa memasukkan akun untuk potongan penjualan dan retur penjualan perusahaan.

Biaya/Expenses

Kode Biaya adalah kode yang juga perlu di masukkan. Pada kategori ini pada umumnya akan diawali dengan kode 5000. Kode akun biaya biasanya akan dipisahkan menjadi beberapa biaya penjualan, biaya umum serta administrasi dan juga pendapatan/kerugian lain-lain.

Baca juga: Elemen-Elemen Laporan Keuangan Dalam Teori Akuntansi

Biaya penjualan ialah beberapa biaya yang terkait langsung dengan proses penjualan dalam perusahaan. Misalnya biaya gaji marketing, biaya entertainment, gaji karyawan dan yang lainnya. Selain itu ini juga terkait dengan biaya umum dan administrasi, misalnya biaya listrik kantor, biaya gaji direksi, biaya pelatihan, dan sebagainya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar