Skip to main content

Mind Set Keuangan! DDKoin (Digital Aset) Lebih Baik Daripada Rupiah (Fiat Money). Benarkah?

Apa kabar DDKoiners? Saya yakin dalam benak pikiran Anda, terus menerus memikirkan masa depan keuangan, bukan!. Pengetahuan terkait blockchain dan mata uang yang dicipta (DDKoin) membawa paradigma baru dalam dunia keuangan. Banyak kesadaran baru yang muncul telah mengubah pandangan terhadap yang namanya uang. Banyak konsorsium yang diadakan, meet up yang mempertemukan ide dan gagasan baru, diskusi kecil-kecilan, buat komunitas di grup-grup sosial media, itu semua menjadikan ahli-ahli bertambah pengetahuan dan wawasannya terhadap digital aset. Apa itu blockchain, DDKoin, Alcoin, dan fiat money sudah tentu telah dipahami secara mendasar, yang telah mengubah pandangan sebagai alternatif, mana pilihan yang terbaik bagi kita.

Menyatakan digital aset lebih baik daripada fiat money, tentu harus datang dari pengkajian yang punya dasar. Dalam penggunaannya saat ini, fiat money masih dipercaya memiliki peran penting dalam sirkulasi perniagaan, dibanding dengan digital aset yang masih jarang digunakan sebagai uang, yang memiliki tugas salah satunya menjadi alat tukar. Tapi, sesuatu yang lumrah saja ke depannya akan ada sebuah perubahan terhadap sistem keuangan yang digunakan saat ini. Bisa kita lihat, dulunya masyarakat menggunakan emas dan perak sebagai uang, kemudian berubah penggunaannya kepada uang kertas yang sebagai penopangnya adalah perbankan, di masa yang akan datang, bisa saja digital aset akan menggantikan penggunaan uang saat ini (atau memiliki peran yang lebih banyak) dengan sebuah pandangan baru bagi manusia muda hari ini, bahwa bank yang berumur sudah lebih 1.000 tahun dianggap telah usang dan tua, serta perlu adanya sebuah inovasi baru. Apalagi teknologi blockchain telah hadir dan menjadi solusi penciptaan mata uang digital yang diyakini akan jauh lebih baik, tanpa adanya perbedaan nilai mata uang antar negara.

Pada dasarnya yang dinamakan uang (money) itu adalah sesuatu yang bernilai secara intrinsik dan bernilai secara persepsi. Misalnya: emas, perak, gandum dan garam. Siapapun orangnya di bumi ini pasti menyatakan bahwa emas itu bernilai, di negara manapun berada  tanpa terkecuali. Oleh karena itu, selain uang, sesuatu yang dianggap bernilai dinamakan sebagai mata uang (currency). Contohnya: rupiah, dollar, ringgit, rupe, yuan dan mata uang lainnya yang juga menjadi simbol di berbagai negara.

Mata uang yang ada tersebut bernilai karena adanya persepsi. Rupiah itu bernilai karena adanya persepsi dari warga negara Indonesia, bagi warga negara lain Rupiah tidak bernilai dan mereka pun tidak mau menerima Rupiah sebagai alat pembayaran. Di dalam uang kertas Rupiahpun mengandung persepsi nominal. Walau bahannya sama-sama terbuat dari kertas, tapi karena adanya nominal yang berbeda, maka memunculkan persepsi nilai yang berbeda-beda pula. Dengan gambar dan simbol yang berbeda akan memudahkan dalam membedakan setiap nilai dari persepsi yang muncul. Dari Rupiah bernominalkan Rp. 1.000,- memiliki persepsi nilai yang berbeda dengan Rupiah yang bernominalkan Rp. 100.000,-, padahal keduanya memiliki bahan yang sama yaitu kertas dan penciptaannya juga dengan biaya operasional yang sama (misalnya, butuh biaya Rp. 50,- pada setiap kertas yang dicetak untuk berbagai nominal yang berbeda-beda, Rp.1.000,-, Rp. 10.000,-, Rp. 50.000,- dan Rp. 100.000,-).

Pada mata uang digital (digital aset), seperti: DDKoin, Bitcoin, Etherimun dan AlCoin lainnya juga bernilai karena adanya persepsi. Mata uang digital yang ditopang oleh teknologi blockchain ini menjadikan sistem uang yang diciptanya menjadi desentralisasi, sehingga menguatkan persepsi para penggunanya bahwa digital aset benar-benar punya. Berbagai hal terkait teknologi dan mekanisme yang ada pada digital aset yang perlu pembahasan lebih. Namun, di artikel singkat ini, saya hanya akan menunjukkan pada bagian nilainya saja yaitu antara digital aset dan fiat money, serta mana yang menjadi pilihan terbaik diantara keduanya.

Yuks, mari kita bersama mengulas nilai yang terkait pada digital aset (DDKoin) dan uang Rupiah:

1. Supply dan Demand

Nilai ataupun harga pada Digital Aset ataupun Rupiah sama-sama dipengaruhi oleh demand dan supply. Jika kita kembali di masa lalu, pada saat uang rupiah dengan nominal Rp.1.000,- dicetak, yang nilainya setara dengan 1 kg emas. Ini salah satu sebabnya karena supply uang kertas tersebut masih sedikit. Emas yang merupakan barang langka, di bandingkan dengan uang rupiah yang pada saat awal-awal peredarannya juga masih sangat langka. Berjalannya waktu, jumlah cetakan rupiah semakin banyak yang pada akhirnya menurunkan nilainya.

Rupiah dengan berbagai kebijakan yang ada, belum secara jelas dan gamblang memberi gambaran sampai kapan rupiah terus dicetak. Supply yang tinggi, sementara demand yang stabil akan berdampak menurunnya nilai rupiah. Dalam kasus rupiah, pasti akan terus mengalami inflasi (menurunnya nilai rupiah dibandingkan dengan barang lain), baik terjadi secara bertahap atau secara tiba-tiba.

Yuks, bandingkan dengan digital aset, misalnya DDKoin yang hanya ada sebanyak 45 juta saja. Tentu supply yang terbatas tersebut, berjalannya waktu akan membuat nilai DDKoin mengalami trend yang naik dibandingkan dengan demand yang ada. Saat ini kira-kira per DDKnya, senilai 500 ribu rupiah. 2 tahun kemudian, bisa jadi 1 DDKnya mencapai 10 jutaan.

So, sangat simpel sebenarnya melihat pengaruh terhadap nilai yang ada pada digital aset maupun rupiah. Pada titik ini sudah ditemukan bahwa, digital aset itu merupakan barang langka yang kelangkaannya semakin menjadi-jadi bila demand meninggi dan supply terbatas. Sudah ditentukan seberapa banyak koin yang beredar, dengan jumlah limited yang tidak dapat otak-atik lagi, nilainya sanggup mengalahkan harga emas sekalipun. Ingat pada harga Bitcoin!. Harga pada saat kemunculannya berkisar 100-1.000 rupiah, nah sekarang ini sudah mencapai ratusan juta per-Koinnya.

Melihat harga DDKoin yang masih tergolong rendah, ini tentu menjadi sebuah kesempatan bagi siapa saja untuk terus memperbanyak DDKoinnya. Karena, asumsi dimasa depan nilainya bisa begitu fantastis. AlCoin sudah terbukti, DDKoiners juga bisa melihat sejarah koinnya (DDKoin) MEROKET.

2. Penggunaan Mata Uang (DDKoin maupun Rupiah)

Penggunaan Rupiah hanya terbatas di Indonesia saja. Jika Rupiah dipergunakan fungsinya di Negara lain, itu menjadi illegal statusnya. Sehingga, ruang lingkup rupiah menjadi terbatas, yang lebih penggunaanya ke nasional saja. Begitu juga dengan mata uang lain (ringgit) juga tidak dapat difungsikan sebagai uang bila keberadaannya di Indonesia. Mata uang (rupiah) yang perputarannya cuman berada di satu negara saja, ini akan melemahkan nilanya, apalagi dibanding dengan yang lain. Jauh beda dengan Dollar, yang penggunaannya lebih luas dari Rupiah. Ini sungguh merupakan ketidakadilan, mengapa dollar bisa tapi rupiah tidak?. Padahal bahannya juga sama-sama terbuat dari kertas, tidak terlalu beda jauh dari segi bahannya. Tapi, dengan berbagai alasan telah mengubah sebuah persepsi bahwa kertaspun punya nilai yang berbeda-beda. Nama, corak, warna, nominal, yang terdapat pada kertas tersebut seolah-olah telah melakukan pertarungan terhadap nilai untuk dirinya.
jumlah ddkoin dan rupiah

Jika rupiah punya batas penggunaan, berbeda dengan digital aset (DDKoin) yang tidak punya batas. Pengguna antar negara dengan sangat gampang melakukan pengirman DDKoin, atau yang sering disebut dengan istilah Peer To Peer (p2p). Para pemilik digital aset yang menyebar di semua negara dan tidak ada hambatan/halangan bagi siapapun dan dari negara manapun untuk memiliki digital aset tersebut. Jika jumlah DDKoin hanya 45 juta, artinya jumlah itu sangat sangat langka jika dibagi dengan jumlah umat manusia yang ada di dunia ini. WAAOO,,,

3. Sistem Peredaran

Peredaran Rupiah terjadi karena dicetak dan karena sistem Fractional Reserve (simpan pinjam/bunga). Sedangkan digital aset beredar karena adanya kegiatan Mining (aktivitas nambang koin). Jumlah pada rupiah, baik cetakan atau bunga masih belum terkonfirmasi jumlahnya (unlimited). Tapi, digital aset jumlahnya sudah terkonfirmasi secara jelas.

Berikut ini gambar, terkait dengan alur rupiah yang terus bertambah:
fractional reserve 10%

Dari gambar diatas, sedikit penjelasan dari saya bahwa dalam transaksi yang dilakukan perbankan mengolah rupiah milik nasabah, kemudian menerapkan bunga kepada si peminjam. Hal itu, sesungguhnya berdampak bertambahnya jumlah yang yang beredar. Jika 90 juta yang dipinjamkan, lantas berbunga sebesar 10% atau 9 juta. Itu berarti, ada penambahan uang sejumlah 9 juta. Sehingga, yang pada awalnya peredaran uang hanya 100 juta, akan bertambah menjadi 109 juta. Banyangkan, ini dilakukan di banyak bank, akibatnya dengan pertambahan peredaran uang akan berdampak pada nilai rupiah tersebut.

Untuk digital aset, mekanisme berbeda yang rupiah. Jika rupiah yang beredar itu menambah banyaknya rupiah. Tapi, jika digital aset, koin yang beredar itu akan mengurangi total supply yang ada. Misalnya, DDKoin yang beredar saat ini sebanyak 4 juta koin, artinya ada sebanyak 41 juta koin dari total 45 juta yang belum ditambang (mining). Nah, jika pemilik aset DDKoin melakukan mining, sebut saja 2 juta. Berarti 2 juta tersebut mengurangi supply koin yang ada, menjadi 39 juta DDKoin. Jika supply semakin sedikit, sementara demand terus bertambah, siap-siap saja melihat nilai DDKoin juga terus MEROKET.

Baca juga: Keuntungan Dan Potensi DDKoin

Masih banyak lagi pembahasan yang akan berlanjut pada tulisan berikutnya. Digital aset dan rupiah seperti kita melihat ke depan dan ke belakang. Di depan ada sebuah perubahan yang menanti dan di belakang ada sebuah pelajaran yang telah terlewati. Kedua hal tersebut amatlah penting, yang pada waktu ini juga punya peranannya masing-masing. Tapi ingat, fokuslah pada yang di depan, sebab langkah kita menuju ke arah depan bukan ke arah belakang. Salam DDKoiners

Yukss, ngobrol bareng!
WA/Telegram (083198055138)

Baca juga: Cara Daftar Akun DDKoin Dengan Mudah Dan Gratis
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar