Skip to main content

Syarat dan Cara Membuat NPWP Perusahaan

Syarat dan Cara Membuat NPWP Perusahaan

Saya yakin Anda biasa mendengar NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak, tetapi bisa saja Anda tidak mengetahui apa fungsi utama dari penggunaan NPWP tersebut. Fakta mengatakan NPWP sangat penting baik itu untuk pekerja ataupun perusahaan supaya bisa mengurus segala keperluan dengan mudah.

Nomor Pokok Wajib Pajak atau biasa kita kenal dengan istilah NPWP merupakan nomor yang diberikan terhadap Wajib Pajak sebagai tanda pengenal untuk setiap Wajib Pajak dalam menjalankan semua hak dan kewajibannya membayar pajak setiap tahun. Anda perlu memahami bahwa NPWP digunakan sebagai alat administrasi perpajakan, pengenal Wajib Pajak serta persyaratan untuk mendapatkan pelayanan di pihak ketiga seperti Bank, Kredit Kendaraan Asuransi, dan layanan lain yang bisa membantu dalam hal finansial untuk perseorangan ataupun badan atau perusahaan dalam menjalankan usahanya.

NPWP merupakan hal yang sangat wajib untuk didaftarkan untuk perorangan yang sudah bekerja masuk kedalam Wajib Pajak harus di bayar. Pemerintah sudah menjelaskan bahwa apabila setiap masyarakat yang sudah mempunyai pendapatan diatas Rp. 3.000.000, maka telah diharuskan untuk mendaftarkan dirinya menjadi Wajib Pajak dengan membuat NPWP ke kantor perpajakan, sementara untuk mereka pekerja yang tidak mempunyai pendapatan diatas Rp. 3.000.000, tetap diperbolehkan untuk membuat NPWP tetapi tidak akan dikenakan pajak.

Berbeda dengan badan usaha atau perusahaan baik itu yang berbentuk CV ataupun PT diwajibkan untuk mendaftarkan perusahaannya supaya memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP Badan apabila sudah memenuhi persyaratan seperti yang ada didalam peraturan pemerintah bidang perpajakan Republik Indonesia.

Syarat Membuat NPWP Perusahaan

Tidak sembarangan dalam pembuatan NPWP, Ada beberapa syarat yang harus Anda siapkan. Agar Anda dapat memahami secara jelas di bawah ini merupakan persyaratan mendaftar NPWP untuk badan usaha terbaru:

  • Wajib Pajak Badan yang sudah mempunyai kewajiban perpajakan sebagai pembayar setiap tahun, pemotong ataupun pemungut pajak sesuai dengan ketentuan undang-undang perpajakan yang berlaku, yang termasuk didalamnya bentuk usaha tetap, kontraktor dan juga operator di bidang minyak serta gas bumi.
  • Wajib Pajak Badan yang mana mereka hanya mempunyai kewajiban dalam hal perpajakan sebagai pemotong dan pemungut pajak sesuai dengan peraturan undang-undang perpajakan Indonesia termasuk dalam bentuk kerjasama operasi.

Sedangkan untuk persyaratan mendaftar NPWP untuk perusahaan ada 3 kategori, diantaranya merupakan badan usaha berorientasi laba, badan usaha tak berorientasi laba dan juga badan usaha operasi bersama.

Badan Usaha Berorientasi Laba (Profit)

Definisi Badan Usaha Berorientasi Laba ataupun profit oriented merupakan badan usaha yang semata-mata hanya mencari keuntungan saja, contoh kecilnya seperti CV, PT, Koperasi dan yayasan. Di bawah inmerupakan persyaratan mendaftar NPWP perusahaan profit:

  • Fotokopi akta pendirian ataupun dokumen pendirian dan perubahan perusahaan jika ada.
  • Fotokopi Kartu NPWP pemilik salah satu petinggi perusahaan, ataupun fotokopi paspor.
  • Fotokopi izin usaha serta beberapa kegiatan yang diterbitkan oleh pihak yang berwenang ataupun surat keterangan tempat kegiatan usaha dari Lurah atau Kepala Desa setempat

Badan Usaha Tidak Berorientasi Laba (Non-profit)

Badan Usaha Tidak Berorientasi Laba ataupun non-profit merupakan badan usaha bentukan yang tidak semata-mata untuk mencari uang/laba saja atas usaha yang didirikannya. Misalnya Ormas, Perkumpulan dan juga Organisasi Internet. Di bawah ini merupakan syarat mendaftar NPWP perusahaan badan usaha tidak berorientasi laba, antara lain:

  • Fotokopi KTP pemilik, pengurus atau ketua dari badan usaha atau organisasi.
  • Akta pendirian jika memang ada.
  • NPWP pemilik atau pengurus atau ketua dari badan usaha atau organisasi.

Badan usaha operasi kerjasama (joint operation)

Baca juga: Cara dan Syarat Mengurus SIUP Pada Bisnis

Badan usaha operasi kerjasama ataupun joint operation merupakan sebuah badan usaha yang dijalankan bersama atau oleh dua perusahaan dalam hal melakukan proyek. Masing-masing dari setiap perusahaan tersebut harus sudah mempunyai NPWP, dan ini wajib. Sedangkan NPWP untuk joint operation ini dapat didaftarkan dengan menggabungkan nama dari dua perusahaan yang bekerja sama tersebut. Di bawah ini merupakan syarat membuat NPWP usaha operasi kerjasama, diantaranya :

  • Fotokopi perjanjian kerjasama antar dua perusahaan yang bersangkutan.
  • Fotokopi Kartu NPWP dari setiap bentuk usaha/perusahaan yang bekerja sama tersebut.
  • Fotokopi NPWP pribadi pendiri atau pemilik perusahaan atau salah satu pengurus didalam perusahaan yang bekerjasama.
  • Fotokopi izin usaha yang diterbitkan oleh pihak yang berwenang di kota setempat.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar