Skip to main content

4 Hal Yang Mendorong Timbulnya SEA (Socio Economic Accounting)

4 Hal Yang Mendorong Timbulnya SEA (Socio Economic Accounting)
Literatur dalam ilmu sosial, ilmu sosiologi dan khususnya kegiatan- kegiatan sosial adalah saksi dan penyebab yang mendorong munculnya SEA. Seperti perubahan sikap para ahli dan pengambil keputusan terhadap peranan bisnis dan unit pemerintahan dalam hubungannya dengan efek sosial yang ditimbulkannya. Terdapatnya kecenderungan beralihnya perhatian pada kesejahteraan individu ke arah kesejateraan sosial. Kecenderungan yang bergerak dari kegiatan mencari keuntungan sebesar-besarnya tanpa melihat efek sampingnya ke arah mencari laba yang berwawasan lingkungan. Munculnya departemen (unit) pemerintahan yang mengurus lingkungan hidup, juga selaras dengan lahirnya SEA. Kecenderungan ini semua bisa kita Iihat dari beberapa paradigma berikut ini.

1. Kecenderungan terhadap Kesejahteraan Sosial

Sejarah sudah menunjukkan bahwa kelangsungan hidup manusia, kesejahteraan masyarakat yang sesungguhnya hanya bisa tercipta dari sikap kerja sama antar unit-unit masyarakat itu sendiri. Negara tidak dapat hidup sendiri tanpa partisipasi rakyatnya, perusahaan juga tidak bisa maju tanpa dukungan langganannya maupun lingkungan sosialnya. Kenyataan ini semakin disadari dan semakin dibutuhkan pertanggungjawabannya. Agar mengetahui  gambaran yang jelas tentang keterkaitan saling pengaruh memengaruhi antara negara dan rakyatnya, antara perusahaan dan masyarakatnya, SEA ini sangat berperan.

2. Kecenderungan terhadap Kesadaran Lingkungan

Dalam literatur paradigma ini femiliar dengan the human exceptionalism paradigm menuju the new environment paradigm. Paradigma pertama beranggapan bahwa manusia merupakan makhluk unik yang adadi bumi ini yang mempunyai kebudayaan sendiri yang tidak bisa dibatasi oleh kepentingan makhluk lain. Sebaliknya, paradigma yang terakhir beranggapan bahwa manusia merupakan makhluk di antara bermacam-macam makhluk yang mendiami bumi yang saling memiliki hubungan dan sebab-akibat, dan dibatasi oleh sifat keterbatasan dunia itu sendiri, baik sosial, ekonomi maupun politik. Saat ini manusia semakin sadar bahwa paradigma yang belakanganlah yang benar dan yang menjadi pedoman sehingga perhatian kepada lingkungan semakin besar. Akan tetapi sayangnya, ada juga kita melihat gejala baru yang justru akan mengganggu kesejahteraan sosial, yaitu perhatian yang lebih besar terhadap kesejahteraan binatang peliharaan dan kesayangan, dan mengabaikan kesejahteraan makhluk manusia itu sendiri. Kesadaran akan kebenaran environment paradigm adalah salah satu pendorong timbulnya SEA.

3. Perspektif Ekosistem

Orientasi yang terlalu diarahkan kepada pembangunan ekonomi, efisiensi, profit maximization memunculkan krisis ekosistem. Gejala ini menjadi perhatian para ahli sehingga timbul kelompok-kelompok yang menamakan dirinya sebagai penyelamat lingkungan seperti Greenpeace, lembaga konsumen dan lain-lain. Salah satu kelompok tingkat dunia yang menaruh perhatiannya terhadap ekosistem ini adalah Club of Rome yang terkenal dengan pendapatnya Limits to Growth, salah satu putra terbaik kita, Almarhum Dr. Soedjatmoko, mantan Rektor Universitas PBB di Jepang, termasuk salah satu anggotanya. Kendati pun pendapat Club of Rome ini dikeluarkan tahun 1975, namun hal ini masih segar dan relevan untuk kita yang hidup di masa kini. Beberapa sarannya yang penting adalah stabilisasi antara kelahiran dan kematian, stabilisasi investasi dengan penyusutan barang modal, pengurangan konsumsi sumber-sumber alam, pengutamaan pendidikan dan konsumerisme, penurunan polusi industri dan lain-lain. Tanpa pembatasan terhadap tingkah laku manusia tampaknya yang muncul hanyalah kerusakan dan kekacauan termasuk gempa bumi dan tsunami. Perspektif terhadap ekosistem ini mendorong SEA.

4. Ekonomisasi vs Sosialisasi

Ekonomisasi mengarahkan perhatiannya hanya kepada kepuasan individual sebagai suatu unit yang selalu mempertimbangkan cost dan benefit tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat. Sebaliknya sosialisasi memfokuskan perhatiannya terhadap kepentingan sosial dan selalu mempertimbangkan efek sosial yang dimunculkan oleh kegiatannya. Meskipun sosialisasi ini belum tampak nyata, namun pengaruh pemerintah dan tekanan sosial cenderung menguntungkan kepentingan sosial. Akhirnya, perlu alat ukur hingga seberapa jauh pengaruh perusahaan terhadap masyarakat.

Baca juga: Definisi Socio Economic Accounting (SEA)

Sumber: buku teori akuntansi - sofyan syafri harahap
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar