Skip to main content

Viral! Seorang Warga Temukan Cincin Emas Seberat 8,8 Gram Peninggalan Era Majapahit Di Sawah

Peradaban kerajaan kuno Majapahit, tidak terlepas dari dusun Medang Kamulan di desa Banjarrejo kecamatan Gabus kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Hal tersebut dibuktikan dengan banyak diketemukannya berbagai benda peninggalan masa lampau oleh warga setempat yang berada di sana. Dari berbagai temuan ini dapat disebutkan antara lain : Sejumlah perhiasan, koin kuno, guci, lumpang batu, yono, artefak hingga lesung.
Viral! Seorang Warga Temukan Cincin Emas Seberat 8,8 Gram Peninggalan Era Majapahit Di Sawah

Dilansir dari laman www.regional.kompas.com, mengabarkan bahwa dari berbagai temuan ini menarik perhatian dari para peneliti seperti Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran pada akhir 2016 lalu, yang menyebutkan jika keberadaan kawasan desa Banjarejo pada zaman dulu pernah menjadi saksi peradaban era purba pada zaman kerajaan Majapahit. Dari penjelasan petugas Badan Arkeolog Jogjakarta, konon peradaban itu dimulai dari abad ke-12 hingga ke-17 Masehi.

Di mana ujar kepala desa setempat pada waktu itu mengatakan bila menurut perkiraan BPSMP, sekitar 2 juta tahun yang lalu Desa Banjarrejo dan sekitarnya merupakan lautan dangkal. Kemudian sekitar 1.6 juta tahun lalu berubah menjadi laguna. Ada pesisir pantai, sungai muara, rawa, padang pasir serta hutan. Dari sana kemudian muncul hewan-hewan besar seperti gajah stegodon dan lain-lain.

Nah, terkait tempat ini baru-baru ini seorang warga bernama Trisno, 42, dari dusun tersebut juga menemukan satu lagi sebuah cincin emas seberat kurang lebih 8.8 gram dengan besar 1,5 cm. Melansir dari media www.radarkudus.jawapos.com, warga tersebut menemukannya di sawah miliknya, yang berada di kedalaman sekitar satu meter dari tempatnya menggali tanah. Menurut pengakuannya dia memang sengaja mencari benda-benda kuno, di mana ada kabar menerangkan jika salah satu dari area persawahan itu, terdapat lokasi yang diduga sebagai area tempat berdirinya kraton Medang Kamulan.

Atas temuan ini, Taufik Achmad selaku Kepala Desa yang ditemui media, melaporkannya kejadian itu kepada para petugas Arkeolog yang kebetulan sedang melakukan penelitian di kawasan di sana, dari 20 Maret hingga 7 April 2019 mendatang.

‘’Mereka takjub dan langsung merespon untuk diidentifikasi. Keberadaan benda kuno tersebut diperkirakan peninggalan abad XIV-XIIX Era Majapahit. Sementara, semua penemuan dikumpulkan di rumah fosil.’’ Demikian terang sang Kades.

Dan sekarang temuan tersebut dikabarkan telah berada dan disimpan di rumah fosil dan akan dipajang, guna melengkapi berbagai temuan peninggalan situs yang sebelumnya sudah diketemukan terlebih dahulu. Di mana hal ini bisa menjadi pengetahun bagi masyarakat, terkait sejarah masa lalu negeri ini.

Menurut beberapa sumber, sudah sejak lama mereka menekuni aktifitas sebagai penambang mencari benda-benda kuno. Bermula dari berbagai temuan yang didapat, mendorong mereka beramai-ramai melakukan penggalian di area sawah miliknya. Bahkan sebuah sumber juga menyebutkan jika hal itu telah dikerjakan semenjak tahun 2010 lalu. Dan sejak saat itu banyak ditemukan benda-benda antik yang menarik perhatian warga setempat. Seperti : Aneka perhiasan emas dan lain sebagainya. Bahkan di tahun 2015 lalu, juga pernah dijumpai fondasi bangunan kuno dari tahanan batu bata.

Di akhir wawancara sang kepala desa berharap kepada pemerintah agar memberikan sejumlah kompensasi, mengingat apa yang telah dilakukan warganya, sebagai penemu benda prasejarah tersebut. Di mana memang semua temuan tersebut ada di tanah milik warga. Ia juga beralasan jika semua temuan itu mempunyai nilai yang sangat tinggi. Jadi sangat wajar bila ia meminta hal itu kepada pemerintah.

Baca juga: Sedang Viral! Kisah Pedagang Asongan Jadi Milyader. Apa Rahasianya?
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar