Skip to main content

Tips dan Cara Memperkecil Resiko Adanya Piutang dalam Perusahaan

Tips dan Cara Memperkecil Resiko Adanya Piutang dalam Perusahaan

Dimana pun itu, biasanya perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan ataupun industri meminta pembayaran atas penjualannya secara tunai atau cash. Tetapi fakta di lapangan menunjukkan masih banyak perusahaan yang melakukan penjualan secara kredit. Terdapat alasan tertentu yang mendasari hal tersebut, sebagian besar masalahnya yaitu karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Makanya mereka mengajukan pembayaran kredit dengan jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian antara kedua belah pihak. Dan tidak dapat di pungkiri bahwa mayoritas pengusaha tentu lebih menyukai penjualan tunai atau cash, jadi tidak perlu dipusingkan dengan piutang tidak lancar dalam proses kredit.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa dengan penjualan kredit ini secara otomatis akan dapat mendongkrak omzet penjualan bisnis, sehingga hal itu bisa meningkatkan keuntungan dalam bisnis. Dilihat dari sisi yang berbeda system penjualan kredit ini dapat menggantikan arus kas yakni penerimaan kas perusahaan. Dan tidak menutup kemungkinan, kredit penjualan yang dilakukan tersebut dapat tidak tertagih dan malah macet sehingga terhindar dari kerugian dalam bisnis perusahaan Anda. Nah, sebelum membahas beberapa langkah yang harus dilalui untuk menghindari risiko piutang, Anda perlu terlebih dahulu mengetahui mengenai beberapa hal di bawah ini.

Baca juga: Cara Mengelola Keuangan Perusahaan yang Benar

Nilai tempo jatuh tempo

Ini merupakan beban yang harus dibayar oleh setiap konsumen karena keterlambatan membayar, sehingga nilainya akan semakin besar apabila semakin lama tidak dibayarkan.

• Adanya tanggal jatuh tempo

Adanya tanggal jatuh tempo tersebut bertujuan agar pelanggan dapat membayar tepat waktu, sebab apabila ditunda maka pelanggan yang kehilangan utang denda.

• Adanya bunga yang berlaku

Piutang bisa saja terjadi sebab pembeli memilih transaksi penjualan yang menimbulkan bunga setiap bulannya. Bunga ini ialah salah satu bentuk dari pembeli yang meminta tenggat waktu tertentu untuk melunasi pembayaran secara keseluruhan. Mengena kebijakan presentase bunga yang diberikan kepada setiap konsumen, itu akan ditentukan oleh penjual.

Jenis-jenis Piutang dalam Perusahaan

Setelah Anda mempertimbangkan mengenai beberapa penjelasan piutang di atas, saatnya Anda mengetahui beberapa jenis piutang yang ada di dalam perusahaan, antara lain :

  • Piutang Usaha ialah piutang yang terjadi yang di sebabkan oleh penjualan barang atau jasa kredit dengan waktu jatuh tempo kurang lebih 30-60 hari.
  • Wesel Tagih ialah dokumen penerimaan yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan lain sebab harus membayar ketika penyerahan barang, pada umumnya wesel tagih mempunyai waktu jatuh tempo kurang lebih 30-60 hari atau sesuai dengan perjanjian kedua pihak yang di sepakati.
  • Piutang Lain-Lain ialah piutang selain piutang dagang, seperti halnya piutang, piutang, uang muka karyawan, dan lain sebagainya.

Cara Meminimalisir Piutang pada Perusahaan

Dalam perusahaan dapat di pastikan akan ada kalanya piutang berlangsung, namun semua itu haruslah di minimalisir. Sebab jika tidak maka tidak menutup kemungkinan suatu saat akan menjadi bumerang untuk perusahaan. Maka dari itu di bawah ini saya siapkan beberapa tips agar terhindar dari piutang yang menumpuk.

  • Dapat melakukan keputusan pendapatan yang akan ditanggung perusahaan terkait ataupun biasa disebut sebagai piutang yang dicadangkan. Presentase risiko dapat diambil dari pengalaman tahun sebelumnya dalam laporan keuangan perusahaan.
  • Mengukur kemampuan dari debitur untuk memenuhi semua  persyaratan jangka pendeknya seperti halnya utang jangka pendek yang harus dibayar atau dalam dunia bisnis bisa disebut likuiditas.
  • Mengukur kemampuan dari debitur untuk bisa mendapatkan keuntungan selama periode tertentu atau dalam dunia bisnis disebut rentabilitas.
  • Perlu juga membuat klasifikasi kredit kepada setiap pelanggan untuk menganalisa lengkap kredit untuk setiap pelanggan Anda.
  • Jika perlu Anda juga harus melakukan seleksi pada setiap pelanggan dengan mengecek histori kredit yang sudah dilakukan sebagai dasar penentuan jumlah maksimum yang diterima dari debitur, apakah ada yang diperlukan, persiapan atau memang sudah tetap seperti biasanya.

Lihat juga: Memahami Indikator Kesalahan Fatal Laporan Keuangan

Demikian beberapa Tips dan Cara Memperkecil Resiko Adanya Piutang dalam Perusahaan yang dapat saya sampaikan. Ini adalah hal yang sangat penting agar keuangan perusahaan selalu sehat dalam jangka panjang. Sebab hutang yang besar dapat mengakibatkan finansial perusahaan menjadi tergoncang, dan itu sangat berbahaya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar