Skip to main content

Cara Membuat Kontrak Kerjasama Dalam Perusahaan

Cara Membuat Kontrak Kerjasama Dalam Perusahaan

Kontrak kerjasama saat melakukan join dengan sesama pembisnis sangatlah di perlukan. Yang pasti membuat kontrak kerjasama dengan investor supaya tidak terjadi kerugian baik itu dari sisi pengusaha dan investor memang hal yang harus dilakukan sebelum di antara keduanya terjadi serah terima dana investasi.

Alangkah baiknya apabila Anda merencanakan terlebih dahulu tentang kontrak ini. Jika sudah selesai baru Anda susun kontrak kerjasama dengan baik dan benar.

Cara Membuat  Kontrak Kerjasama yang baik dan Benar

Memang tidak boleh sembarangan dalam hal membuat surat kontrak kerjasama, semuanya harus jelas dan tidak boleh membuat salah satu dari kedua atau banyak pihak malah akan mendapatkan kerugian. Di bawah ini ialah Cara Membuat  Kontrak Kerjasama yang baik dan Benar, antara lain :

1. Tahapan Menyusun Kontrak Kerjasama

Dalam hal ini terdapat beberapa tahapan yang harus diperhatikan untuk membuat perjanjian kontrak kerjasama, diantaranya :

• Pra Kontrak

Pra Kontrak berisikan negosiasi, studi kelayakan, MoU atau Memorandum of Understanding, dan negosiasi yang masih bersifat lanjutan.

• Kontrak

Kontrak ini berisi penulisan naskah awal yang akan dilanjutkan dengan perbaikan naskah, dan juga penulisan naskah akhir serta penandatanganan kontrak kerjasama

• Pasca Kontrak

Paska kontrak ini  berisi mengenai pelaksanaan, penafsiran dan juga penyelesaian sengketa.

Tapi ingat sebelum surat kontrak atau perjanjian kerjasama dibuat, negosiasi ialah tahapan awal yang harus  Anda lakukan. Negosiasi dapat dilakukan dengan presentasi antara pengusaha dan investor dalam satu pembicaraan. Selain itu negosiasi bisa juga membahas mengenai keuntungan yang akan didapat oleh investor dalam kurun waktu yang telah di tentukan.

Berikutnya, meski  belum masuk dalam perjanjian kontrak, terdapat pembuatan MoU yang harus dicatat dan didokumentasikan ketika negosiasi awal. Yang harus Anda ketahui MoU harus tertulis dan ditandatangani kedua pihak.

2. Susunan Perjanjian Kontrak Kerjasama

Secara umum memang tidak ada kaidah baku mengenai susunan perjanjian kontrak kerjasama dalam perusahaan. Tetapi Ada beberapa hal yang sudah biasa dijadikan standar dalam proses pembuatan surat perjanjian, antara lain :

• Judul

Pada judul harus dibuat dengan kalimat singkat, padat dan juga jelas. Misalnya, Perjanjian Kontrak Kerjasama Bisnis Ikan Mas.

• Pembukaan

Pembukaan pada umumnya berupa kalimat misalnya: ‘Hari ini, Kamis tanggal dua puluh lima bulan April tahun 2019, kami yang bertanda tangan di bawah ini ialah….

• Pihak-pihak

Apabila halaman pembukaan sudah selesai dibuat, halaman berikutnya berisi mengenai beberapa pihak yang terlibat. Hal ini berupa nama lengkap sesuai KTP, alamat sesuai KTP, pekerjaan dan jabatan. selanjutnya dengan kuasa beberapa pihak sebagai pihak pertama, kedua atau ketiga dalam perjanjian kontrak yang di buat tersebut.

3. Latar Belakang Kesepakatan atau Recital

Berikutnya pembukaan diisi dengan alasan ataupun negosiasi yang mendasari dibuatnya perjanjian kontrak tersebut. Lalu jangan lupa Anda sebutkan apa yang menjadi kesepakatan antara pihak PERTAMA dan KEDUA. Misalnya, pihak PERTAMA sidah menawarkan terhadap pihak KEDUA kerjasama dalam Bisnis Ikan Mas dengan beberapa syarat uang sudah disepakati bersama. Dalam hal ini Anda perlu menyebutkan syarat-syarat yang telah disepakati.

4. Isi

Hal ini ialah bagian inti yang harus dibuat dalam surat perjanjian kontrak kerjasama Anda. Isi berisikan mengenai penjelasan panjang lebar kontrak. Saran saya lebih baik dibuat dalam bentuk pasal dan ayat serta huruf untuk memudahkan pembagian ataupun klasifikasi isi.

5. Penutup

Perjanjian kontrak kerjasama yang Anda buat selanjutanya ditutup dengan kalimat penutup misalnya : ‘Perjanjian kontrak ini dibuat dan ditandatangani bersama di .… pada tanggal .… tahun …..
Berikutnya, ialah pembubuhan tanda tangan dari semua pihak yang bersangkutan. Dalam hal ini perlu untuk dipastikan perjanjian kontrak bermaterai supaya nilai hukum yang terkandung didalamnya kuat.

Baca juga: Pengertian Surat Perjanjian, Ciri-ciri, Fungsi dan Jenisnya

Selain itu Pastikan juga bahwa dalam perjanjian kontrak yang di buat tersebut, tidak ada pihak yang dirugikan atau lebih diuntungkan di antara semuanya. Haruslah sama rata. Dan apabila ada ketidakcocokan, saya sarankan lebih baik sampaikan di awal, daripada Anda hanya bisa diam dan akhirnya menjadi masalah.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar