Skip to main content

Cara Menambah Keuntungan dengan Mengefisiensikan Biaya Overhead

Cara Menambah Keuntungan dengan Mengefisiensikan Biaya Overhead

Terkadang ada beberapa perusahaan yang memang terbiasa untuk menyisihkan uang untuk menghadapi beberapa pengeluaran yang tidak terduga. mempersiapkan anggaran dengan jenis biaya tidak terduga tidak hanya kepada dilakukan oleh perusahaan besar saja, tetapi juga perlu dipersiapkan oleh oleh mereka sebagai pemilik UKM atau Start-Up Business. Dan pada umumnya biaya overhead masuk dalam salah satu jenis anggaran ini.

Jika Anda ingin menentukan biaya mana yang diklasifikasikan sebagai biaya overhead, perlu di ketahui itu bukan hal yang mudah. Hal tersebut dipengaruhi oleh kompleksnya siklus dalam sebuah perusahaan manufaktur yang mana hal itu dapat membuat biaya overhead sulit untuk diklasifikasikan. Dengan terlalu banyaknya jenis biaya yang dikeluarkan dalam setiap bulannya baik secara teratur ataupun tidak teratur atau bahkan tidak terduga, membuat banyak perusahaan mengalami masalah yang sama.

Masalah tersebut merupakan masalah efektivitas dan efisiensi dalam hal biaya overhead yang telah dikeluarkan oleh perusahaan. Masalah ini sering terjadi disebabkan oleh sulitnya melacak dan mengontrol biaya yang telah atau akan dikeluarkan. Selain itu, perusahaan juga sering mengalami kerugian yang dikarenakan oleh hal ini. Maka dari itu, pemilik bisnis harus membuat langkah yang tepat untuk mengontrol biaya overhead dalam perusahaan.

Cara Mengontrol Biaya Overhead dengan tepat

Dengan beberapa cara mengenai Cara Mengontrol Biaya Overhead dengan tepat yang akan di jabarkan di bawah ini, hal itu bertujuan untuk membuat keuntungan menjadi lebih besar, serta memperkuat finansial perusahaan.

1. Bekerjasama dengan kepala divisi

Anda sebagai pemilik bisnis atau pemangku keputusan harus dapat bekerja sama dengan kepala divisi ataupun bagian terkait untuk melakukan pengontrolan dan pengedalian biaya overhead dalam perusahaan. Koordinasi dengan divisi atau manajer merupakan pihak yang paling tepat untuk diajak bekerja sama. Hal terjadi sebab manajer merupakan pihak yang paling mengetahui kegiatan di setiap  divisi.

Kemudian Anda dapat minta manajer untuk mengajukan anggaran setiap awal tahun. Selanjutnya Anda sebagai pemilik bisnis atau pemangku kepentingan dapat melakukan evaluasi terhadap biaya yang diajukan oleh manajer, mana biaya yang memang diperlukan dan mana biaya yang kurang efektif. Jika semua itu sudah di lakukan Anda sebagai pemilik bisnis juga bisa meminta manajer bagian untuk mencari cara untuk mengefisiensi biaya tanpa mengorbankan produktivitas dan kualitas dari produk.

2. Identifikasi semua biaya overhead

Selain itu Anda sebagai pemilik bisnis harus mengidentifikasi seluruh biaya overhead yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam proses produksi. Pengeluaran biaya overhead harus selalu direkap setiap bulannya serta dimasukkan dengan benar pada laporan keuangan. Bagi mereka perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur, bisa juga membuat laporan kegiatan produksi dari apa yang di buat. Hal tersebut dilakukan supaya pencatatan biaya overhead lebih pasti. Selanjutnya, Anda pisahkan biaya produksi dan biaya overhead. Yang tidak kalah pentingnya Anda harus memisahkan biaya overhead berdasarkan divisinya, misalkan administrasi, pemasaran, SDM, dan lainnya.

3. Buatlah sistem pembelian

Anda juga perlu membuat sistem atau alur pembelian. Pertama- tama Anda sebagai pemilik bisnis harus memilih dan menetapkan satu orang yang bertanggung jawab untuk meninjau dan juga menyetujui pembelian dalam proses produksi. Dengan begitu orang yang di beri tanggung jawab tersebut dapat melihat semua biaya yang dianggarkan atau direncanakan. Sebelum Anda menyetujui pembayaran beberapa biaya yang ada, Anda sebagai pemilik bisnis bisa menyeleksi biaya yang dibutuhkan atau melakukan penawaran atas pembelian supaya bisa menekan pengeluaran. Dengan cara ini biasanya biaya overhead akan lebih terkontrol.

4. Tetapkan tarif yang berbeda setiap divisi

Dengan Anda menetapkan tarif yang berbeda untuk masing-masing divisi atau departemen, maka secara otomatis perhitungan biaya overhead menjadi lebih efisien dan cepat. Masing-masing dari divisi sudah membuat rencana anggaran, dan kemudian Anda sebagai pemilik bisnis harus mencocokkan antara anggaran dan realisasi terhadap biaya yang ada. Dari beberapa informasi yang di peroleh tersebut, Anda sebagai pemilik bisnis bisa mengendalikan biaya overhead untuk keberlangsungan perusahaan di masa depan. Bukan hanya itu saja, semua divisi atau bagian juga akan lebih bertanggung jawab atas semua biaya overhead yang dikeluarkan.

Baca juga: Akuntansi Biaya dan Pengertian Biaya
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar