Skip to main content

Motivasi Kerja Dari Seorang Istri Untuk Suami Hingga Sukses

Menjadi seorang suami berkewajiban mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Oleh karenanya, kerja keras menjadi makanan yang harus siap disantap. Tapi, tidak semua suami memiliki potensi yang sama dalam menggapai sebuah rezeki. Dalam pekerjaan yang dijalani pun berbeda status, beda capeknya, beda pula hasilnya. Semua suami tentu merasa lelah dan letih menjalani pekerjaannya. Apapun pekerjaannya, mempunyai potensi untuk capek, bosan, dan menimbulkan stress.
Motivasi Kerja Dari Seorang Istri Untuk Suami Hingga Sukses

Dalam benak pikirannya hanya ada istri, anak-anak dan orang tua yang harus dibahagikan. Bila kecil hasil yang didapat, kebahagian hasil kerjanya pun diberikan kepada yang paling prioritas. Oleh karenanya, janganlah seorang istri semakin memberikan beban kepada suaminya. Menuntut harus memiliki hasil yang besar, agar dapat mebeli ini dan itu. 

Hasil yang didapat sering menjadi ukuran penghargaan seorang istri kepada suaminya. Bila suaminya bergaji besar, girang senangnya bukan main. Tapi, bila suami bergaji kecil, mulutpun manyung dengan muka masam. Hasil yang kecil tersebut seolah tidak berharga dimatanya, karena tidak dapat memenuhi keinginannya. Bila, seorang istri tidak bersyukur dan bersifat seperti itu, maka seorang suami akan bertambahlah bebannya. Ia semakin stress dan menyalahkan kehidupan yang telah diberikan Tuhan. Hal tersebut, malah akan meredupkan potensi sesungguhnya yang ada di dalam dirinya.

Baca juga: Pengertian Rumah Tangga dan Pendapatan Pengeluarannya dalam Ekonomi

Seorang istri mau habis-habisan merepetin suami itu tidak akan merubah keadaaan. Apakah dengan melakukan hal tersebut, gaji suami langsung naik? Ya mungkin naik! Tapi dari cara yang tidak halal. Seorang istri harus mampu melihat potensi yang ada pada diri suaminya, kemudian berikan motivasi. Suamipun akan menjadi semangat untuk mengais rezeki yang di telah disediakan oleh Tuhan.

Berikut ini ada sebuah cerita yang diambil oleh BacaNulis dari sosial media, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi seorang istri khususnya:

Ada seorang suami yang bukan bertitel sarjana, karena dulunya ia tidak lulus ujian memasuki universitas negeri. Karena tidak lagi mencari gelar akademik, maka orang tuanya pun menyarankan agar dia menikah saja. Lalu Ia pun menikah.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, Ia melamar menjadi seorang guru di sebuah sekolah dasar. Namun, karena tidak mempunyai gelar kesarjanaan, sedangkan pendidikan terus menuntut agar guru-guru yang ada mengembangkan potensinya, salah satunya bergelar akademik perguruan tinggi. ia pun yang tidak memiliki keahlian mengajar dan pengetahuan dalam mengajar, tidak sampai dua pekan sudah dikeluarkan dari sekolah.

Sepulangnya di rumah, istrinya menghapus air mata suaminya yang merasa mengecewakan keluarga. Istrinya pun menghiburnya dengan mengatakan “banyak ilmu yang ada pada seseorang, ada yang bisa mengejentawahkannya, ada pula yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu sedih disebabkan karena dikeluarkan dari sekolah sebagai seorang guru. Mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok, yang lebih tepat sedang menanti di depan sana”.

Lalu, suami tersebut melamar dan melakukan pekerjaan lain, akan tetapi tidak lama kemudian, Ia pun di pecat dengan alasan kerjanya lambat. Sehingga apa yang ditargetkan oleh perusahaan tidak tercapai.

Ketika itu terjadi, istrinya mengucapkan “kelincahan tangan dan kaki setiap orang berbeda-beda. Orang lain sudah bekerja sekian tahun dan sudah banyak pengalaman. Sedangkan kamu masih belajar dan butuh pengalaman, wajar saja bila kerjanya masih lambat”.

Ia pun mencari pekerjaan lain lagi, namun terus-terusan dengan hasil yang sama. Tidak ada satupun berhasil dan mampu di pertahankan, semua gagal di tengah jalan. Namun, setiap kali Ia kembali ke rumahnya. Sang istri selalu memberikan senyuman terindahnya, lalu menghiburnya dengan kata-kata motivasi yang membakar semangat. Hal tersebut, di tampakkan pula oleh istrinya dengan tidak pernah mengeluh kepada suaminya, dari apa yang dialami.

Suami yang sudah berulang kali gagal, umurpun telah beranjak 30 tahunan. Ia mengasah kemampuan bakat bahasanya, berkah pun sedikit demi sedikit mulai menghampirinya sebagai seorang pempimbing di sekolah luar biasa (SLB) tuna rungu wicara. Lalu, Ia memutuskan membuka sekolah siswa cacat dan berjalannya waktu akhirnya mampu membuka toko alat-alat bantu orang cacat dengan banyak cabang toko di berbagai kota. Dengan usaha tersebut, Ia beserta keluarganya memiliki kekayaan yang berlimpah.

Suatu saat, suami tersebut yang telah menjadi bos dan telah sukses besar, bertanya kepada istrinya “mengapa pada saat masa depannya masih suram, engkau selalu tetap percaya kepadaku?”

Istrinya pun menjawab pertanyaan sang suami dengan berkata “sebidang tanah yang tidak cocok ditanami gandum, bisa dicoba ditanami dengan kacang. Jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, coba tanami pula dengan buah-buahan. Jika buah-buahan pun tidak masih gagal tumbuh, semaikan dengan bibit gandum hitam, tentu akan bisa berbunga. Karena pada sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, tentu pula ada yang bisa menghasilkan panen darinya”.

Mendengarkan perkataan istrinya seperti itu, sang suamipun menangi terharu. Keyakinan yang kuat, keikhlasan, ketabahan serta kasih sayang dari sang istri, bagaikan sebutir bibit unggul, yang telah menuai hasilnya.

Semua prestasi sang suami, merupakan berkah dari keajaiban bibit unggul yang kokoh hingga bertumbuh kembang jadi kenyataan. Pantas saja, banyak orang yang bilang “kesuksesan seorang suami, ada seorang istri yang hebat."

Di alam dunia ini, tidak ada seorang insan pun yang tidak berguna alias sampah. Dia hanya tidak berada pada tempat yang tepat saja. Setiap manusia telah diberikan Tuhan nafas untuk menjalani kehidupan. Tentulah Tuhan juga akan memberikan kepada manusia sebuah kemapuan untuk menjalani kehidupannya.

Bacca juga: Prinsip-Prinsip Penting Dalam Manajemen Keuangan Keluarga Muslim

Dari cerita inspiratif di atas, dapat diambil iktibarnya. Bagi seorang istri, selalu berikan motivasi (perkataan yang baik) kepada suaminya. Motivasi sangat ampuh membakar semangat suami dan membentuk pikiran positif terhadap apa yang sedang terjadi. Hilangnya rasa stress dan capek, itu bisa di sebabkan kata-kata motivasi yang datang dari istrinya. Lalu apa yang akan terjadi? Tentu suamipun akan berusaha memberikan yang terbaik dan berusaha memaksimalkan potensi yang ada, tanpa didasari sebuah tuntutan dari seorang istri. Selanjutnya, Tuhanpun akan membaikan rezeki mereka, setidak-tidaknya rezeki ketentraman dalam rumah tangga, lebih-lebih harta yang berkah serta berlimpah.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar